Super Komputer Coba Ungkap Rahasia Otak Manusia

Yudhianto – detikinet

Senin, 04/02/2013 16:13 WIB
 

Ilustrasi (mashable)

Jakarta – Sebuah proyek ambisius siap dilakukan oleh sejumlah peneliti. Proyek yang dinamakan ‘Human Brain Project’ tersebut bertujuan membuat replika atas apa yang mampu dilakukan oleh sebuah otak manusia.

Namun replika otak manusia yang dimaksud tersebut sejatinya berbentuk sebuah simulasi yang akan dijalankan menggunakan sebuah super komputer. 

Simulasi otak manusia tersebut dikembangkan guna mengetahui bagaimana cara otak manusia bekerja, misalnya saat digunakan untuk berpikir.

Tidak tanggung-tanggung, demi mewujudkan rencana tersebut, dana sebesar USD 1,6 miliar telah disiapkan. 

Bahkan dikatakan, proyek yang akan dikembangkan oleh 200 peneliti tersebut akan dikembangkan menggunakan hardware dengan kinerja di atas rata-rata karena super komputer tersebut konon akan memiliki kinerja seribu kali lebih tinggi dibanding superkomputer yang saat ini ada.

Dikutip detikINET dari Mashable, Senin (4/1/2013), tujuan proyek yang rencananya akan mulai berjalan akhir tahun 2013 tersebut guna mengungkap rahasia cara kerja otak manusia yang selama ini belum diketahui

By marzocchiahmed

MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN LANJUTAN2

MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN LANJUTAN

MENGGOYANG DOMINASI PEMIMPIN PASAR DENGAN STRATEGI KOMUNIKASI

 

DISUSUN OLEH      :

  •   Ahmad Marzuqi                       B.111.09.0086
  •   Andry Rais Pratama                B.111.09.0087
  •   Sinar Hubtrian Ade                 B.111.09.0061
  •   Benny Setiawan                        B.111.09.0079
  •   Feri Ardiawan                          B.111.09.0068
  •   Auvi Putra Varin                     B.111.09.0072
  •   Ade Habibi                                B.111.09.0066

 

 

PROGRAM S1 MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SEMARANG

2011

BAB I.

PENDAHULUAN

1.1  latar belakang

 

Sekarang ini bisnis kacang-kacangan meningkat jauh. Tak kurang dari 15triliun/tahun dan juga eksport yang mencapai 75 miliar. Peningkatan itu tidak lepas dari tangan dingin Sudhamek agung WS ketika mengantarkan garudafood kebelantara bisnis perkacangan sejak 1987. Setelah itu berbagai merek kacang mulai berani memperkenalkan diri. PT Dua Kelinci juga termasuk pelopor kacang bermerek dari pati. Namun langkahnya terhenti karena garudafood yang mulanya memasok bahan baku dua kelinci tiba-tiba menggebrak pasar nasional. Dan hanya butuh waktu lima tahun untuk menggeser seniornya.

PT Dua Kelinci tetap berusaha mencari peluang baru dan membenahi strategi produk serta komunikasi peasarannya. Dari segi produk, Dua Kelinci memngelompokkan produknya antara kacang garing dan kacang atom serta kemasannya pun dibuat lebih segar dan menarik. Manuver komunikasi ini diawali pada tahun 2000 ketika menunjuk biro iklan “Artex n partner” untuk menghasilkan ide-ide kreatif yang belum pernah dikeluarkan oleh biro iklan lainnya. Setelah tim ini menggali informasi preferrensi dari konsumen dengan menyelenggarakan forum dengar pendapat semacam focus group discussion dengan peserta calon pelanggan potensial yang menjadi target pasarnya, ahirnya terungkap ternyata sebagian konsumen enggan makan kacang karena beranggapan bahwa kacang menimbulkan kolesterol dan lemak. Padahal secara alami kacanga memang bebas kolesterol tapi pengilahannya yang mungkin menyebabkan tak bebas kolesterol.

Sejak 2001, ikon bebas kolesterol dikomunikasikan sebagai keunggulan DK yang dicantumkan baik dikemasan produk maupun iklan kacang garing. “kami ingin mencuri pasar kompetitor dengan tagline tersebut”. Ujar Erlinda pembina usaha Artex n partner. Dan hasilnya penjualan DK meningkat hingga 70%. Terutama pada wilayah-wilayah yang menjadi basis passar DK yakni sumatra dan kalimantan. Selain itu, tagline juga menjadi pelajaran baru bagi manajemen DK bahwa tagine yang sepele ternyata bisa menjadi senjata yang sangat ampuh untuk mencuri pasar.

Kemudian DK dan Artex menggali informasi apa yang bisa ditonjolkan dari produk Sanghai DK yang belum pernah di iklankan. Dari diskusi kecil yang telah diselenggarakan, mandapatkan hasil bahwa masyarakat juga takut dengan makanan yang ditambahi bahan kimiawi, misalnya pewarna, dan pemanis karena bisa mengandung unsur karsinogenik.

Ahirnya tim DK dan Artex bersepakan mengkomunikasikan sanghai DK dengan tagline “tanpa pemutih dan tanpa pemanis buatan” yang juga dipasang di kemasan dan juga iklan kacang atom. Hanya saja untuk iklan Artex mencari endorser wanita karena lebih efektif untuk menyampaikan pesan.

Pomosi yang dilakukan sangat intensif, semua media dipakai. Untuk radio dan koran dilakukan didaerah karena DK menggarap pasar luar jawa karena dijawa keberadaan pesaing masih terlalu kuat sedangkan di sumatra, kaliantan dan sulawesi, posisi DK dan Garuda cukup berimbang.

Strategi promosi tersebut membuat Garudafood bereaksi dengan membuat iklan yang mengatakan “kacang memang bebas kolesterol” untuk kacang garing dan “lebih putih tanpa pemutih itu baru inovasi”. Selain itu DK juga harus beberapa kali berhubungan dengan pemerintah (BPOM dan Depperindag) dan YLKI yang mendapat masukan dari asosiasi pengusaha kacang indonesia (APKIN) untuk mengklarifikasi DK yang menyebutkan bahwa produknya bebas kolesterol dan ketiga lembaga itu sepakat untuk sepihak dengan DK. Tidak hanya itu, beberapa LSM juga ikut mengancam DK seolah-olah ada yang menggerakkan.

Menghadapi semua tudingan itu, dengan tegas Hadi Sutiono (Dirut PT Dua Kelinci)  mengutarakandalam kesempatan dengar pendapat diruang rapat Bupati Dati II Pati, ada tiga fakta penting: pertama kacang tanah memang bebas kolesterol namun prosesnya tidak menjamin. Kedua  pencantuman free colesterol diluar negeri sudah berlangsung 10 tahun silam. Ketiga kata “baru” dalam label yang dimaksud adalah kemasannya yang baru.

Meskpun demikian, DK tetap menyetujui saran POM dan Depperindag untuk merevisi materi iklannya dan menyetujui tes laboratorium. Direktur perlindungan konsumen mengucapkan terimakasih  atas sikap kooperatif DK melalui surat no.453/DPK-3/X/2001. Yang menyatakan pencantuman label bebas kolesterol masih diperlukan dan tudak bertentangan dengan undang-undang.

Permasalahan belum selesai, APKIN mempersoalkan label sanghai DK yang berbunyi “tanpa pemutih, tanpa pemanis”. Dan diluar dugaan, dalam waktu singak POM memerintahkan DK untuk menghentikan peredaran dan menarik kacang sanghai DK dari pasaran yang bocor ke supermarket dan toko-toko. Tapi POM menduga kemungkinan rilis itu dibuat oleh pesaing DK.

Yang jelas perjuangan DK untuk bangkit tidaklah mudah jika hanya bermodalkan kecerdikan mencari peluang. Keberanian menghadapi persaingan yang tidak sehat dan menggunakan pikiran jernih sangat dibutuhkan. Menurut Lisa Fecilia, Strategi yang dikembangkan DK memang efektif dan jeli. Aspek komunikasi memang bisa mencari ruang differensiasi. Komunikasi telah meningatkan citra dan brand recall dari pelnggan potensial DK. Tapi kontinuitas harus terjaga, dan inovasinya juga harus diikuti pengembangan pda aspek lain. Sebaiknya DK dan Garuda tak perlu konfrontatif karena potensi pasar yang belum digarap masih sangat besar. Mestinya bukan diorientasikan mengambil pasar tapi mengedukasi konsumen yang selama ini mengkonsumsi kacang tanpa merek keproduk kacang yang bermerek.

 

1.2  rumusan masalah

dari latar belakan yang telah dijelaskan diatas, dapt kita lihat beberapa permasalahan yang terjadi pada PT Dua Kelinci diantaranya:

  1. Bagaimanakah strategi DK agar bisa menggeser pemimpin pasar?
  2. Bagaimanakah cara DK menghadapi ancaman dari para pesaingnya?
  3. Apa yang harus dilakukan DK untuk menjaga dan meningkatkan produknya dimasa mendatang?

 

BABII.

KAJIAN TEORI

 

KOMUNIKASI PEMASARAN

 

Komunikasi Pemasaran (Marketing Communication) adalah salah satu dari 4 elemen besar dari bauran pemasaran (marketing mix) yang dimiliki perusahaan. Pemasar harus mengetahui bagaimana menggunakan alat pemasaran untuk mengkomunikasikan keberadaan produk atau nilai yang dapat diberikan untuk target konsumen.

Bauran Komunikasi ( disebut juga bauran promosi) terdiri dari 5 cara yang merupakan alat pemasaran (marketing tools), yaitu : Advertising, Direct marketing, sales promotion, public relations & publicity and personal selling.

 

The Communication Process (Proses Komunikasi)

Dua elemen yang merupakan bagian besar dalam komunikasi yaitu pengirim (sender) dan penerima (receiver). Dua elemen lain yang merupakan alat komunikasi yaitu pesan (message) dan media serta 4 elemen lainnya yang merupakan fungsi komunikasi yaitu encoding (memberi kode) , decoding (mengartikan kode), response dan feedback. Elemen terakhir yaitu noise.

Pengirim memberikan kode-kode melalui message dengan cara yang sama seperti bagaimana penerima mengartikan kode-kode yang terdapat dalam message. Pengirim harus menyampaikan pesan lewat media yang efektif yang dapat menjangkau si penerima, selain itu pesan harus dalam bentuk yang dikenali oleh penerima. Pengirim juga harus membuat umpan balik sehingga dapat diketahui respon dari penerima.

Pesan yang dikirim tidak selalu dapat diterima sesuai keinginan pemberi pesan karena adanya perhatian yang selektif, pengubahan yang selektif dan pengingatan kembali yang selektif pada penerima pesan.

Steps in Developing Effective Communication

(Tahap-Tahap Membentuk Komunikasi yang Efektif)

  1. Mengidentifikasi Target Pendengar

Komunikator pemasaran harus memiliki target pendengar yang jelas. Pendengar (audience) dapat terdiri dari calon pembeli potensial dari produk perusahaan, pemakai produk, pengambil keputusan atau pemberi pengaruh. Audience bisa terdiri dari individu, kelompok, atau masyarakat khusus atau umum. Target audience ini akan berpengaruh terhadap keputusan yang diambil komunikator tentang apa , bagaimana, kapan, dimana dan kepada siapa harus bicara.

Komunikator harus mengetahui pula karakteristik dari audiencenya. Dengan melakukan audience analysis yang dikenal dengan Image analysis yaitu menilai image audience saat ini mengenai perusahaan, produknya dan para pesaingnya. Ini penting karena sikap tindakan seseorang terhadap suatu objek tergantung dari keyakinannya (belief) akan objek tersebut. Image adalah kesatuan keyakinan, ide, kesan yang dipegang seseorang terhadap suatu objek.

  1. Menentukan Tujuan Komunikasi

Respon akhir yang diinginkan dari target audience tentunya “membeli” dan “puas”. Namun tindakan membeli adalah hasil akhir dari proses yang panjang dalam pengambilan keputusan oleh konsumen. Komunikator pemasaran perlu mengetahui bagaimana target audience bergerak dalam tahap-tahap menuju kesiapan untuk membeli.

Pemasar mungkin ingin menempatkan sesuatu dalam benak konsumen (cognitive), merubah sikap konsumen (affective) atau mendorong konsumen untuk bertindak (behavioral).

Terdapat 4 model berbeda mengenai tahap respon konsumen yaitu “AIDA Model”, “Hierarchy of effects model”, “Innovation adoption model”, dan “Communication model”.

Yang paling sering digunakan yaitu “Hierarchy of effect model” (learn-feel-do), terdiri dari tahap-tahap yang merupakan tujuan bertahap dari komunikasi, adalah sebagai berikut :

    1. Awareness

Jika sebagian besar dari target audience belum sadar akan objek , maka tugas komunikator adalah membangun kesadaran konsumen akan keberadaan produk , mungkin dapat dengan pengenalan nama.

  1. Knowledge

Setelah audience sadar akan keberadaan produk, mungkin mereka tidak mempunyai pengetahuan yang lebih akan produk, sehingga komunikator harus memberikan pengetahuan akan produk kepada konsumen.

    1. Liking

Ketika konsumen sudah mengetahui tentang produk tersebut, lalu bagaiman perasaan mereka? Komunikator pemasaran harus berusaha agar konsumen menyukai produk tersebut. Jika konsumen terlihat tidak menyukai produk tersebut, pemasar harus tahu mengapa dan berusaha memperbaiki dan mengkomunikasikannya lagi.

    1. Preference

Konsumen mungkin menyukai produk itu tapi tidak lebih dari produk lain, sehingga pemasar harus membangkitkan preferensi konsumen akan produk yang ditawarkan. Pemasar akan mempromosikan kualitas produk, value, performance dan karakter lain.

    1. Conviction

Konsumen mungkin sudah lebih menyukai produk yang ditawarkan tapi tidak membangun keyakinan untuk membelinya . Karena itu tugas pemasar adalah membangun keyakinan konsumen untuk melakukan tindakan yang terbaik, yaitu membeli.

    1. Purchase

Terakhir, sebagian dari konsumen mungkin memiliki keyakinan tetapi belum juga membeli produk itu. Mungkin mereka menunggu informasi tambahan atau masih merencanakan tindakan selanjutnya. Pemasar harus mendorong konsumen untuk melakukan langkah akhir dengan cara menawarkan produk dengan harga yang lebih rendah, atau menawarkan hadiah.

  1. Merancang Pesan yang akan Disampaikan Dalam merancang bentuk pesan, ada 4 hal yang harus diperhatikan yaitu Apa yang harus dikatakan (isi pesan), bagaimana mengatakannya secara logis (struktur pesan), bagaimana mengatakannya lewat simbol-simbol (bentuk pesan) dan siapa yang akan mengatakannya (sumber pesan).
  • Isi Pesan bisa terdiri dari 3 jenis yang berbeda, yaitu :
    • Rational
      Pesan berisi tentang keunggulan produk dalam memberikan manfaat tertentu. Misalnya pesan yang berisi demo tentang kualitas produk, kehematan, value atau performance.
    • Emotional
      Isi pesan berusaha membangkitkan emosi negatif atau positif yang akan memberikan dorongan untuk membeli. Emosi negatif seperti rasa bersalah, takut, dan malu akan mendorong orang untuk melakukan sesuatu (menggosok gigi, periksa gigi, check up) atau berhenti melakukan sesuatu, misalnya merokok dan minum minuman keras. Emosi yang positif seperti rasa humor, sayang , bangga dan nyaman untuk mendorong orang untuk membeli produk yang ditawarkan.
    • Moral
      Isi pesan mengarahkan pikiran para konsumen tentang apa yang benar dan apa yang patut. Pemasar dapat memberikan dorongan-dorongan agar konsumen peduli dan mendukung terhadap maslah-masalah sosial, seperti kebersihan lingkungan, persamaan hak untuk wanita dan bantuan untuk yang kurang mampu. Pesan yang bertemakan tentang moral sangat jarang digunakan untuk produk kebutuhan sehari-hari.
    • Struktur Pesan

Efektifitas pesan juga tergantung dari strukturnya. Terdapat 3 jenis struktur pesan, yaitu : Conclusion Drawing

  • Berdasarkan riset yang mutakhir

Menunjukkan bahwa iklan yang terbaik adalah yang memberikan gambaran kesimpulan dengan memberi pertanyaan dan membiarkan penerima pesan membuat kesimpulannya masing-masing.

  • One-or two-sided arguments

Yaitu mengenai apakah pemasar harus memberikan pujian-pujian akan keunggulan produk tersebut saja (one sided) atau juga menyebutkan beberapa hal yang tidak memuaskan (two sided).

  • Order of presentation
    Dalam hal penyajian, apakah argumen yang paling kuat akan diberikan di awal atau di akhir.
  • Bentuk Pesan

Pemasar harus membuat bentuk pesan yang baik. Seperti dalam iklan (media cetak), harus diputuskan mengenai headline, ilustrasi, dan warna. Untuk pesan di radio, pemasar harus berhati-hati memilih kata-kata, kualitas suara dan vokal. Pesan yang disam[paikan lewat produk, yaitu melalui kemasannya, pemasar harus memperhatikan mengenai warna, tekstur, ukuran dan bentuk.

  • Sumber Pesan

Pesan yang disampaikan melalui sumber-sumber yang menarik untuk mendapat perhatian dan berkesan. Pembuat iklan dapat menggunakan selebritis sebagai juru bicara seperti artis, olahragawan, atau model. Pesan yang disampaikan melalui sumber pesan yang terpercaya akan lebih bersifat persuasif.
Faktor-faktor yang mendasari kredibilitas sumber pesan adalah keahliannya (expertise), kepercayaan (trustworthiness) dan mempunyai sifat menyenangkan (likability).

                        Memilih Saluran Komunikasi

Komunikator pemasaran harus memilih saluran yang efektif untuk menyampaikan pesan. Saluran komunikasi terdiri dari 2 jenis yaitu :

  • Personal
    Melibatkan 2 orang atau lebih yang saling berkomunikasi secara langsung. Komunikasi dapat dilakukan dengan tatap muka, berbicara di hadapan audience, lewat telepon atau lewat surat.
  • Non personal

Pesan disampaikan tanpa kontak personal atau interaksi perorangan, tapi lewat media, suasana dan peristiwa. Media, terdiri dari media cetak (koran, majalah), media penyiaran (radio, TV), media elektronik (audiotape, video) dan media display (billboards, sign, dan poster). Suasana adalah lingkungan, keadaan sekitar yang membentuk kecenderungan konsumen untuk membeli produk. Peristiwa adalah kejadian tertentu yang dirancang untuk menyampaikan pesan tertentu kepada target audience.

                        Membuat Anggaran Total untuk Promosi

Tahapan ini adalah tahapan yang paling sulit. Terdapat 4 metode yang bisa dipakai dalam menyusun anggaran promosi:

  • Affordable Method

Anggaran disusun berdasarkan kesanggupan perusahaan untuk mengeluarkan biayanya. Metode ini mengabaikan peran promosi sebagai investasi yang memiliki dampak meningkatkan volume penjualan dalam waktu dekat.

  • Percentage of Sales Method

Anggaran promosi disusun berdasarkan persentase tertentu terhadap penjualan (sekarang atau masa datang) atau terhadap harga jual. Terdapat 3 keuntungan dari metode ini, yaitu : pengeluaran promosi akan bervariasi sesuai dengan kesanggupan perusahaan. Dua, manajemen dapat mengetahui hubungan antara biaya promosi, harga jual dan profit per unit. Tiga, dapat meningkatkan daya saing.

  • Competitive-Parity Method

Anggaran disusun berdasarkan keinginan perusahaan untuk tetap mempertahankan market sharenya karena pengeluaran yang berdasarkan persentase sales sama seperti yang dilakukan pesaing lain.

  • Objective and Task Method

Anggaran disusun berdasarkan tujuan tertentu yang ingin dicapai, menentukan tugas-tugas yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan dan memperkirakan biaya untuk melakukan tugas-tugas tersebut. Jumlah dari biaya-biaya inilah yang akan dijadikan anggaran promosi.

                        Menetapkan Bauran Promosi

Total anggaran promosi yang telah disusun, kemudian dialokasikan untuk penggunaan alat promosi seperti iklan, promosi penjualan, direct marketing, public relation dan sales force. Dalam industri yang sama, tiap perusahaan dapat mempunyai alokasi anggaran yang berbeda.
Perusahaan selalu mencari cara untuk mendapatkan efisiensi dengan menggantikan alat yang satu dengan yang lain karena lebih hemat dan efektif.
Karakteristik dari tiap promotinal tools

  • Advertising:
    Presentasi untuk umum Diserap dengan baik karena dapat diulang beberapa kali Kesempatan yang lebih baik untuk memberikan ‘arti’ produk dengan mendramatisir cetakan, suara, warna. Impersonality, hanya monolog bukan dialog.
  • Sales Promotion:

Menyampaikan informasi lewat komunikasi Memberikan insentif untuk konsumen Mengundang/mengajak konsumen untuk melakukan transaksi saat itu juga.

  • Direct Marketing:

Melalui surat langsung, telemarketing, electronic marketing dll. Non publik, untuk orang tertentu Mengikuti kebiasaan konsumen
Up to date

  • Public Relations & Publicity:

Kepercayaan yang tinggi Off-guard, mencapai prospek yang lebih baik dari iklan dan salesman Dramatisasi

  • Personal selling:

Paling efektif, terutama untuk membangun preferensi, memberi keyakinan dan tindakan Konfrontasi personal Menanamkan kesan yang dalam di hati konsumen Adanya respon langsung dari konsumen

Faktor-faktor yang mempengaruhi bauran promosi:

  • Jenis produk yang dipasarkan

Perusahaan yang memasarkan consumer goods lebih banyak menggunakan iklan kemudian sales promotion, personal selling sdan public relation. Untuk industrial goods, lebih banyak menggunakan personal selling, kemudian sales promotion, iklan dan public relation.

  • Push Vs Pull Strategy

Push strategy : Meliputi kegiatan pemasaran (terutama sales force dan promosi penjualan) yang diarahkan pada saluran perantara (intermediari) untuk membujuk mereka agar mau memesan dan membawa produk untuk dipromosikan kepada end users.

Pull Strategy : Meliputi kegiatan pemasaran (terutama iklan dan promosi untuk konsumen) yang diarahkan pada end users untuk membujuk mereka agar meminta produk tersebut pada perantara sehingga perantara kemudian memesan produk tersebut ke perusahaan.

  • Buyer-readiness stage

Efektivitas dan biaya masing-masing promotional tools berbeda pada tiap-tiap tahapan proses pembelian. Iklan dan Publisitas adalah yang paling efektif pada tahap awal proses pembelian, sedangkan personal selling dan sales promotion adalah yang paling efektif untuk tahapan selanjutnya.

  • Product Life cycle Stage

Efektivitas dan biaya promotional tools juga berbeda pada tiap tahap siklus hidup produk. Dalam tahap Introduction, iklan dan publisitas akan efektif, kemudian diikuti dengan sales promotion utnuk membujuk orang agar mau mencoba dan personal selling untuk dapat mengkover distribusi yang luas.
Dalam tahap Growth, semua tools dapat diredam karena tingkat permintaan cukup tinggi. Pada tahap Maturity, sales promotion, advertising dan personal selling semuanya menjadi penting untuk dilakukan.
Pada tahap Decline, sales promotion harus terus dilaksanakan, iklan dan publisitas dikurangi dan salesman dapat memberi perhatian yang minimal untuk produk ini.

  • Company Market Rank

Merk-merk ranking teratas lebih banyak menggunakan iklan daripada sales promotion, sedangkan untuk merk-merk rangking dibawahnya, ketika profitabilitas menurun, akan lebih banyak menggunakan salespromotion daripada iklan.

                        Mengukur Hasil Promosi

Komunikator pemasaran harus mengukur dampak dari promosi. Kegiatan ini meliputi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada audience tentang pengenalan dan ingatan akan pesan yang disampaikan, berapa kali dilihat, apa yang diingat, bagaimana perasaannya tentang pesan tersebut, dan sikapnya terhadap produk tersebut dan perusahaan.

Selain itu komunikator pemasaran juga melakukan pengukuran tentang perilaku dan respon dari audience, seperti berapa orang yang membeli, yang menyukai dan yang memberi tahu kepada yang lain akan pesan tersebut.

                        Mengorganisasi dan Mengelola Komunikasi Pemasaran yang Terintegrasi
Komunikasi pemasaran yang terintegrasi (menyeluruh) akan menghasilkan pesan-pesan yang konsisten, penjadwalan yang tepat dan efektivitas biaya serta dampak yang lebih besar pada penjualan. IMC (Integrated Marketing Communication) akan mengembangkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan pelanggan yang tepat, dengan pesan yang tepat dalam waktu yang tepat dan pada tempat yang tepat

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

 

strategi DK agar bisa menggeser pemimpin pasar

Perjalanan PT Dua Kelinci agar bisa menggeser pemimpin pasar tidaklah mudah dimulai dari menggali informasi dari parakonsumen dengan mengadakan forum dengar pendapat yang pesertanya adalah calon pelanggan potensial. Dari forum tersebut, diperoleh kesimpulan ternyata sebagian konsumen enggan mengkonsumsi kacang karena beranggapan bahwa kacang menimbulkan kolesterol dan lemak.  Mereka tak tahu bahwa secara alami kacang memang bebas kolesterol, hanya proses pengolahannya yang kemudian mengakibatkan tak bebas kolesterol lagi.

Sejak tahun 2001, ikon bebas kolesterol dikomunikasikan sebagai keunggulan DK yang dicantumkan dikemasan produk maupun iklan kacang garing. mereka ingin mencuri pasar kompetitor dengan tagline tersebut. Dan hasilnya penjualan kacang garing langsung meningkat. Bahkan Bambang Suprapto manajer pemasaran DK menandai saat itu penjualan naik hingga 70an% peningkatan penjualan terutama terjadi pada wilayah-wilayah yang menjadi basis pasar DK kususnya sumatera  dan kalimantan.

            Sementara itu, untuk kacang atom, DK menggunakan tagline “tanpa pemutih dan tanpa pemanis buatan”. Tapi untuk iklan sanghai DK, DK menggunakan endorser wanita karena dianggap lebih efektif dalam penyampaian pesan.

Cara DK menghadapi ancaman dari para pesaingnya

Perubahan komunikasi DK membuat pesaingnya kelabakan. Seingga kemudian membuat strategi reaktif terhadap DK. Selain itu, beberapa kali DK berhadapan dengan pemerintah yakni BPOM dan Depperindag. Mula-mula kedua badan pemerintah itu bersama YLKI mendapat masukan dari asosiasi pengusaha kacang indonesia (APKIN) meminta klarifikasi DK yang menyebutkan dalam iklan dan kemasannya bahwa produknya bebas kolesterol. Ketiga lembaga tu sepakat bahwa berdasarkan penelitian ilmiah, semua kacang tanah memang bebas kolesterol meski telah mengalami proses pengolahan dalam perebusan, pengeringan atau pemanggangan.

Berbagai LSMpun ikut bereaksi seolah-olah ada yang menggerakkan, seperti LSM cinpurna lembaga pemantau masalah kefarmasian indonesia (IPhW) dan yaselam yang menyatakan iklan DK membodohi masyarakat dan menyesatkan. Mereka meyakini iklan DK bisa diajukan ke meja hijau karena melanggar UU no.8/1999 tentang perlindungan konsumen. Bahkan LSM cinpurna hampir mengikuti saran untuk mengajukan class action ke DK.

Menanggapi masalah tersebut, Dirut DK dengantegas mengutarakan dalam dengar pendapat diruang rapat Bupati Dati II Pati.ada tiga fakta penting yang diyakininya. Pertama: kacang tanah memang bebas kolesterol namun prosesnya tidak menjamin. Kedua: pencantuman Free kolesterol diluar negeri sudah berlangsung selama 10 tahun. Ketiga: kata baru dalam label yang dmaksud berarti kemasannya yang baru. Selain itu, DK juga menuruti perintah POM dan depperindag untuk merevisi materi iklannya termasuk menyetujui tes laboratorium. Dan dengan tes itu, depperindag mengucapkan terimakasih atas sikap kooperatif yang telah dilakukan oleh DK

Hal yang harus dilakukan DK untuk menjaga dan meningkatkan produknya dimasa mendatang

Liza felizia wulandari,Directur The Advisory, mengatakan strategi yang dikembangkan DK memang efektif dan jeli, karna dia mampu mengambil tema-tema komunikasi yang selama ini terlewatkan oleh pemimpin pasar. Karna Aspek komunikasi memang bisa menjadi ruang mencari diferensiasi. Komunikasi tersebut telah mmeningkatkan citra dan brand recall dari pelanggan potensial DK,dan kemungkinan juga meningkatkan frekuensi beli konsumen.

Namun Aspek komunikasi jangan menjaadi kekuatan satu satunya,harus diikuti dengan model modelyang baru agar kontinuitasnya terjaga,misalnya kualifikasi produk termasuk kemampuan distribusi. Liza juga menyarankan,sebaiknya DK dan Gaaruda tidak perlu konfrontatif karena potensi pasar yang belum digarap sangat besar,mestinya bukan diorientasikan mengambil pangsa kompetitor tapi mengedukasikan konsumen yang selama ini mengkonsumsi kacang tanpa meerek ke produk kacang yang bermerek.

 

 

KESIMPULAN

 

PT Dua kelinci berjuang mati-matian untuk bangkit setelah dihianati pemasok bahan bakunya “garuda”. DK memulai langkah untuk bangkitnya dengan bekerjasama dengan biro jasa periklanan “Artex” kemudian mereka  mengumpulkan informasi dari konsumen. Hasil yang didapat dari informasi tersebut adalah kebanyakan konsumen takut mengkonsumsi kacang karena takut akan bahaya kolesterol yang terkandung dalam kacang padahal secara alami kacang tidak mengandung kolesterol. Dengan informasi tersebut, DK menggunakan tagline dengan ikon bebas kolesterol. Selain itu untuk produk sanghai, DK juga menggunakan tagline yang berbunyi “tanpa pemutih dan tanpa pemanis buatan”. Dan hasilnya sangat membanggakan, penjualannya meningkat hingga 70%an.

Meskipun demikian langkah DK mendapat ancaman dari berbagai pihak. Mulai dari pesaingnya, pemetintah dan beberapa LSM. DK menanggapinya dengan menuruti permintaan BPOM dan depperindag untuk merubah materi iklannya dan menyetujui produknya untuk dilakukan tes laboratorium. Dan hal itu mendapat ucapan terimakasih oleh depperindag lewat suratnya.

Tapi untuk mempertahankan produknya, DK tidak cukup hanya menggunakan tagline sebagai jalan satunya. DK juga harus memperhatikan aspek yang lain.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  • Kotler, Philip dan Gary Armstrong. 1996. Dasar-dasar Pemasaran: Principle of Marketing 7e. Prenhallindo. Jakarta.
  • Wiharto, Bambang. 2002. Peran Mekanisme Agensi, Kepercayaan dan Komitmen dalam Membangun Nilai dan Loyalitas Pelanggan: Perspektif Pemasaran Jasa Relasional. Disertasi. Pascasarjana Ilmu Manajemen Universitas Indonesia.

 

By marzocchiahmed

makalah manajemen pemasaran lanjutan

MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN LANJUTAN

SUKSES DI PERMULAAN GAGAL DI AHIR

 DISUSUN OLEH      :

  •   Ahmad Marzuqi                       B.111.09.0086
  •   Andry Rais Pratama                B.111.09.0087
  •   Sinar Hubtrian Ade                 B.111.09.0061
  •   Benny Setiawan                        B.111.09.0079
  •   Feri Ardiawan                          B.111.09.0068
  •   Auvi Putra Varin                     B.111.09.0072
  •   Ade Habibi                                B.111.09.0066

 PROGRAM S1 MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SEMARANG

2011

BAB I. PENDAHULUAN

1.1  latar belakang

Suatu perusahaan membangun sebuah perumahan dengan pola 6:3:1 (6 rumah sangat sederhana (RSS) 3 rumah sederhana ( RS) dan 1 rumah mewah) yang sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang pembangunan komplek perumahan. Awal pembangunannya dipilih untuk membuat rumah tipe RSS lebih dahulu dengan tujuan kalau penjualan rumah tipe ini sukses maka masyarakat akan lebih mengenal perusahaan pengembang tersebut dan lokasi perumahannya.

Kenyataannya terbukti penjualan tipe rumah RSS mendapat respon positif dan laku semuanya. Selanjutnya perusahaan membangun rumah tipe RS dan sebagaimana tipe rumah RSS, tipe ini mendapat respon positif juga. Kesuksesan dalam memasarkan rumah tipe-tipe tersebut didukung dengan: 1) lokasi yang strategis dengan transportasi angkutan umum 24 jam. 2) fasilitas umum yang sangat memadahi, diantaranya: pasar, sekolah, tempat ibadah, tempat bermain anak-anak, taman dan lapangan olahraga. 3) lingkungan yang asri dengan pohon-pohon yang ditanam rapi, teratur dan terawat. 4) lokasi perumahan yang bebas banjir.

Perusahaan pengembang tersebut baru mendapatkan masalah ketika mulai memasarkan rumah dengan tipe Rumah Mewah yang dibangun belakangan dan menempati lokasi yang sama bahkan lokasinya diapit oleh tipe RS dan RSS. Ketika memasarkannya, mendapat respon negatif oleh orang-orang yang berkantong tebal,. Terbukti dengan tidak adanya transaksi penjualan sama sekali.

1.2  rumusan masalah

Berdasarkan latar belakan tersebut muncul beberapa permasalahan yang dihadapi dan harus diselesaikan, diantaranya:

  1. kesalahan apa yang menyebabkan tidak suksesnya penjualan tipe rumah mewah tersebut?
  2. Masyarakat memberi respon negatif terhadap tipe Rumah mewah, bagaimana caranya agar masyarakat bisa merespon positif?
  3. Dengan adanya respon negatif tersebut, apakah harus merubah konsep perumahan yang sudah terlanjur terbangun?
  4. Hal yang harus dilakukan perusahaan pengembang agar rumah tersebut bisa terjual, apakah harus dengan menurunkan harganya?

 

BABII. KAJIAN TEORI

Dari latar belakan yang telah kami tulis, terdapat beberapa teori yang berhubungan dengan kasus tersebut.

Differensiasi adalah tindakan merancang satu set perbedaan yang berarti untuk membedakan penawaran perusahaan dan penawaran pesaing. Buston consulting group membedakan empat jenis industri berdasarkan jumlah keunggulan kompetitif:

  1. Industri volume (volume industry) industri dimana perusahaan didalamnyahanya dapat memperoleh sedikit keunggulan kompetitif tapi berukuran cukup besar contoh industy konstruksi.
  2. Industri mati langkah (stelemate industry)  industri yang didalamnya hanya terdapat sedikit potensi keunggulsn kompetitif dan masing-masing kecil ukurannya.
  3. Industri terfragmentasi (fragmented industry) memiliki banyak peluang differensiasi tapi tiap peluang untuk keunggulan kecil.
  4. Industri terspesialisasi (spesialized industry) industri dimana perusahaan memiliki banyak pekuang differensiasi dan keunggulan besar.

Differensiasi produk adalah pembeda antara produk utama dengan produk pendukung yang meliputi keistimewaan, kinerja, kesesuaian, daya tahan, keandalan, mudah diperbaiki, gaya dan rancangan.

  • Keistimewaan adalah karakteristik yang melengkspi fungsi dasar produk.
  • Kualitas kinerja adalah mengacu pada tingkat dan karakteristik dasar produk itu beroperasi.
  • Kualitas kesesuaian adalah tingkat dimana sesuai unit yang diproduksi identik dan memenuhi spesifikasi sasaran yang dijanjikan.
  • Daya tahan (durability) adalah ukuran usia operasi produk yang diharapkan dalam kondisi normal atau berat.
  • Keandalan (reliability) adalah ukuran kemungkinan suatu produk tidak akan rusak atau gagal dalm suatu periode waktu tertentu.
  • Gaya (style) tampilan dan perasaan produk bagi pembeli.
  • Rancangan (design) totalitas keistimewaan yang mempengaruhi cara, penampilan dan fungsi.

 

 

Strategi posotioning

  • Penting: memberikan manfaat bernilai tinggi bagi banyak pembeli
  • Unik: yang tidak ditawarkan oleh siapapun
  • Unggul mempunyai manfaat lebih
  • Dapat dikomunikasikan
  • Mendahului: tidak mudah ditiru
  • Terjangkau (murah)
  • Menguntungkan

Penentuan posisi (positioning)

Tindakan perusahaan untuk menempati posisi yang berarti berbeda dalam benak pelanggan

Kesalahan positioning

Penentuanposisi yang kurang (underpositioning) pelanggan tidak benar-benar merasakan sesuatu yang kusus

Penentuan posisi yang berlebihan (overpositioning) pembeli mempunyai citra terlalu sempit terhadap merek

Penentuan posisi yang membingungkan (confused positioning) terlalu banyak posisi dan persepsi pelanggan malah bingung

Penentuan posisi yang meragukan (doubtfull positioning) posisi sukar mempercayai karena harga, keistimewaan atau pembuatan probuk itu.

 

BAB III. PEMBAHASAN

Kesalahan yang menjadi penyebab tidak seksesnya penjualan tipe rumah mewah tersebut diantaranya:

  • Dari segi differensiasi produk

Dalam differensiasi produk dikenal dengan adanya produk utama(unggulan) dan produk pendamping. Sedangkan dalam kasus ini tidak jelas mana yang dijadikan sebagai produk utama oleh perusahaan pengembang karena lokasi yang sama antara tiga tipe rumah tersebut dan juga fasilitas pendukung yang sama pula. Sehingga masyarakat yang berkantong tebal menganggap rumah mewah tesebut kurang nyaman dihuni dengan konsep pembangunan yang seperti itu. 

  • Dari segi positioning

Berawal dari tidak adanya pembeda antara rumah mewah dengan dua ripe rumah yang lain yakni tipe RSS dan RS, dalam segi fasilitas pendukung dan lokasinya, menyebabkan calon konsumen ragu dengan kualitas dan kenyamanan hidup jika mereka membeli rumah mewah tersebut. Sehingga terjadi kesalahan positioning yaitu doubtfull positioning ( posisi yang meragukan) yang berdampak pada tidak lakunya rumah tipe mewah tersebut.

  • Dari segi pemasaran

Dalam pemasaran sering sekali kita mendengar adanya marketing mix ( bauran pemasaran)yang diantaranya adalah produk, price, place dan promotion. Dalam kasus ini yang salah adalah sektor place dan promotionnya. Penempatan lokasi yang kurang bagus menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap gagalnya penjualan tipe rumah mewah. Tapi semua itu seharusnya bisa dikurangi dengan adanya promosi yang baik dan gencar. Sedangkam perusahaan pengembang ini hanya mengandalkan promosi dari penjualan tipe rumah RSS dan RS sehingga orang yang mengetahui tentang produk rumah mewah hanya orang-orang yang dekat dengan penghuni rumah tipe RSS dan RS saja sehingga masyarakat yang mengetahui hanya sedikit.

 

Cara agar masyarakat merespon positif terhadap rumah Tipe mewah

Yang pertama harus dilakukan agar masyarakat bisa memberikan respon positif terhadap rumah tipe mewah tersebut adalah merepositioning produk tersebut dibenak masyarakat dengan memberitahukan keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh rumah tipe mewah dibandingkan dengan runah tipe RS dan RSS, selain itu perusahaan pengembang juga harus melakukan promosi yang lebih agresif sehingga penyampaian keunggulan tersebut bisa sampai kesasarannya.

 

Apakah harus merubah konsep perumahan yang sudah terlanjur dibangun?

Jawabanya sudah pasti tidak karena merubah ulang pembangunan rumah mewah tersebut sama dengan membuang rumah yang telah terbangun sama juga dengan mengeluarkan biaya yang sama dengan membangun rumah mewah pertama kali. Dengan merubah ulang perumahan tidak akan menyelsaikan masalah yang ada tapi akan menambah masalah yang telah dihadapi.

Yang harus dilakukan adalah menambah keistimewaan dan kelebihan yang dimiliki rumah tipe mewah itu. Entah itu menambah fasilitas dalam rumah mewah, fasilitas pendukung kusus untuk penghuni rumah mewah ataupun dengan memberi akses masuk yang lebih mudah untuk rumah menuju rumah mewah tersebut. Dengan begitu diharapkan penawaran terhadap rumah mewah bisa lebih diperhatikan oleh masyarakat.

 

Apakah harus dengan menurunkan harganya?

Penurunan harga mungkin bisa menanggulangi masaah yang ada, tapi tidak akan menyelesaikan secara tuntas masalaha tersebut. Dengan menurunkan harga masyarakat mungkin akan mulai memperhatikan rumah mewah tersebut karena harganya yang murah tapi dilain sisi, masyarakat juga bisa menilai negatif pada perusahaan pengembang karena masyarakat ragu apakah kualitas yang ditawarkan benar-benar bagus apa tidak. Jadi penurunan harga menurut kami kurang efektif untuk mengatasi masalah tersebut.

 

BAB IV KESIMPULAN

 

Dari pembahasan diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada perusahaan pengembang tersebut tidak harus merubah ulang konsep pembangunan perumahan yang sudah terlanjur dibangun dengan konsep yang ada. Juga tidak harus menurunkan harga rumah mewah yang makah akan menambah buruk persepsi masyarakat terhadap perusahaan pengembang perumahan tersebut. Yang harus dilakukan perusahaan adalah menambah keistimewaan dan kelebihan dari rumah mewah tersebut sehingga masyarakan bisa lebih memperhatikan dan lebih mempertimbangkan rumah tipe mewah itu.

Tapi semua itu tidak akan terwujud tanpa adanya promosi yang agresif dan gencar yang harus dilakukan oleh perusahaan pengembang agar masyarakat bisa mengetahui keistimewaan dan kelebihan yang dimiliki rumah tipe mewah tersebut.

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Kotler, Philip dan Gary Armstrong. 1996. Dasar-dasar Pemasaran: Principle of Marketing 7e. Prenhallindo. Jakarta.
  • Wiharto, Bambang. 2002. Peran Mekanisme Agensi, Kepercayaan dan Komitmen dalam Membangun Nilai dan Loyalitas Pelanggan: Perspektif Pemasaran Jasa Relasional. Disertasi. Pascasarjana Ilmu Manajemen Universitas Indonesia.

 

By marzocchiahmed

makalah manajemen strategik

TUGAS MANAJEMEN STRATEGIK

HIERARKI MANAJEMEN STRATEGIK

Dosen Pengampu:

Dr. Ir. Hj. Kesi Wijdajanti SE., MM.

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh:

AHMAD MARZUQI

B.111.09.0086

 

UNIVERSITAS SEMARANG

SEMARANG

2011

 

 

 

 

HIERARKI MANAJEMEN STRATEGI

Manajemen strategi merupakan suatu aktifitas yang dijalankan oleh seluruh level manajemen dalam perusahaan. Ditinjau dari tugas dan fungsinya, manajemen strategi membentuk suatu piramida, dimana setiap tugas dari tingkatan piramida tersebut secara bersama melakukan formulasi strategi yang telah ditetapkan, sehingga proses pelaksanaannya bersifat bertingkat. Thompson & Stricland (1998:44)

Hierarki pengambilan keputusan dalam suatu perusahaan biasanya terdiri dari tiga jenjang. Pada puncak hirarki yang terletak tingkat korporasi (perusahaan) yaitu suatu urusan yang merupakan sebuah kumpulan bisnis yang secara relatif independen, yang kadang-kadang disebut sebagai Strategic Unit Bisnis.

Pada bagian tengah hirarki, pengambilan keputusan terletak tingkat bisnis atau strategi kompetitif. Para manajer yang terdapat di dalamnya biasanya disebut manajer bisnis dan korporasi. Mereka menerjemahkan rumusan arah dan keinginan yang dihasilkan pada tingkat korporasi ke dalam sasaran dan strategi yang kongkret untuk masing-masing divisi usaha.

Pada bagian bawah hierarki pengambilan keputusan strategi, terletak tingkat fungsional. Strategi fungsional berkaitan dengan interpretasi peran dari fungsi atau departemen dalam menerapkan strategi kompetitif. Dalam hal ini, strategi fungsional diarahkan oleh strategi kompetitif atau bisnis.

  1. 1.      Strategi Korporasi

Menentukan bidang usaha atau serangkaian bidang usaha yang diminati dan bagaimana perusahaan merencanakan strategi secara mendasar untuk dapat memimpin pada bidang usaha tsb. Strategi korporasi dirumuskan oleh manajemen puncak dan dirancang sedemikian rupa guna mencapai tujuan organisasi. Memformulasikan strategi korporasi di dalam perusahaan besar akan sangat sulit sekali sebab banyak sekali strategi tingkat bisnis yang sangat berbeda dan memerlukan koordinasi guna mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan. Demikian model strategi yang dipakai adalah portofolio bisnis, sbb:

  • Strategi Portofolio

Strategi portofolio adalah tipe strategi tingkat perusahaan yang berhubungan dengan bauran antara unit-unit bisnis (UBS=SBU) dan lini-lini produk yang sesuai satu sama lain dalam cara-cara yang masuk akal sehingga memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan. UBS (Unit Bisnis Strategi) merupakan suatu divisi organisasi yang memiliki misi bisnis, lini produk, pesaing dan pasar berbeda terhadap UBS lain dalam organisasi yang sama.

  • Matriks BCG

Matriks BCG (Boston Consulting Group) mengorganisir bisnis-bisnis dalam dua dimensi yaitu pertumbuhan bisnis dan pangsa pasar (market share).

  1. Tingkat pertumbuhan bisnis (Business Growth Rate) berkaitan dengan seberapa cepat industri mengalami peningkatan.
  2. Pangsa pasar (market share) mendefinisikan apakah sebuah unit bisnis memiliki pangsa yang lebih kecil atau lebih besar dibandingkan dengan pesaingnya.
  3. 2.      Strategi Bisnis

Merumuskan strategi bisnis melibatkan pengambilan keputusan pada tingkat unit bisnis. strategi bisnis merupakan istilah yang umum untuk menunjukkan bagaimana sebuah unit usaha merencanakan untuk bersaing dengan perusahaan lain yang bergerak pada bidang usaha yang sama. Di dalam strategi tingkat ini yamh ditujukan adalah bagaimana cara bersaingnya. Pendekatan yang berguna di dalam merumuskan strategi bisnis sebainya didasarkan atas analisis persaingan yang dicetuskan oleh Michael Porter:

Lima Kekuatan Kompetitif Porter

Pendekatan Porter didasarkan atas analisis 5 kekuatan persaingan. Tekanan persaingan mencakup:

  • Ancaman Pendatang Baru, perusahaan yang memasuki industri yang membawa kapasitas baru dan ingin memperoleh pangsa pasar yang baik dan laba, akan tetapi semua itu sangat tergantung kepada rintangan atau kendala yang mengitarinya.
  • Daya Tawar Menawar Pemasok, pemasok dapat juga menjadi ancaman dalam suatu industri sebab pemasok dapat menaikkan harga produk yang dijual atau mengurangi kualitas produk. Jika harga produk pemasok naik maka harga pokok perusahaan juga naik sehingga akan menaikkan harga jual produk. Jika harga jual produk naik maka sesuai dengan hukum permintaan, permintaan produk akan menurun. Begitu pula jika pemasok menurunkan kualitas produk, maka kualitas produk penghasil juga akan turun, sehingga akan mengurangi kepuasan konsumen.
  • Daya Tawar Menawar Pembeli, pembeli akan selalu berusaha mendapat produk dengan kualitas baik dan dengan harga yang murah. Sikap pembeli semacam ini berlaku universal dan memainkan peran yang cukup menentukan bagi perusahaan. Jika suatu produk dinilai harganya jauh lebih tinggi dari kualitas (harganya tidak mencerminkan yang sepantasnya) maka pembeli (konsumen) tidak akan membeli produk perusahaan.
  • Daya Tawar Produk Pengganti, produk pengganti secara fungsional mempunyai manfaat yang serupa dengan produk utama (asli), namun memiliki kualitas produk dan harga yang lebih rendah. Umumnya, produk pengganti disenangi oleh orang yang berpenghasilan rendah akan tetapi ingin tampil dengan status lebih tinggi dari keadaan sebenarnya.
  • Persaingan Antar Pesaing, persaingan konvensional selalu berusaha sekeras mungkin untuk merebut pangsa pasar perusahaan lain. Konsumen merupakan objek persaingan dari perusahaan yang sejenis yang bermain di pasar. Siapa yang dapat memikat hati konsumen maka perusahaan akan dapat memenangkan persaingan. Untuk dapat memikat konsumen maka berbagai cara dilakukan mulai dari memberikan fasilitas khusus, pemberian kredit dengan syarat ringan, harga murah atau diskon.

Strategi Kompetitif Porter

  1. Diferensiasi (Differentiation), adalah salah satu tipe strategi kompetitif di mana organisasi berupaya membuat produk atau jasa yang ditawarkannya berbeda dengan pesaing. Organisasi dapat menggunakan periklanan, fitur produk yang berbeda, pelayanan atau teknologi baru untuk meraih persepsi produk yang dianggap unik.
  2. Kepemimpinan Biaya (Cost Leadership), merupakan salah satu tipe strategi kompetitif di mana organisasi secara agresif berupaya menjadi lebih efisien (melakukan reduksi biaya) dari pesaing-pesaingnya dengan memotong biaya produksi dan pengawasan biaya yang sangat ketat.
  3. Fokus (Focus), adalah salah satu tipe strategi kompetitif yang menekankan pada kondentrasi terhadap suatu segmen pasar atau kelompok pembeli tertentu.

Strategi Fungsional

Strategi fungsional adalah strategi yang lebih bersifat teknis yang merupakan rumusan arahan dan pedoman dan operasional. berisi rencana untuk mencapai tingkat penggunaan sumber daya secara efisien, efektif dan optimal pada setiap fungsi guna mendukung strategi korporasi dan bisnis. Startegi tersebut terdiri dari 6 jenis, yaitu:

  1. Strategi produksi, strategi ini untuk menetapkan apa yang menjadi produk unggulan, produk kompetitif, produk baru, sesuai dengan kompetensi pokok yang dimiliki.
  1. Strategi pemasaran, strategi ini untuk menetapkan pasar mana yang akan digarap, kondisi pasar yang bagaimana yang akan diinginkan, dan lain sebagainya.
  2. Strategi promosi, strategi ini merupakan kelanjutan dari pemasaran dan produksi, dimana promosi apa yang dihendak diluncurkan, media apa yang akan digunakan untuk promosi dan sebagainya.
  3. Strategi keuangan, dimana berkaitan dengan pendanaan serta ketersediaan dana baik untuk produksi, pemasaran  dan bagian fungsional lainnya. Dari mana dana tersebut didapat dan bagaimana penggunaannya.
  4. Strategi sumber daya manusia (SDM), merupakan strategi yang penting dan harus mencakup seluruh fungsi manajemen. Pemilihan SDM yang tepat dan berkompeten pada bidang yang tepat sangat lah diperlukan.
  5. Startegi fungsional lainnya, ini berkaitan dengan pihak luar seperti suplier, konsultan, agen dan lain sebagainya dengan memperhatikan transparansi, kejujuran, dan keterbukaan.

 

Contoh penerapannya dalam perusahaan:

Strategi Manajemen Keuangan 

Strategi ini harus mampu menentukan arah penggunaan dana baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek. Strategi ini umumnya berkisar pada tiga hal, yaitu bagaimana perusahaan memperoleh modal, alokasi kapital, dan manajemen modal kerja termasuk dalam hal pembagian keuntungan. 

Unilever saat ini memang fokus melakukan pertumbuhan organik seperti peningkatan omset penjualan, laba perusahaan dan menekan struktur biaya. Namun tidak menutup kemungkinan melakukan pertumbuhan anorganik. Sepanjang kiprahnya di Indonesia, Unilever telah empat kali mengakuisisi merek. Akuisisi teh celup Sari Wangi dilakukan tahun 1990, Yoohan (dengan berbagai merek seperti Molto, Trisol, Whipol) tahun 1998, kecap Bango tahun 2000 dan Taro tahun 2003. Dalam melakukan akuisisi, Unilever selalu menggunakan dana keuangan internal, tidak perlu injeksi dana kantor pusat. Ia menekankan, akuisisi hanya akan dilakukan jika bisa mendukung bisnis utama Unilever yang telah ada. Unilever tidak akan keluar dari bisnis utamanya, memproduksi dan memasarkan barang-barang konsumer. Strategi manajemen keuangan Unilever dilakukan melalui pendirian kantor pemasaran Unilever Indonesia ke berbagai negara seperti Singapura, Jepang dan Australia. Sabun Lux buatan Rungkut, ice cream Wall’s dan teh Sari Wangi buatan made in Cikarang bisa ditemukan di ketiga negara ini. Total ekspor produk Unilever Indonesia mencapai 6% dari omset penjualan.

Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia 

Kegiatan manajemen sumber daya manusia berkisar pada pengadaan, penggunaan dan pemeliharaan sumber daya manusia. Agar ketiga pokok kegiatan tersebut berjalan lancar perlu disiapkan sistem yang handal. Tahap pengadaan mencakup perencanaan SDM, rekrutmen, seleksi dan orientasi. Tahap penggunaan perlu memperhatikan kesesuaian antara kemampuan SDM dan apa yang menjadi tugas serta tanggung jawabnya. Juga perlu diperhatikan hal-hal mengenai kesempatan memperoleh pelatihan dan pendidikan, supervisi, penilaian kinerja, imbalan serta jaminan perlindungan dan kesehatan kerja. Terakhir, pada tahapan pemeliharaan sumber daya manusia tujuannya adalah bagaimana agar karyawan merasa puas bekerja.

Salah satu kekuatan Unilever ada pada kualitas sumber daya manusia. Unilever secara rutin merekrut lulusan baru dari universitas terkemuka. Setelah itu diberikan pelatihan sistem produksi, pemasaran dan keuangan selama tiga bulan. Mereka tidak langsung kerja tetapi ditraining terlebih dahulu di berbagai bidang seperti manufaktur, pemasaran, penelitian dan pengembangan. Saat ini tenaga kerja yang diserap oleh Unilever secara langsung berjumlah 3.000 orang ini belum termasuk tenaga kerja tidak langsung. Total tenaga kerja yang terserap berjumlah 25.000 orang. Jika diansumsikan satu orang memiliki empat anggota keluarga maka perusahaan menanggung nasib sekitar 100.000 orang.

Strategi Manajemen Operasional 

Merumuskan strategi manajemen operasional paling tidak membutuhkan dua komponen, yaitu adanya sarana dan prasarana yang memadai dan cara menyediakan sarana dan prasarana tersebut. Dari dua komponen diatas, hal-hal pokok dalam manajemen operasional dapat dijabarkan menjadi beberapa bidang, yaitu inventarisasi, prosedur, pembelian barang, pengendalian mutu, biaya produksi, produktivitas kerja, jadwal produksi, tenaga kerja, penggunaan fasilitas, dan pemeliharaan peralatan.

Strategi Manajemen Operasional Unilever adalah penyertaan, merangkul perbedaan, menciptakan kemungkinan dan berkembang bersama-sama untuk bisnis yang lebih baik kinerjanya. Perusahaan merangkul keragaman dalam tenaga kerja. Ini berarti memberikan perhatian penuh dan adil kepada semua pemohon dan pembangunan berkelanjutan semua karyawan tanpa memandang jenis kelamin, kebangsaan, ras, kepercayaan, cacat, atau status sosial. Keanekaragaman memainkan peranan penting dalam memastikan perusahaan memahami kebutuhan konsumen. Produktivitas kerja yang berusaha ditingkatkan dari tahun per tahun dengan melatih SDM dalam bidang produksi dan keuangan

Strategi Manajemen Pemasaran 

Ada empat komponen pokok bidang pemasaran yang dapat dikendalikan perusahaan yang kita kenal dengan sebutan 4P(Product, Price, Place, dan Promotion), termasuk pula kondisi persaingan.

Dalam strategi pemasaran, Unilever menciptakan brand masing-masing pada setiap produk, sehingga membagi pasar produk sabunnya dalam 3 merek, yaitu Lux (untuk kecantikan wanita dengan segala manfaat dari sabun Lux), Lifebuoy (Kesehatan-keluarga) dan Dove (kecantikan sejati karena cantik itu tidak mengenal usia, ras dan batasan yang lain sera menonjolkan keistimewaan formulanya yang hingga kini belum bisa dicontoh oleh produsen sabun dimanapun), atau bagaimana Sosro membagi konsumennya berdasarkan jenis produk teh botol Sosro (umum), Estee (menyukai volume/isi lebih banyak) dan Fruit tee (anak muda/khususnya anak sekolah yang menyukai teh rasa buah & cenderung suka rasa manis).Unilever tidak saja menjawab kebutuhan pasarnya tetapi juga memastikan kempetitornya untuk berfikir beberapa kali sebelum menyemplungkan diri kekancah persaingan tersebut.

By marzocchiahmed

makalah manajemen resiko

MAKALAH MANAJEMEN RESIKO

SISTEM PENGELOLAAN RISIKO PADA PT NINDYA KARYA (Persero)

 DISUSUN OLEH      :

  •   Ahmad Marzuqi                       B.111.09.0086
  •   Feri Ardiawan                          B.111.09.0068

 PROGRAM S1 MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SEMARANG

2011

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    LATAR BELAKANG

Perusahaan Jasa Konstruksi Menurut Porter (1980) perusahaan adalah sekumpulan kegiatan yang dilaksanakan untuk merancang, memasarkan, mengantarkan, dan mendukung produknya. Tujuan suatu perusahaan adalah mempertahankan kelangsungan hidup, melakukan pertumbuhan, serta meningkatkan profitabilitas.

Tiga tujuan tersebut merupakan pedoman arah strategis semua organisasi bisnis. Perusahaan yang tidak mampu bertahan hidup tidak akan mampu memberi harapan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Perusahaan yang kompetitif diindikasikan dengan adanya sumber daya manusia yang mempunyai keterampilan dan kecakapan kerja yang baik dan inovatif, sehingga perusahaan tidak mengalami kesulitan dalam persaingan bebas. Selain itu harus mempertimbangkan kualitas kerja, memiliki kecepatan, menghasilkan produk yang efisien serta memperhatikan kepuasan pelanggan.

PT NINDYA KARYA (Persero) Sebagai Perusahaan yang bergerak dalam bidang Jasa Konstruksi,menerapkan Sistim Manajemen Risiko pada proses Utama Bisnis Perusahaan sebagai upaya peningkatan kualitas pengelolaan Perusahaan (Corporate Governance Practise), Rencana Kerja Anggaran Perusahaan, Rencana Jangka Panjang Perusahaan serta Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004, SMK3 Permen 05/1996 & OHSAS 18001:2007. Sistim Manajemen Risiko PT NINDYA KARYA (Persero) diberlakukan sejak tanggal 17 Mei 2005 berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT NINDYA KARYA (Persero) No. 168/DUT-I/KPTS/SEKPER/05/2005.

 

  1. B.     PERUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang yang telah dituliskan diatas, maka dapat ditarik sebuh permasalahan yaitu bagaimanakah sistem manajemen resiko yang baik dalam PT Nindya Karya, dengan beberapa pertanyaan berikut:

  1. Bagaimana implementasi manajemen resiko pada PT Nindya Karya?
  2. Apa langkah-langkah PT nindya Karya untuk menanggulangi resiko?

BAB II

PEMBAHASAN

 

Industri konstruksi adalah industri yang mencakup semua pihak yang terkait dengan proses konstruksi termasuk tenaga profesi, pelaksana konstruksi dan juga para pemasok yang bersama-sama memenuhi kebutuhan pelaku dalam industri (Hillebrandt 1985). Dibandingkan dengan industri lain, misalnya industri pabrikan (manufacture), maka bidang konstruksi mempunyai karakteristik yang sangat spesifik, bahkan unik. Karakteristik usaha jasa konstruksi terdiri dari :

  • Produk jual sebelum proses produksi dimulai
  • Produk bersifat ”custom-made”
  • Lokasi produk berpindah-pindah
  • Proses produk berlangsung dialam terbuka
  • Penjualan produk dilakukan dialam terbuka
  • Proses produk melibatkan berbagai jenis peralatan berbagai klasifikasi dan kualifikasi tenaga kerja, serta berbagai tingkatan teknologi
  • Penawaran suatu pekerjaan konstruksi umumnya berdasarkan pengalaman melaksanakan pekerjaan sejenis

 

  1. IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO PT NINDYA KARYA (PERSERO)
    Implementasi Manajemen Risiko PT NINDYA KARYA (Persero), sebagai berikut :

1.      Identifikasi Risiko       

Proses ini meliputi identifikasi risiko yang mungkin terjadi dalam suatu aktivitas usaha. Identifikasi risiko secara akurat dan komplet sangatlah vital dalam manajemen risiko. Salah satu aspek penting dalam identifikasi risiko adalah mendaftar risiko yang mungkin yang akan terjadi sebanyak mungkin. Teknik-teknik yang dapat digunakan dalam identifikasi risiko antara lain ;

  • Brainstorming
  • Survey
  • Wawancara
  • Informasi historis
  • Kelompok kerja

2.      Analisa Risiko

Setelah melakukan identifikasi risiko, maka tahap berikutnya adalah pengukuran risiko dengan cara melihat potensial terjadinya seberapa besar severity (kerusakan) dan probabilitas terjadinya risiko tersebut. Penentuan probabilitas terjadinya suatu event sangatlah subyektif dan lebih berdasarkan nalar dan pengalaman beberapa risiko memang mudah untuk diukur,  namun sangatlah sulit untuk memastikan probabilitas suatu kejadian yang sangat jarang terjadi. Sehingga pada tahap ini sangatlah penting untuk menentukan dugaan yang terbaik supaya nantinya kita dapat memprioritaskan dengan baik  dalam implementasi perencanaan manajemen risiko. Kesulitan dalam pengukuran risiko adalah menentukan kemungkinan terjadi suatu risiko karena informasi statistik tidak selalu tersedia untuk  beberapa risiko tertentu. Selain itu, mengevaluasi dampak severity(kerusakan) seringkali cukup sulit untuk asset immaterial.

3. Pengukuran Risiko

Pada dasarnya, pengukuran risiko mengacu pada dua faktor : kuantitas risiko dan kualitas risiko. Kuantitas risiko terkait dengan berapa banyak nilai yang rentan terhadap risiko. Kualitas risiko terkait dengan kemungkinan suatu risiko muncul. Semakin tinggi kemungkinan risiko terjadi, semakin tinggi pula risikonya. Data historis merupakan salah satu sumber identifikasi risiko sekaligus sumber untuk mengukur besarnya risiko. Namun, analisis biasanya perlu melakukan penyesuaian, karena kondisi masa depan tidak selalu sama dengan masa lalu. Hanya dalam kondisi bahwa masa yang akan datang sama dengan masa lalu, kualitas dan kuantitas risiko cukup berdasarkan hasil analisis masa lalu. Semakin tinggi gejolak atau perubahan eksternal dan internal perusahaan, semakin perlu revisi dilakukan.

4. Pemetaan Risiko

Perusahaan tidak perlu menakuti semua risiko, karena ada risiko yang perlu mendapat perhatian khusus, tetapi ada pula risiko yang dapat diabaikan. Tujuan pemetaan risiko adalah untuk menetapkan prioritas risiko berdasarkan kepentingan bagi perusahaan. Pada intinya perusahasan meminimalisir risiko tersebut,  agar total pengelolaan risiko lebih  rendah dari manfaatnya maka pengelolaan risiko berguna bagi pencapaian tujuan perusahaan. Dan juga dapat melihat indikasi bahaya dari risiko tersebut.

a.       Indikasi bahaya

Pelaksanaan konstruksi mempunyai risiko untung atau rugi yang sangat divergen yang semua baru dapat diketahui pada saat proyek selesai dilaksanakan secara tuntas.Tantangan Masalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Proyek Konstruksi di Indonesia proyek konstruksi di negara-negara berkembang, terdapat tiga kali lipat tingkat kematian dibandingkan dengan di negara-negara maju.Masalah umum mengenai K3 ini juga terjadi pada penyelenggaraan konstruksi. Tenaga kerja di sektor jasa konstruksi mencakup sekitar 7-8% dari jumlah tenaga kerja di seluruh sektor, dan menyumbang 6.45% dari PDB di Indonesia. Sektor jasa konstruksi adalah salah satu sektor yang paling berisiko terhadap kecelakaan kerja, disamping sektor utama lainnya yaitu pertanian, perikanan, perkayuan, dan pertambangan. identifikasi risiko tersebut dapat dilihat berdasarkan fakta bahwa :

  • Jumlah tenaga kerja di sektor konstruksi yang mencapai sekitar 4.5 juta orang,
  • Sebanyak 53% di antaranya hanya mengenyam pendidikan sampai dengan tingkat Sekolah    Dasar, bahkan sekitar 1.5% dari tenaga kerja ini belum pernah mendapatkan pendidikan formal apapun.
  • Sebagai besar dari mereka juga berstatus tenaga kerja harian lepas atau borongan yang tidak memiliki ikatan kerja yang formal dengan perusahaan. Kenyataan ini tentunya mempersulit penanganan masalah K3 yang biasanya dilakukan dengan metoda pelatihan dan penjelasan-penjelasan mengenai Sistem Manajemen K3 yang diterapkan pada perusahaan konstruksi
  • Sumber daya manusia yang bersifat sementara selama proyek berlangsung,
  • Proyek bersifat unik karena tidak ada proyek yang sama satu dengan yang lain,
  • Keorganisasian proyek bersifat sementara.

Sifat – sifat dalam proyek konstruksi ini berpotensi mengakibatkan terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan menjadi resiko. Resiko tersebut ada dalam semua aspek yang membutuhkan perencanaan dan pengaturan , akan tetapi kompleksitas dan tingkat risiko dalam tiap-tiap pekerjaan sangat variatif tergantung seberapa besar pekerjaan dan bidang yang dijalankan. Risiko dan ketidak pastian ada dalam semua aspek pekerjaan konstruksi tanpa melihat ukuran  kompleksitas, lokasi, sumber daya , maupun kecepatan konstruksi suatu proyek . Hal yang terpenting bahwa persepsi terhadap resiko adalah factor kunci dalam membuat keputusan dan harus diperhitungkan dalam semua prosedur penilaian resiko yang harus dikelola.

b.      Penilaian Risiko Kecelakaan Kerja Pada Proyek Konstruksi 

Industri jasa konstruksi merupakan salah satu sektor industri yang memiliki risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Berbagai penilaian dapat dilakukan dalam hal penyebab utama kecelakaan kerja pada proyek konstruksi adalah :

  • Karakteristik proyek konstruksi yang bersifat unik,
  • Lokasi kerja yang berbeda-beda, terbuka dan dipengaruhi cuaca,
  • Waktu pelaksanaan yang terbatas, dinamis dan menuntut ketahanan fisik yang tinggi,
  • Banyak menggunakan tenaga kerja yang tidak terlatih.
  • Manajemen keselamatan kerja yang sangat lemah, akibatnya para pekerja bekerja dengan metoda pelaksanaan konstruksi yang berisiko tinggi.

c.       Risiko Kecelakaan Kerja Pada Proyek Konstruksi

Pekerjaan-pekerjaan yang paling berbahaya adalah pekerjaan yang dilakukan pada ketinggian dan pekerjaan galian. Pada ke dua jenis pekerjaan ini kecelakaan kerja yang terjadi cenderung serius bahkan sering kali mengakibatkan cacat tetap dan kematian. Jatuh dari ketinggian adalah risiko yang sangat besar dapat terjadi pada pekerja yang melaksanakan kegiatan konstruksi pada elevasi tinggi. Biasanya kejadian ini akan mengakibat kecelakaan yang fatal. Sementara risiko tersebut kurang dihayati oleh para pelaku konstruksi, dengan sering kali mengabaikan penggunaan peralatan pelindung (personal fall arrest system) yang sebenarnya telah diatur dalam pedoman K3 konstruksi.

Jenis-jenis kecelakaan kerja akibat pekerjaan galian dapat berupa tertimbun tanah, tersengat aliran listrik bawah tanah, terhirup gas beracun, dan lain-lain. Bahaya tertimbun adalah risiko yang sangat tinggi, pekerja yang tertimbun tanah sampai sebatas dada saja dapat berakibat kematian. Di samping itu, bahaya longsor dinding galian dapat berlangsung sangat tiba-tiba, terutama apabila hujan terjadi pada malam sebelum pekerjaan yang akan dilakukan pada pagi keesokan harinya. Data kecelakaan kerja pada pekerjaan galian di Indonesia belum tersedia, namun sebagai perbandingan, Hinze dan Bren (1997) mengestimasi jumlah kasus di Amerika Serikat yang mencapai 100 kematian dan 7000 cacat tetap per tahun akibat tertimbun longsor dinding galian serta kecelakaan-kecelakaan lainnya dalam pekerjaan galian.

Masalah keselamatan dan kesehatan kerja berdampak ekonomis yang cukup signifikan. Setiap kecelakaan kerja dapat menimbulkan berbagai macam kerugian. Di samping dapat mengakibatkan korban jiwa. 

5. Pengelolaan Risiko

Sumber daya manusia didalam organisasi harus dikelola dengan baik, Pengelolaan sumber daya manusia dalam organisasi terdiri dari :

  • Pengadaan personil
  • Pengembangan personil melalui pelatihan dan pendidikan
  • Pemberian imbalan
  • Integrasi personil kedalam organisasi
  • Pemeliharaan terhadap personil yang ada
  • Pemberhentian personil

 

 

  1. LANGKAH-LANGKAH YANG DAPAT DI TEMPUH DALAM MENANGGULANGI KECELAKAAN KERJA DI INDUSTRI :
    1. 1.      Peraturan perundang-undangan

Untuk memperkecil risiko kecelakaan kerja, sejaka awal tahun 1980an pemerintah telah mengeluarkan suatu peraturan tentang keselamatan kerja khusus untuk sektor konstruksi, yaitu Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per-01/Men/1980. Adanya ketentuan dan syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknik dan teknologi. Penerapan semua ketentuan dan persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku semenjak tahap perencanaan. Penyelenggaraan pengawasan pelaksanaan K3 langsung di tempat kerja.

  1. 2.      Standarisasi.

Penyusunan standar tertentu yang bertalian dengan konstruksi dan keadaan yang aman dari peralatan industri, Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau alat pelindung diri. Dengan adanya standar K3 yang baik dan maju akan menentukan tingkat kemajuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

  1. 3.      Inspeksi / Pengawasan.

Pada dasarnya merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka pemeriksaan dan pengujian terhadap keadaan tempat kerja, mesin, pesawat, alat dan instalasi, sejauh mana masalah ini masih memenuhi ketentuan dan persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

  1. 4.      R i s e t

Riset dapat meliputi antara lain : teknis, medis, psychologis dan statistik, yang dimaksudkan untuk menunjang tingkat kemajuan bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja sesuai perkembangan ilmu pengetahuan teknik dan teknologi 

  1. 5.       Pendidikan dan Latihan.

Dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran akan arti pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja, disamping meningkatkan kualitas pengetahuan dan ketrampilan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

  1. 6.       Persuasi

Pendekatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja secara pribadi dengan tidak menerapkan dan memaksakan melalui sangsi – sangsi.

7 .  Asuransi

Dapat diterapkan misalnya dengan cara premi yang lebih rendah terhadap perusahaan yang memen uhi syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja mempunyai tingkat kekerapan (FR) dan Keparahan kecelakaan (SR) yang rendah di perusahaannya. Penanganan masalah kecelakaan kerja juga didukung oleh adanya UU No. 3/1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Berdasarkan UU ini, jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek) adalah perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan uang sebagai pengganti sebagian penghasilan yang hilang atau berkurang dan pelayanan sebagai akibat dari suatu peristiwa atau keadaan yang dialami oleh tenaga kerja berupa kecelakaan kerja, sakit, hamil, bersalin, tua dan meninggal dunia.

Jamsostek kemudian diatur lebih lanjut melalui PP No. 14/1993 mengenai penyelenggaraan jamsostek di Indonesia. Kemudian, PP ini diperjelas lagi dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. PER-05/MEN/1993, yang menunjuk PT. ASTEK (sekarang menjadi PT. Jamsostek), sebagai sebuah badan (satu-satunya) penyelenggara jamsostek secara nasional. Sebagai penyelenggara asuransi jamsostek, PT. Jamsostek juga merupakan suatu badan yang mencatat kasus-kasus kecelakaan kerja termasuk pada proyek-proyek konstruksi melalui pelaporan klaim asusransi setiap kecelakaan kerja terjadi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

KESIMPULAN

 

Dari uraian mengenai berbagai aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada penyelenggaraan konstruksi di PT Nindya Karya (persero), dapat diambil kesimpulan bahwa bebagai masalah dan tantangan yang timbul tersebut berakar dari rendahnya taraf kualitas hidup sebagian besar masyarakat. Dari sekitar 4.5 juta pekerja konstruksi Indonesia, lebih dari 50% di antaranya hanya mengenyam pendidikan maksimal sampai dengan tingkat Sekolah Dasar. Mereka adalah tenaga kerja lepas harian yang tidak meniti karir ketrampilan di bidang konstruksi, namun sebagian besar adalah para tenaga kerja dengan ketrampilan seadanya dan masuk ke dunia jasa konstruksi akibat dari keterbatasan pilihan hidup.

Permaslahan K3 pada jasa konstruksi yang bertumpu pada tenaga kerja berkarakteristik demikian, tentunya tidak dapat ditangani dengan cara-cara yang umum dilakukan di negara maju. Langkah pertama perlu segera diambil adalah keteladanan pihak Pemerintah yang mempunyai fungsi sebagai pembina dan juga “the biggest owner.” Pihak pemilik proyek lah yang memiliki peran terbesar dalam usaha perubahan paradigma K3 konstruksi. Dalam penyelenggaraan proyek-proyek konstruksi yang didanai oleh APBN/APBD/Pinjaman Luar Negeri, Pemerintah antara lain dapat mensyaratkan penilaian sistem K3 sebagai salah satu aspek yang memiliki bobot yang besar dalam proses evaluasi pemilihan penyedia jasa. Di samping itu, hal yang terpenting adalah aspek sosialisasi dan pembinaan yang terus menerus kepada seluruh komponen Masyarakat Jasa Konstruksi, karena tanpa program-program yang bersifat partisipatif, keberhasilan penanganan masalah K3 konstruksi tidak mungkin tercapai.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

v  Djohan putro, Bramantyo. 2006. Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi. Jakarta: Argya Putra

v  Hinze, J., and Bren, K. (1997). “The Causes of Trenching Related Fatalities and Injuries,” Proceedings of Construction Congress V: Managing Engineered Construction in Expanding Global Markets, ASCE, pp 389-398.

v  Surat Keputusan Bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Tenaga Kerja No. Kep. 174/MEN/1986-104/KPTS/1986: ”Pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Tempat Kegiatan Konstruksi.”

v  Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.PER-01/MEN/1980 “Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan.”

v  Peraturan Pemerintah RI No. 14 Tahun 1993 “Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja.”

http://www. nindyakarya.co.id/ implementasi/manajemenrisiko.

 

 

 

 

By marzocchiahmed

pesan-pesan bisnis (kombis)

PERENCANAAN PESAN-PESAN BISNIS

Perencanaan pesan bisnis adalah proses komposisi penyusunan pesan bisnis. Proses itu sendiri terdiri dari perencanaan tujuan audiens, ide, saluran ; pengorganisasian ide; membuat draf, merangkai kata / kalimat/ paragraph; dan merevisi.

 

Tujuan dalam perencanaan bisnis harus dievaluasi apakah tujuan realistis, waktu tepat, dan dapat diterima. Tujuan juga harus diuji apakah sesuai dengan kemampuan, ketepatan waktu dan orang, dan selaras dengan tujuan organisasi.
Untuk membuat perencanaan bisnis yang baik komunikator perlu melakukan analisis audiens. Caranya aadalah dengan mengembangkan profil audiens dan menganalisa pemuasan konsumen. Komunikator mengantisipasi rekasi audiens, memperkirakan jumlah, mengetahui hubungan komunikator dengan audiens apakah kenal atau tidak. Untuk pemuasan audiens komunikator perlu mengetahui kebutuhan informasi audiens. Pemuasan juga bisa dilakukan dengan motivasional dengan pendekatan argumentasi, rasional, dan emosi audiens. Pemuasan emosional digunakan untuk mengubah perilaku audiens. Akan tetapi ada hambatan yaitu audiens cederung tidak mau berubah untuk hal baru.

 

Penentuan ide pokok untuk menemukan cara mencapai tujuan tertentu bisa dilakukan dengan brainstorming. Brainstorming dilakukan melalui beberapa cara : story teller tour, random list, CFR (Conclusion Finding Recommendation)Worksheet, question and answer chain, dan journalist approach.

 

Dalam seleksi saluran perlu dipertimbangkan beberapa hal yaitu tingkat kepentingan, formalitas, kompleksitas,kerahasian, emosi, biaya, dan harapan audiens.
Saluran lisan memiliki kelebihan cepat mendapat feedback dan menyampaikan pesan, audiens merasa nyaman, reaksi audiens terbaca, dan ekonomis. Bentuk saluran lisan adalah percakapan, wawancara, diskusi, seminar, lokakarya, pelatihan, pidato, dan presentasi. Saluran lisan informal itu tidak terstruktur tapi ide lancer. Saluran lisan formal terjadi saat RUPS, presentasi, dan penganugerahan. Alat Bantu yang digunakan adalah film, video, rekaman, LCD, dan slide.

 

Saluran tulisan memiliki kelebihan yaitu lebih teratur karena komunikator sempat merencanakan dan mengendalikan isi pesan. Bentuknya adalahsurat, memo, dan proposal.Setelah Memperoleh gambaran mengenai berbagai macam bentuk saluran komunikasi baik formal maupun informal langkah berikutnya adalah melakukan perencanaan pesan-pesan bisnis, yang mencakup pesan yang tertulis maupun lisan.

 

Perencanaan bisnis merupakan satu langkah strategis bagi pencaaian tujuan suatu organisasi secara menyeluruh. Pesan-pesan bisnis yang terencana dengan baik mempermudah pencapaian tujuan komunikasi. Makalah ini akan menjelaskan tentang perencanaan pesan-pesan bisnis yang difokuskan pada perencanaan pesan-pesan bisnis secara tertulis

 

 

 

Yang termasuk perencanaan pesan-pesan bisnis adalah :

1. Pemahaman Proses Komposisi

Penyusunan proses komposisi seperti halnya proses menciptakan lagu;merencanakan lagu, membuat aransemen dan menentukan musisinya hinnga melakukan revisi-revisi hingga lagu enak didengar. Begitu juga proses penyusunan pesan-pesan bisnis; perencanaan, pengorganisasian, dan revisi.

2. Perencanaan

Beberapa hal perlu diperhatikan dalam perencanaan diantaranya maksud komunikasi, sasaran audiens, ide pokok, saluran yang digunakan.

3. Pengorganisasian

Organisasi dan komposisi erat kaitannya dengan penyusunan kata kalimat, dan paragraf perlu diperhatikan penggunaan kata, kalimat, dan paragraf yang sederhana, mudah dimengerti, dan dilaksanakan.

4. Revisi

Seluruh maksud dan isi pesan ditelaah kembali dari substansi pesan yang akan disampaikan,gayapenulisa, struktur kalimat, dan bagaimana tingkat pemahaman. Pengecekan dilakukan agar pesan tersampaikan sesuai perencanaan.

5. Penentuan Tujuan

Tahap pertama dalam merencanaka suatu pesan bisnis adalah memikirkan maksud atau tujuan komunikasi. Untuk dapat melakukan hal itu, pertama anda harus menentukan tujuan yang jelas sesuai tujuan organisasi.

6. Mengapa tujuan harus jelas

Penentuan tujuan yang jelas bagi suatu organisasi akan dapat membantu proses pengambilan keputusan yang mencakup antara lain :

  1. keputusan untuk meneruskan pesan
  2. keputusan untuk menanggapi audiens
  3. keputusan untuk memusatkan isi pesan

7. Tujuan komuikasi bisnis.

Secara umum ada tiga tujuan komunikasi bisnis yaitu : memberi informasi, persuasi, dan melakukan kolaborasi

8. Cara menguji tujuan

Untuk menguji apakah suatu tujuan yang telah ditetapkan tersebut sudah baik atau belum perlu pengujian dengan empat pertanyaan berikut.

  1. apakah tujuan tersebut realistik
  2. apakah waktunya tepat
  3. apakah orang yang mengirimkan pesan sudah tepat
  4. apakah tujuannya selaras dengan tujuan orgsnisasi perusahaan

9. Analisis Audiens

Bila suatu komunikasi telah memiliki maksud dan tujuan yang jelas, langkah berikutnya adalah memperhatikan audiens yang akan dihadapi.

1. Cara mengembangkan profil audiens.

Mengembangkan suatu profi audiens boleh dikatakan gampang – gampang susah. Penentuan profil audiens dalam hal ini tidak akan mengalami kesulitan karena audiens adalah orang – orang yang sudah dikenal, akantetapi akan menjadi sulit bila belum.dalam kasus ini komunikator perku melakkukan investigasi untuk mengantisipasi reaksi mereka.

  1. menentukan ukuran serta komposisi audiens
  2. siapa audiens
  3. reaksi audiens
  4. tingkat pemahaman audiens
  5. hubungan komunikator dengan audiens

2. Cara memuaskan audiens akan kebutuhan informasi

Kunci komunikasi yang efektif adalah dengan menentukan kebutuhan informasi audiens dan selanjutnya berusaha memenuhi kebutuhan tersebut dengan lima tahap di bawah ini ;

  1. cari apa yang diingikan oleh audiens
  2. antisipasi pertanyaan yang tidak diungkapkan
  3. berikan semua informasi yang diperlukan
  4. pastikan bahwa informasinya akurat
  5. tekankan ide – ide yang menarik bagi audiens

3. Cara memuaskan kebutuhan motivasional audiens

Ada kecenderungan bahwa audiens tidak mau mengubah sesuatu yang ada dengan hal yang lebih baru. Cara mengatasinya adalah dngfan mengatur pesan – pesan sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima audiens dengan mudah. Pendekatan yang dapa deliakukan adalah dengan memberikan argumentasi yang bersifat rasional. Meskipun pendekatan argumentasi merupakan cara yang baik, perlu juga untuk mencoba menggunakan pendekatan emosi.

10. Penentuan Ide Pokok

Setelah menganalisis tujuan dan audiens delanjutnya adalah menentuka cara mencapai tujuan tersebut. Setiap pesan bisnis akan bermuara pada satu tema pokok yaitu ide pokok.

Sebelum menentukan ide pokok hal – hal penting yang harus diidentifikasikan terlebih dahulu :

1. Teknik Curah Pendapat

beberapa teknik curah pendapat yang dapat digunakan antara lain :

  1. storyteller’s tour
  2. random list
  3. cfr (conclusions findings recomendation) worksheet
  4. journalist approach
    1. quetion and answer approach

2. Pembatasan Cakupan

Penyajian informasi rutin terhadap audiens hendaknya menggunakan kata – kata yang singkat. Ide pokok dari pesan – pesan disesuaikan dengan waktu yang tersedia sehingga poin yang penting tidak terabaikan selain itu ide pokok yang disampaikan harus mudayh dimengerti dan diterima oleh audiens.

11. Seleksi saluran dan media

Ide pokok dari pesan – pesan bisnis dapat disampaikan melalui dua saluran yaitu saluran lisan atau oral atau tertulis.

1. Komunikasi Lisan

Salah satu kebaikan dari komunikasi lisan adalah kemampuan memberikan feedback dengan segera. Kelebihan lain adalah sifatnya yang ekonomis. Pendekatan lisan juga bermanfaat apabila yang disajikan adalah informasi kontroversial karena reaksi audiens dapat terbaca dari bahasa isyarat mereka.

2. Komunikasi Tertulis

Salah satu kelebihan komunikasi tertulis adalah peneulis mempunyai keempatan untuk merencanakan dan mengendalikan pesan – pesan mereka. Suatu format tulisan diperlukan jika informasi disampaikan kompleks dan dibutuhkan catatan permanan untuk referensi.

Kesimpulan

Dapat diambil kesimpulan bahwa dalam penyusunan pesan-pesan bisnis terdiri atas tiga hal yaitu perencanaan, komposisi, dan revisi. Langkah lain dalam penyusunan pesan-pesan bisnis adalah dengan menentukan ide pokoknya. Ide pokok merupakan rangkuman pesan-pesan yang disampaikan. Selain itu dalam merencanakan pesan-pesan bisnis perlu juga dilakukan pemilihan saluran komunikasi yang akan digunakan

 

 

PENGORGANISASIAN PESAN-PESAN BISNIS

                                 

A.     ARTI PENTING PENGORGANISASIAN PESAN-PESAN

 

         Dalam suatu organisasi, pesan-pesan yang disampaikan oleh pemimpin kepada para bawahan, terkadang tidak terorganisasi dengan baik. Hal ini menyebabkan pesan-pesan yang disampaikan tidak mengenai sasaran atau hasilnya tidak sesuai dengan apayang dikehendaki.      

         Dengan  mengatur ide-ide secara logis, berurutan, dan tidak bertele-tele, ide yang disampaikan akan dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhan informasi, motivasi, maupun praktis bagi audiens. Mengorganisasi pesan-pesan secara baik adalah suatu keharusan dan menjadi tantangan bagi komunikator. Hal yang perlu diperhatikan dalam mengorganisasi pesan-pesan yang baik sebagai berikut :

1.            Subjek dan tujuan harus jelas.

2.            Semua informasi harus berhubungan dengan subjek dan tujuan.

3.            Ide-ide harus dikelompokkan dan disajikan dengan cara yang logis.

4.            Semua informasi yang penting harus sudah tercakup.

         Suatu pesan yang disusun dengan baik akan membantu bagi audiens terutama dalam hal-hal berikut ini :

1.            Memahami pesan yang disampaikan

Dengan mengemukakan hal-hal penting secara jelas, menyusun ide-ide secara logis dan berurutan, dan memasukan semua informasi yang relevan dalam pesan, maka audiens akan lebih mudah dalam memahami maksud dan isi pesan. 

2.            Membantu audiens menerima pesan

Pengorganisasian pesan-pesan yang baik disamping membantu audiend dalam memahami maksud pesan, juga membantu audiens untuk dapat menerima isi pesan tersebut.

3.            Menghemat waktu audiens

Apabila suatu pesan tidak terorganisasi dengan baik, penyampaiannya akan menghabiskan waktu audiens. Salah satu tujuan pengorganisasian pesan-pesan yang baik adalah penyampaian informasi atau ide-ide yang relevan saja. Dengan hanya menyampaikan informasi yang relevan, waktu audiens akan dapat dihemat. Disamping itu, audiens dapat dengan mudah mengikuti alur pemikiran pesan yang disampaikan, tanpa harus memeras otak dan mengerutkan dahi.

4.            Mempermudah pekerjaan komunikator.

Pengorganisasian pesan-pesan yang baik dapat membantu pekerjaan komunikator, sehingga dapat selesai lebih cepat dan menghemat waktu. Hal ini merupakan faktor yang penting dalam dunia bisnis, dimana penyelesaian pekerjaan berjalan dengan baik, cepat, dan efisien.Dengan mengetahui apa yang ingin disampaikan, dan menetahuo cara menyampaikannya, rasa percaya diri komunikator akan meningkat. Semakin tinggi rasa percaya diri komunikator, semakin cepat dan efisien dalam menyelesaikan pekerjaan.

 

B. HAL-HAL YANG MENYEBABKAN PESAN-PESAN  TAK TERORGANISIR

a. Bertele-tele

b. Memasukkan bahan-bahan yang tidak relevan

c. Menyajikan ide-ide yang tidak logis

d. Informasi penting kadangkala tidak tercakup dalam pembahasan

 

C. PENTINGNYA PENGORGANISASIAN YANG BAIK

. Pengorganisasian yang balk:

• Subjek dan tujuan harus jelas.

• Semua informasi harus berhubungan dengan subjek dan tujuan.

• Ide-ide harus dikelompokkan dan disajikan dengan cara yang logis

Apa sebenarnya manfaat pengorganisasian yang baik ?

1. Membantu audience memahami suatu pesan

2. Membantu audience menerima suatu pesan

 

Menghemat waktu : apabila pesan tidak terorganisir dengan baik. Penyampaiannya akan menghabiskan waktu audence

Mempermudah pekerjaan komunikator

pengorganisasian pesan-pesan yang baik dapat membantu pekerjaan komunikator, sehingga dapat selesai lebih cepat dan hemat waktu

 

D.     PENGORGANISASIAN PESAN-PESAN MELALUI OUTLINE

         Untuk mencapai pengorganisasian pesan-pesan yang baik maka diperlukan suatu cara agar pesan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi setiap penggunanya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara :

1.            Mendefinisikan dan Mengelompokkan Ide

Memutuskan apa yang harus dikatakan adalah masalah mendasar bagi setiap komunikator yang harus dicari pemecahannya. Jika materi memang lemah, tidak memiliki suatu muatan yang menarik, maka akan mengaburkan fakta yang ada.

Apabila penyusunan pesan yang panjang dan kompleks, maka outline sangat diperlukan dan menjadi penting artinya. Hal ini karena dengan adanya outline akan sangat membantu memvisualisasikan hubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain. Selain itu, outline juga membantu untuk mengkomunikasikan ide-ide dengan cara yang lebih sistematik, efisien dan efektif. Melalui perencanaan yang baik outline akan membantu mengekspresikan transisi antara ide-ide sehingga audiens akan memahami pola pikir komunikator.

Susunan suatu outline secra garis besar dapat digolongkan ke dalam tiga golongan, antara lain :

a.              Memulai dengan Ide Pokok, akan sangat membantu dalam menetapkan tujuan dan strategi umum dari suatu pesan. Ide pokok dirangkum ke dalam dua hal yaitu : keinginan terhadap audiens untuk melakukan dan memikirkannya, sebagai alasan yang mendasar bagi audiens mengapa harus melakukan dan memikirkannya.

b.             Menyatakan hal-hal pendukung yang penting, yang akan sangat berguna dalam mendukung ide-ide pokok.

c.              Membuat ilustrasi dengan bukti-bukti, semakin banyak bukti-bukti yang dapat disajikan, maka outline yang dibuat akan semakin baik.

 

2.            Menentukan Urutan dengan Rencana Organisasional

Setelah mengelompokkan ide-ide, langlah selanjutnya adalah menentukan urutan-urutan terhadap ide-ide tersebut aga selaras dengan rencana organisasional, melalui dua pendekatan yaitu :

a.              Pendekatan Langsung (direct approach), sering disebut juga dengan pendekatan deduktif , dimana ide pokok muncul paling awal, kemudian diikuti bukti-bukti pendukungnya. Biasanya reaksi dari audiens akan positif dan menyenangkan jika menggunakan pendekatan ini.

b.             Pendekatan Tidak Langsung (indirect approach), atau sering disebut dengan pendekatan induktif, dimana bukti-bukti diletakan paling awal, kemudian baru diikuti dengan ide pokok. Biasanya audiens akan merespon negatif dan tidak menyenangkan.

         Setelah menganalisa berbagai kemungkinan respon yang ada dari dalam diri audiens serta telah menemukan suatu pendekatan yang terbaik, maka tahap selanjutnya adalah menentukan jenih pesan yang akan dibuat atau disampaikan. Secara garis besar jenis pesan yang dapat di sampaikan meliputi permintaan langsung (direct request), pesan-pesan rutin, good news atau goodwill, pesan-pesan bad news dan pesan-pesan persuasif. 

 RENCANA-RENCANA ORGANISASIONAL:

1.         PERMINTAAN LANGSUNG (DIRECT REQUEST)

Jenis / tipe pesan yang paling umum digunakan adalah penyampaian langsung pada poin yang dituju.

         Jenis atau tipe pesan bisnis yang paling sering digunakan adalah penyampaian yang langsung paha hal yang dituju. Pesan ini dapat berbebtuk surat dan memo. Contoh dari pesan permintaan langsung ini dat terlihat pada pembuatan surat pesanan, permintaan rutin, aduan atau klaim, permintaan kredit rutin

Isi dari sebuah surat Direct Request harus terdiri dari 3 bagian antara lain:

1.             Bagian Awal

Bagian ini merupakan bagian pendahuluan atau pembukaan, yang berisi tentang alasan kita dalam mengajukan atau meminta sesuatu. Kalimat yang digunakan hendaknya haruslah jelas, singkat dan tidak bertele-tele, tujuannya adalah agar pihak atau orang yang membaca pemintaan kita menjadi lebih paham akan maksud yang tergan dung dalam surat permintaan tersebut.

2.             Bagian Pertengahan

Bagian ini merupakan penjelasan rinci dari apa yang kita tulikan pada bagian pendahuluan, berisi hal-hal yang bersifat rincian dari maksud permintaan. Teknis penyusunan kalimat dan kata-kata dapat menggunakan serangkaian pertanyaan terutama jika permintaan menyangkut perlengkapan yang sangat kompleks. Dapat berisi tentang pertanyaan mengenai teknis, dimensi serta kegunaan sesuatu yang kita minta. Jika permintaan lebih dari satu jenis, sebaiknya kita membuat daftar dan memberi nomor secara berurutan.

3.             Bagian akhir

Bagian ini merupakan bagian penutup yang sebaiknya diisi dengan suatu permintaan beberapa tanggapan khusus, lengkap dengan batas waktu, dan ekspresi terhadap apresiasi maupun pemberian goodwill. Untuk mempermudah pembaca, sebaiknya perlu mencantumkan beberapa informasi penting seperi nomor telepon, jam kerja, dan petugas yang dapat dihubungi.

2.              PERMINTAAN INFORMASI RUTIN

Pesan-pesan badnews: berisi berita buruk (badnews seperti penolakan suatu lamaran, penolakan kredit, perampingan karyawan, penurunan pangkat , audience pada umumnya akan kecewa. Pesan-pesan persuasi : untuk melakukan tindakan tertentu seperti penagihan pinjaman , penjualan produk, pendekatan yang digunakan adaah persuasi

         Surat permintaan rutin layak untuk memperoleh perhatian secara bijaksana. Dalam kebanyakan organisasi, memo dan surat-surat seperti itu dikirim ke ratusan bahkan ribuan karyawan, konsumen, klien dan para pemegang saham.

         Surat permintaan rutin mempunyai potensi untuk membentuk suatu kesan positif atau citra yang baik bagi suatu organisasi perusahaan.

         Oleh karena itu, ketika menulis suatu surat permintaan rutin, anda harus menjaga maksud/ tujuan menulis suatu pesan dalam ingatan anda. Anda harus bertanya pada diri sendiri apa yang anda inginkan terhadap pembaca setelah mereka memahami pesan yang anda sampaikan.Surat permintaan rutin layak untuk memperoleh perhatian secara bijaksana. Dalam setiap organisasi, memo dan surat-surat dikirim ke ratusan bahkan ke ribuan karyawan , konsumen, klien dan sebagainya. Surat permintaan rutin mempunyai potensi untuk membentuk suatu kesan positif atau citra yang baik bagi organisasi yang bersangkutan. Pedoman dalam menulis surat ini bahwa harus dijaga maksud dan tujuan menulis suatu pesan dalam ingatan kita. Dalam membuat surat permintaan rutin perlu diperhatikan tiga pertanyaan, yaitu : apa yang diketahui, mengapa hal tersebut perlu diketahui, mengapa hal ini dapat membantu.

         Dalam kaitannya dengan direct request, maka permintaan rutin dapat berasal dari dalam maupun luar organisasi bisnis.

1.             Permintaan dari dalam organisasi

Meskipun suatu permintaan dapat saja dilakukan secara lisan, namun beberapa pesan permintaan dapat dibuat lebih permanen dalam bentuk tertulis, seperti memo. Memo dalam bentuk tertulis akan dapat menghemat waktu dan membantu audiens mengetahui secara tepat apa yang diinginkan.

Pengiriman memo dapat dilakukan antara karyawan dengan karyawan, pimpinan dengan karyawan, pimpinan dengan supervisor dan sebagainya..

2.             Permintaan dari luar organisasi

Sebagai seorang pelaku bisni prifesional perlu adanya komunikasi dengan para pelanggan, pemasok, dan perusahaan lain untuk berbagai keperluan bisnis. Selain itu, banyak surat-surat yang harus dikirim ke luar organisasi untuk memperoleh informasi penting, seperti informasi produk baru, katalog buku terbaru, keinginan untuk menjalin kerjasama bisnis, keinginan untuk berlangganan. Disamping itu , dapat juga memberikan respon terhadap ilkan yang dipasang di suatu surat kabar. Dalam hal ini perlu diperhatikan tiga hal, yaitu : dimana kita membaca iklan tersebut, jelaskan apa yang kita maksud, cantumkan alamat yang jelas dan lengkap untuk balasan surat.

 

4.         PENULISAN PERMINTAAN RUTIN DAN PESAN-PESAN POSITIF

Menulis pesan-pesan baik yang berupa surat-surat untuk kalangan intern maupun ekstern perusahaan dan memo merupakan hal yang rutin. Penyampaian pesan-pesan rutin, good news dan good will dapat dilakukan dengan pendekatan langsung (direct approach).

Pendekatan langsung (direct approach) memiliki beberapa keunggulan yaitu:

1.             Meningkatkan pemahaman secara komprehensif (menyeluruh)   ketika pertama kali

2.             membaca suatu pesan)

3.             Menekankan pada hasil suatu analisis yang telah anda lakukan

4.             Menghemat waktu bagi audiens karena mereka dapat segera mengetahui apa maksud pesan tersebut dan juga dapat memutuskan segera pada bagian mana yang perlu memperoleh perhatian dan yang tidak perlu memperoleh perhatian secara seksama.

Sedangkan kelemahannya adalah faktor kebiasaan dimana orang cenderung menyampaikan  suatu pesan berdasarkan cara berpikirnya dan kesulitan untuk mengubah pola pikir yang cenderung  langsung ke pokok bahasan, hal ini terkait dengan pola pendidikan yang telah diajarkan sebelumnya.

Dalam menyampaikan pesan-pesan bisnis (komunikasi) yang positif, bak melalui lisan atau tulisan, maka bentuk-bentuk pesan yang disampaikan akan mengikuti suatu formula yang sederhana, yaitu mulai dengan ide-ide pokok yang jelas. Diusahakan dalam bagian awal, penulisan pesan-pesan positif dimulai dengan pernyataan yang jelas dan tegas.

Pada bagian pertengahan, sampaikan penjelasan secara rinci. Bagian ini adalah bagian penjelasan rinci dan porsi terbanyak dibanding dengan bagian awal dan akhir.

Pada bagian akhir pesan-pesan positif, umumnya diakhiri dengan pemberian kesan yang baik atau pernyataan yang ramah dan harapan tindakan khusus yang diinginkan oleh audiens.

3. PERMINTAAN TIDAK LANGSUNG DAN PESAN PERSUASIF

MENULISKAN PESAN GOODWILL dan GOOD NEWS

Meskipun hubungan dalam bisnis sebagian besar diwarnai dengan pertimbangan manfaat dan biaya, namun ada saatnya perusahaan menjalin hubungan personal dengan relasi bisnisnya.

Perusahaan dapat meningkatkan hubungannya dengan konsumen dan relasi bisnis lain dengan mengirimkan pesan yang bersifat kekeluargaan.

Pesan-pesan yang bersifat kekeluargaan tsb mempunyai pengaruh positif thd bisnis.

Beberapa bentuk goodwill yang sering dibuat oleh perusahaan adalah ucapan selamat (congratulations), messages of appreciation, condolences dan greetings.

Ucapan selamat (congratulations)

Bagaimana menyusunnya : pertama-tama ide pokok diletakkan pada bagian awal pesan. Setelah itu diikuti dengan rincian atau informasi tambahan yang mendukung ucapan selamat. Selanjutnya diakhiri dengan penutup. Usahakan meyakinkan dan menggambarkan penerima memang layak mendapatkan itu

Penghargaan (Messages of Appreciation)

Dapat diberikan pada individu yang tepat yang memang seharusnya medapat penghargaan. Atau pada relasi bisnis, karena jasanya terhadap perusahaan

UCAPAN (Condolences)

Ucapan duka cita menunjukkan perhatian terhadap perusahaan atau individu. Bencana atau musibah dapat berupa perush yang mengalami bencana spt kebakaran, kemalingan, kerugian lain. Penyusunan ucapan duka cita dimulai dengan pernyataan atau kalimat yang menunjukkan rasa simpati.

Ucapan salam (greetings)

Ucapan salam biasanya diberikan kepada orang-orang yang ada dalam perusahaan ataupun pada relasi spt pemasok, konsumen. Tujuan ucapan salam adalah menunjukkan hubungan yang ramah atau hangat diantara mereka

 

         Kualifiksi bentuk goodnews dalam komunikasi bisnis :

1.            Good News tentang pekerjaan

Umumnya surat yang menginformasikan kabar baik atau berita yang menyenangkan (good news) menggunakan pendekatan langsung. Contoh good news berkaitan dengan masalah pekerjaan, antara lain penerimaan kerja, kenaikan pangkat/ jabatan/ posisi, memperoleh bonus kerja, tunjangan hari raya, kenaikan gaji dan pengakuan/ penghargaan prestasi kerja.

2.      Good News Tentang Produk

Good News yang berkaitan dengan produk antara lain, pembicaraan diskon harga produk, sistem beli 3 produk dapat tambahan 1 produk gratis (buy 3 get 1 free), pemberian kupon diskon harga produk, membeli produk dalam jumlah tertentu akan memperoleh hadiah tertentu (seperti kalender tahun baru, produk aksesoris atau produk pelengkap).

3.      Pesan-Pesan Goodwill

Goodwill adalah suatu perasaan positif yang dapat mendorong orang untuk menjaga hubungan bisnis. Sebagai pelaku bisnis, seseorang dapat juga mendorong hubungan baik dengan berbagai pihak, seperti pelanggan, pemasok atau pelaku bisnis lainnya dengan penyampaian pesan-pesan secara bersahabat atau catatan-catatan singkat yang tak diharapkan, yang secara tidak langsung berkaitan dengan tujuan bisnis tertentu.     .

PENULISAN PESAN-PESAN PERSUASIF

         Persuasi merupakan suatu usaha mengubah sikap, kepercayaan atau tindakan audiens untuk mencapai suatu tujuan. Secara sederhana, persuasi yang efektif adalah kemampuan untuk menyampaiakan suatu pesan di dalam suatu cara yang membuat audiens (pembaca atau pendengar) merasa mempunyai pilihan dan membuat mereka setuju.

Meskipun kebanyakan pesan-pesan bisnis adalah rutin, namun dalam beberapa situasi tertentu diperlukan pesan yang didesain untuk memotivasi atau memberi persuasi kepada orang lain. Penyampaian pesan ini tidak hanya  digunakan untuk kepentingan internal organisasi namun dapat pula digunakan untuk kepentingan eksternal organisasi seperti permintaan atau informasi yang bersifat menyenangkan, atau kegiatan untuk mendapatkan dana dan kerjasama.

         Pesan-pesan persuasif bertujuan untuk mempengaruhi audiens yang cenderung mempertahankan ide atau gagasannya. Pesan-pesan persuasif umumnya lebih lama, lebih rinci, dan tergantung pada perencanaan strategis yang cukup ketat.

Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menuliskan pesan-pesan persuasif antara lain :

1.             Analisis Audiens

Penyampaian pesan-pesan persuasif yang terbaik adalah dengan cara menhubungkan suatu pesan dengan minat dan hasrat audiens. Untuk mengakomodasi perbedaan individual, maka perlu menganalisis audiens dan kemudian menyusun suatu pesan yang dapat menjadi daya tarik bagi kebutuhan mereka. Cara yang paling mudah dalam menilai kebutuhan audiens adalah dengan berpedoman pada teori kebutuhan dari Maslow yang menyatakan bahwasanya manusia memiliki lima kebutuhan yang sifatnya berjenjang..

 

2.             Mempertimbangkan Perbedaan Budaya

3.             Pemahaman terhadap perbedaan budaya yang ada bukan saja akan membantu dalam memuaskan kebutuhan audiens, tetapi juga akan membantu bagaimana mereka akan memberikan penghormatan. Memberikan persuasi untuk budaya yang berbeda akan  berbeda cara memberikan persuasinya.

4.             Memilih Pendekatan Organisasional

 Agar penyampaian pesan persuasif dapat tempat sasaran dan sesuai dengan apa yang  dikehendaki maka perlu diperhatikan cara penyampaiannya kepada audiens, apakah    menggunakan pendekatan langsung atau tidak langsung.

          Persuasi yang efektif mencakup empat komponen penting, yaitu :

1.             Menetapkan kredibilitas

Bagi seorang komunikator tingkat kredibilitas ditentukan oleh sejaumana tingkat kepercayaan dan reabilitas dirinya. Kredibilitas adalah kapabilitas untuk dapat dipercaya oleh orang lain. Cara yang digunakan untuk menumbuhkan kredibilitas seseorang adalah dengan fakta, berupa dokumen, statistik, jaminan, dan hasil riset yang menjadi bukti objektif yang mendukung kredibilitas seseorang.

Cara lain yang dapat dilakukan guna menambah kredibilitas seseorang adalah menjadi seorang pakar atau ahli dalam bidang tertentu, antusias terhadap materi yang disampaikan, objektif dalam penilaian sesuatu, sikap hormat dapat membantu memfokuskan kebutuhan audiens, kejujuran dapat menumbuhkan penghargaan audiens, intensitas yang baik akan membantu minat audiens, dan pengalaman latar belakang baik sikap, kepercayaan sebelumnya dapat membantu mengidentifikasi audiens.

2.             Membuat kerangka argumentasi audiens

Kerangka argumentasi dapat dibuat berdasarkan rencana organisasional AIDA (Attention, Interest, Desire dan Action).

a.              Attention (Perhatian), meyakinkan audiens dibagian permulaan bahwa ada sesuatu yang akan disampaikan. Memperkenalkan suatu masalah atau ide yang membuat audiens mau mendengar pesan-pesan yang akan disampaikan.

b.             Interest (Minat), menjelaskan relavansi pesan-pesan yang disampaikan dengan audiens. Mengembangkan pernyataan yang telah disampaikan pada fase pertama secara rinci. Menghubungkan pesan-pesan yang akan disampaikan dengan manfaat secara spesifik yang dapat dinikmati oleh audiens.

c.              Desire (Hasrat), mengubah keinginan audiens dengan menjelaskan bagaimana perubahan yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi audiens, dan berusaha untuk mengimplementasikan ide atau gagasan.

d.             Action (Tindakan), menyarankan tindakan spesifik yang diinginkan terhadap audiens. Perlu juga dipikirkan bagaimana audiens akan memperoleh manfaat dari tindakan yang dilakukan, serta menemukan cara agar tindakan tersebut mudah untuk dilakukan.

3.             Memilih Daya Pemikat

Umumnya pesanpesan persuasif menggunakan daya pemikat dengan logika (logical appeals) dan daya pemikat emosional (emotional appeals) untuk melakukan persuasi audiens.

Kedua pendekatan ini akan memiliki keseimbangan apabila tergantung pada tindkan yang diharapkan, harapan para audiens, tingkat resistensi yang diatasi, kemampuan menjual ide atau gagasan tersebut.

a.           Pemikat Emosional

Dalam melakukan persuasi audiens, dapat memanfaatan emosi yang dilandasi dengan suatu argumentasi atau dalam bentuk simpati kepada audiens sepanjang pemikat emosional bersifat kuat. Dapat menggunakan kata-kata yang sangat berpengaruh pada emosi seseorang seperti kebebasan, keberhasilan, nilai, penghargaan, kenyamanan, dan keamanan.

b.           Pemikat Logika

Dalam berbagai hal, penggunaan pendekatan ini dapat dilakukan seperti membuat aduan (claim) dan memberikan dukungan atas aduan tersebut dengan memberikan alasan dan bukti-bukti yang ada. Adapun penggunaan pendekatan ini didasari atas berbagai alasan diantaranya :

         Analogi, adalah menggunakan suatu alasan dari bukti-bukti spesifik menuju bukti-bukti fisik pula.

         Induksi, adlah memberikan berbagai alasan dari bukti-bukti spesifik menuju kesimpulan umum.

         Deduksi, Pemberian alasan dari yang bersifat umum untuk kesimpulan yang khusus.

c.            Pertimbangan Etika

Persuasif dapat digunakan untuk mempengaruhi audiens dengan memberikan informasi dan menambah pemahaman mereka dalam berbagai hal. Hal yang paling penting dalam pendekatan ini adalah menunjukkan perhatian yang jujur kepada audiens dengan memenuhi kebutuhan mereka.

PENULISAN BAD NEWS

Apabila perusahaan ingin memberikan tanggapan atas keluhan pelanggan, mengkomunikasikan permasalahan tentang pesanan atau memberitahukan perubahan kebijakan perusahaan yang dapat mempengaruhi citra perusahaan secara negatif, maka perlu memperhatikan tiga hal, yaitu penyampaian bad news, penerimaan pesan tersebut dan menjaga goodwill sebaik mungkin dengan audiens.

         Ada dua hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan, berkaitan dengan pesan yang tak menyenangkan ini :

1.             Menciptakan Audience – Centerred Tone

Menyangkut nada atau intinasi dalam penyampaian bad news mampu memberikan kontribusi yang cukup penting bagi efektivitas penyampaian pesan-pesan bisnis yang didukung dengan tiga tujuan yang khusus, yaitu :

a.              Membantu audiens mengerti akan bad news yang merupakan suatu keputusan yang tegas

b.             Membantu audiens mengerti keputusan yang diambil adalah adil.

c.              Membantu audiens agar tetap memberikan goodwill bagi perusahaan.

2.             Memilih Pendekatan Organisasional

Dalam menyampaikan suatu pesan yang sifatnya bad news, dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu perencanaan tak langsung (indirect plan) dan perencanaan langsung (direct plan).

a.              Pendekatan tidak langsung (indirect plan), merupakan pendekatan yang digunakan untuk penulisan pesan-pesan yang mempunyai dampak kurang menyenangkan kepada audiens. Dalam pendekatan ini terdapat empat bagian penting yaitu

         Pembuka, yang menempatkan audiens pada situasi yang netral serta penyataan yang tanpa beban bagi audiens.

         Alasan, dengan mengemukakan alasan mengapa suatu keputusan harus diambil, sebelum menyampaikan yang sebenarnya, penyampaian alasan yang efektif akan sangat membantu audiens menyadari bahwa keputusan yang diambil adalah fair atau logis.

         Bad news, merupakan hal yang mungkin “menyakitkan” bagi audiens yang endengarnya, namun demikian bagian ini merupakan bagian utama yang merupakan keputusan yang diambil dari suatu kondisi.

         Penutup, setelah pesan yang kurang menyenangkan disampaikan, maka tahap selanjutnya adalah memberikan kata-kata penutup yang bersifat positif, hangat, bersahabat, dan lebih menyenangkan. Dapat juga diusulkan suatu cara pemecahan dari masalah yang dihadapi oleh audiens.

b.             Perencanaan Langsung

Suatu pesan yang kurang menyenangkan yang diorganisir melalui perencanaan langsung akan diawali dengan suatu pernyataan bad news, selanjutnya diikuti dengan berbagai alasan yang mendukungnya, dan diakhiri dengan penutup yang bersahabat. Pendekatan ini memiliki kelebihan bahwa audiens hanya memerlukan waktu yang relatif singkat untuk sampai pada ide pokok yaitu bad news.Pendekatan ini dapat diterapakan apabila :

         Penerima pesan lebih menyukai pesan langsung ke inti yang dituju.

         Pesan tersebut mempunyai pengaruh yang kecil terhadap si penerima pesan

         Pesan disampaikan secara empati.

 

 

 

By marzocchiahmed

valas

PENGERTIAN

Valuta Asing adalah mata uang yang dikeluarkan dan digunakan sebagai alat pembayaran dengan luar negeri yang diterima dan diakui secara luas oleh dunia internasional

 kurs valuta asing adalah nilai pertukaran dari mata uang suatu negara terhadap mata negara lainnya

Pasar valas adalah Tempat membeli  atau menukar mata uang asing untuk keperluan internasional

FUNGSI

FUNGSI VALAS

a Transfer daya beli
b Penyediaan kredit
c Mengurangi resiko valuta asning

Tujuan Melakukan Transaksi Valuta Asing

1. Untuk transaksi pembayaran
2. Mempertahankan daya beli
3. Pengiriman uang ke luar negeri

4. Mencari keuntungan
5. Pengamanan risiko
6. Kemudahan berbelanja

Jenis-jenis Transaksi Valuta Asing

1. Transaksi tunai (langsung dibayar)
2. Transaksi tunggak (dibayar pada waktu tertentu)
3. Transaksi barter (ditukar dengan barang lain)

 

A. Transfer Daya Beli (Transfer of purcahsing power)
Sangat diperlukan terutama dalam perdagangan internasioanal dan transaksi modal yang biasanya melibatkan pihak-pihak yang tinggal di negara yang memiliki mata uang yang berbeda

B. Penyediaan Kredit
Pengiriman barang antar negara dalam perdagangan internasional membutuhkan waktu, oleh karena itu haruS ada suatu cara untuk membiayai barang-barang dalam perjalanan pengiriman tersebut termasuk setelah barang sampai ke tempat tujuan yang biasanya memerlukan beberapa waktu untuk membiayai barang-barang dalam perjalanan pengiriman tersebut termasuk setelah barang sampai ke tujuan yang biasanya memerlukan beberapa waktu untuk kemudian dijual kepada pembeli.

C. Mengurangi Resiko Valas
Importir mengharapkan memperoleh keuntungan dalam usaha perdagangan. Dalam kondisi normal dari kemungkinan risiko yang tidak diperkirakanmisalnya terjadi perubahan kurs. yang tiba-tiba sehingga mempengaruhi besarnya keuntungan yang telah diperkirakan

1. Risiko Kurs Pertukaran (Exchange Rate Risk)
Risiko ini timbul sebagai akibat dari naik-turunnya nilai tukar (kurs) valas.

2. Risiko Negara Asal
Risiko ini timbul dari akibat campur tangan pemerintah yang mata uangnya di perdagangkan di pasar valas contohnya seperti intervensi bank sentral di negara tersebut dengan menaikkan tingkat suku bunga, melepas obligasi pemerintah, pembelian valuta asing secara besar-besaran oleh pemerintah dan sebagainya.

 

FUNGSI PASAR VALUTA ASING

Nopirin (1987:165-166) menyebutkan beberapa fungsi pokok pasar valuta asing dalam membantu lalu-lintas pembayaran internasional yaitu:
1) Mempermudah pertukaran valuta asing serta pemindahan dana dari satu negara ke negara lain. Proses penukaran atau pemindahan dana ini dapat dilakukan dengan sistem clearing seperti halnya yang dilakukan oleh bank-bank serta pedagang.
2) Karena sering terdapat transaksi internasional yang tidak perlu segera diselesaikan pembayaran atau penyerahan barangnya, maka pasar valuta asing memberikan kemudahan untuk dilaksanakannya perjanjian atau kontrak jual beli dengan kredit.
3) Memungkinkan dilakukannya hedging. Seorang pedagang melakukan hedging apabila dia pada saat yang sama melakukan transaksi jual beli valuta asing yang berbeda, untuk menghilangkan/mengurangi resiko kerugian akibat perubahan kurs.
Hedging adalah tindakan pihak tertentu untuk menghindari kerugian akibat kemungkinan terjadinya perubahan kurs valuta asing di masa yang akan datang.

PELAKU DALAM PASAR VALAS

1)                  Individu

Individu-individu yang bermain di pasar valas terdorong oleh kebutuhan bisnis dan pribadinya. kebutuhan pribadi misalnya seseorang ingin mengirim sejumlah uang kepada familinya di luar negeri. kebutuhan bisnis muncul apabila seseorang terlibat dalam bisnis internasional, contohnya importir individu.

2) Institusi

Institusi yang dimaksud disini adalah institusi-institusi keuangan yang mempunyai investasi internasional, meliputi dana pensiun, perusahaan suransi, mutual fund, dan bank investasi.

3) Perbankan

Perbankan adalah pelaku pasar valas yang terbesar dan paling aktif. Perbankan beroperasi dalam pasar valas lewat para pedagangnya. Istilah teknis untuk menyebut para pedagang ini adalah exchange dealer atau exchange trader.

4) Bank Sentral

Bank Sentral memasuki pasar valas dengan tujuan utama bukan untuk memperoleh laba atau menghindari resiko dari operasi valas yang dilakukannya. Tujuan utama Bank Sentral adalah mempengaruhi nilai mata uangnya dan nilai mata uang penting lain agar bergerak sesuai dengan nilai yang menurut Bank Sentral tersebut sesuai dengan kepentingan ekonomi negaranya.

5) Spekulan dan Arbitraser

Arbitraser adalah orang yang mengeksploitasi perbedaan kurs antar valas. Peran serta Spekulan dan arbitraser dalam pasar valas semata-mata didorong oleh motif mengejar keuntungan. Mereka justru menuai laba dari fluktuasi drastis yang terjadi di pasar valas. Dengan kata lain, mereka tidak mempunyai transaksi bisnis atau komersial yang perlu dilindungi di pasar valas.

 

6) Pialang Pasar Valas

Pialang pasar valas adalah perantara yang menghubungkan antara pihak yang membutuhkan dan menawarkan valas di pasar valas. Untuk jasa perantara, pialang mengenakan biaya yang telah disepakati, yang disebut brokerage. Salah satu modal dasar dasar pialang adalah penguasaannya atas informasi pasar. Informasi sempurna karena dapat mempertemukan berbagai pelaku pasar valas inilah yang membuat pasar valas menjadi
pasar yang efisien.

JENIS-JENIS PASAR VALAS

Pasar valas dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:
1. Pasar Spot (Pasar Tunai)
pasar spot adalah pasar yang memfasilitasi transaksi-transaksi nilai tukar berjalan suatu valuta. Dimana komoditi atau valas dijual secara tunai dengan penyerahan segera. Disebut juga actual market atau physical market.
Menurut Kuncoro (1996:106-107) transaksi spot terdiri dari transaksi valas yang biasanya selesai dalam maksimal dua hari kerja. Dalam pasar spot, dibedakan atas tiga jenis transaksi:
a) Cash, dimana pembayaran satu mata uang dan pengiriman mata uang lain diselesaikan dalam hari yang sama
b) Tom (kependekan dari tomorrow/besok), dimana pengiriman dilakukan pada hari berikutnya
c) Spot, dimana pengiriman diselesaikan dalam tempo 48 jam setelah perjanjian.

2. Pasar Forward
yang dimaksud Pasar Forward adalah pasar yang memfasilitasi perdagangan kontrak forward mata uang. merupakan transaksi valas dimana pengiriman mata uang dilakukan pada suatu tanggal tertentu di masa datang. Dibayar sesuai harga yang ditetapkan dimasa mendatang. Kurs dimana transaksi forward akan diselesaikan telah ditentukan pada saat kedua belah pihak menyetujui kontrak untuk membeli dan menjual. Waktu antara ditetapkannya kontrak dan pertukaran mata uang yang sebenarnya terjadi dapat bervariasi dari
dua minggu hingga satu tahun. Jatuh tempo kontrak forward biasanya satu, dua, tiga atau enam bulan. Transaksi forward biasanya terjadi bila eksportir, importir, atau pelaku ekonomi lain yang terlibat dalam pasar valas harus membayar atau menerima sejumlah mata uang asing pada suatu tanggal tertentu di masa mendatang.

3. Pasar Currency Futures
Menurut Madura (2000:67-68) pasar Currency Futures merupakan pasar yang memfasilitasi perdagangan kontrak Currency Futures. Suatu kontrak Currency Futures menetapkan suatu volume standar dari suatu valuta tertentu yang akan dipertukarkan pada tanggal penyelesaian tertentu di masa depan.

Ada perjanjian antara pedagang dengan luar negeri amna yang akan dipakai penyelesaiannya ditetepkan bersama.

4. Pasar Currency Options
Menurut Madura (2000:67-68) menjelaskan pasar Currency Options merupakan pasar yang memfasilitasi perdagangan kontrak currency options. Kontrak currency options dapat diklasifikasikan sebagai call atau put. Suatu currency call Options menyediakan hak untuk membeli suatu valuta tertentu dengan harga tertentu (yang dinamakan dengan strike price atau exercise price) dalam suatu periode waktu tertentu. currency call options digunakan untuk meng-hedge hutang-hutang valas yang harus dibayarkan di masa depan. currency put options memberikan hak untuk menjual suatu valuta asing dengan harga tertentu dalam suatu periode waktu tertentu. Currency put options digunakan untuk meng-hedge piutang-piutang valas yang akan diterima di masa depan.
Menurut Madura (2000:131) contoh dari transaksi currency call options yaitu ada kemungkinan perusahaan sebuah perusahaan akan membutuhkan valuta asing di masa depan, tetapi perusahaan tidak begitu yakin. Sebagai contoh, anggaplah sebuah perusahaan AS terlibat dalam tender sebuah poyek di Jerman. Jika proyek tersebut jatuh kepada perusahaan tersebut maka perusahaan akan membutuhkan kira-kira DM625.00 untuk membeli bahan baku dan jasa di Jerman, namun perusahaan tidak tahu apakah tawaran akan diterima atau tidak sampai tiga bulan ke depan. Asumsikan bahwa exercise price bagi Mark adalah $0,50 dan premium call option-nya adalah $ 0,02 per unit. Perusahaan akan
membayar $1250 per opsi (62.500 x $0.02) atau $12.500 untuk 10 kontrak. Dengan adanya opsi tersebut, jumlah maksimum pengeluaran US Dolar untuk membeli Mark adalah $312.500 (62.500 x $0,5).

Mekanisme Kerja Pasar Valuta Asing

Di bursa valas ini orang dapat membeli ataupun menjual mata uang yang diperdagangkan. Secara obyektif adalah untuk mendapatkan profit atau keuntungan dari posisi transaksi yang dilakukan.

Di Bursa valas dikenal istilah Lot dan Pip. 1 Lot nilainya adalah $1000 dan 1 pip nilainya adalah $10. Sedangkan nilai dolar di bursa valas berbeda dengan nilai dolar yang kita kenal di bank-bank. Nilai dolar di bursa valas sangat bervariasi, yaitu 6000/8000 dan 10.000 rupiah.

Transaksi di valuta asing dapat dilakukan dengan cara dua arah dalam mengambil keuntungannya. Seseorang dapat membeli dahulu (open buy), lalu ditutup dengan menjual (sell) ataupun sebaliknya, melakukan penjualan dahulu, lalu ditutup dengan membeli.
Pergerakan pasar valuta asing berputar mulai dari pasar Selandia Baru dan Australia yang berlangsung pukul 05.00–14.00 WIB, terus ke pasar Asia yaitu Jepang, Singapura, dan Hongkong yang berlangsung pukul 07.00–16.00 WIB, ke pasar Eropa yaitu Jerman dan Inggris yang berlangsung pukul 13.00–22.00 WIB, sampai ke pasar Amerika Serikat yang berlangsung pukul 20.30–10.30 WIB. Dalam perkembangan sejarahnya, bank sentral milik negara-negara dengan cadangan mata uang asing yang terbesar sekalipun dapat dikalahkan oleh kekuatan pasar valuta asing yang bebas.

Menurut survei BIS (Bank International for Settlement, bank sentral dunia), yang dilakukan pada akhir tahun 2004, nilai transaksi pasar valuta asing mencapai lebih dari USD$1,4 triliun per harinya. Mengingat tingkat likuiditas dan percepatan pergerakan harga yang tinggi tersebut, valuta asing juga telah menjadi alternatif yang paling populer karena ROI (return on investmentatau tingkat pengembalian investasi) serta laba yang akan didapat bisa melebihi rata-rata perdagangan pada umumnya. Akibat pergerakan yang cepat tersebut, maka pasar valuta asing juga memiliki risiko yang tinggi. Karena hal inilah wajar ketika tahun 1997 terjadikrisis keungan di Negara di Asia begitpuntahun 1991 diAmerika

Dalam pasar valas, tidak ada keseragaman. Dengan adanya transaksi diluar bursa perdagangan (over the counter) sebagai pasar tradisional dari perdagangan valuta asing, banyak sekali pasar valuta asing yang saling berhubungan satu sama lainnya dimana mata uang yang berbeda diperdagangkan, sehingga secara tidak langsung artinya bahwa “tidak ada kurs tunggal mata uang dollar melainkan kurs yang berbeda-beda tergantung pada bank mana atau pelaku pasar mana yang bertransaksi”. Namun dalam prakteknya perbedaan tersebut seringkali sangat tipis.

Negara

Summer

Winter

Buka

Tutup

Buka

Tutup

Australia

05.30

12.30

05.30

12.30

Chicago

21.30

05.30

20.30

04.30

Frankfurt

14.00

22.00

14.00

22.00

Hong Kong

07.45

15.30

07.45

15.30

London

14.30

23.30

14.30

23.30

New York

20.30

04.00

19.30

03.00

New Zealand

04.30

12.00

04.30

12.00

Tokyo

07.00

14.25

07.00

14.25

 

Sebagai contoh, bila IBM bermaksud merepatriasi keuntungan dari cabangnya di Jerman ke AS, maka IBM dapat mendatangi sebuah bank di Frankfurt dengan tawaran menjual DM yang dimilikinya untuk ditukarkan US$.
Kedua, apabila bank tersebut tidak memiliki jumlah US$ yang diinginkan, maka bank tadi akan mendatangi bank lain untuk memperoleh Dolar sebagai ganti DM atau valas lain. Penjualan dan pembelian semacam ini disebut pasar antar bank.
Pip adalah satuan yang biasa dipakai dalam menyebutkan nilai suatu  kurs atau biasa disebut juga “points”. Contohnya: USD/CHF minggu lalu nilainya 1.4235 dan hari ini naik menjadi 1.4245 itu artinya  pair ini mengalami kenaikan sebanyak 10  pips.

 “lot” Lot adalah satuan  kontrak pada setiap transaksinya. Jadi apabila saya bertransaksi, misalnya membeli (buy) USD terhadap CHF maka nilai satuannya dalam lot. Lagi-lagi tiap pialang memiliki aturannya sendiri dalam menetapkan lot, bergantung pada pip dan levererage mereka. Pada AsiaFXOnline, satu lot transaksi nilainya adalah Rp.1 Juta. 

 

Sistem Kurs Valuta Asing

  1. 1. Sistem Kurs Tetap

sistem kurs tetap (fixed exchange rate), nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya ditetapkan oleh pemerintah.

 Walaupun nilai tukar ditetapkan oleh pemerintah, namun tidak berarti bahwa tidak ada perubahan permintaan dan penawaran atas suatu mata uang di pasar valuta asing. Dampak dari perubahan permintaan dan penawaran mata uang asing di pasar valuta asing tersebut akan diredam oleh pemerintah. Jika terjadi kelebihan penawaran, pemerintah akan membelinya. Sebaliknya, jika terjadi kelebihan permintaan terhadap mata uang asing tertentu, pemerintah akan menjual persediaan mata uang yang dimilikinya.

Kebaikan sistem kurs tetap adalah bahwa sistem ini mampu memberikan kepastian mengenai nilai tukar. Namun sistem ini pun banyak mengandung kelemahan, di antaranya pemerintah harus memiliki cadangan devisa yang besar untuk berjaga-jaga jika dibutuhkan untuk melakukan intervensi pasar.

2. Sistem Kurs Bebas

Kurs bebas adalah nilai kurs uang ditentukan oleh kekuatan pasar, yang biasa juga disebut dengan kurs mengambang.

Keuntungan dari sistem kurs bebas adalah bahwa tingkat kurs yang berlaku selalu sama dengan tingkat kurs keseimbangan. Sistem ini bisa dilaksanakan apabila syarat-syarat berikut dapat. dipenuhi.

  1. Kurs ditentukan sepenuhnya oleh kekuatan pasar.
  2. Tidak ada pembatasan penggunaan valuta asing.

3. Sistem Kurs Mengambang Terkendali

KURS (nilai tukar) pada dasarnya ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan. Nilai kurs bebas bergerak untuk naik atau turun. Namun, untuk menghindari gejolak yang terlalu tajam, pemerintah melakukan intervensi atau campur tangan sampai batas-batas yang telah ditentukan, misalnya 5 % di atas atau di bawah kurs keseimbangan.

Dibandingkan dengan sistem kurs bebas, sistem kurs mengambang terkendali lebih memberikan kepastian yang lebih baik bagi para eksportir dari importir tentang besarnya nilai tukar yang akan berlaku untuk satu periode.

C. Resiko kurs

Resiko kurs itu sendiri muncul karena kurs spot dalam kenyataan senantiasa berubah-ubah. Resiko kurs muncul tidak hanya dari transaksi-transaksi yang mengandung kewajiban pembayaran di masa mendatang atau kemungkinan penerimaan di masa mendatang dalam valas demi diperolehnya paparan transaksi yang baik. Namun juga bersumber dari kebutuhan untuk menilai persediaan barang / inventori dan seluruh asset yang dimiliki dalam satuan nilai mata uang domestik secara tepat karena setiap perusahaan harus selalu memperoleh angka-angka yang pasti dalam menyusun neraca keuangannya. Kepastian perhitungan terhadap kurs atau kebutuhan untuk menghindari risiko kurs juga bertolak dari kebutuhan untuk memperkirakan nilai profitabilitas perusahaan di masa mendatang dalam satuan mata uang domestik secara akurat.

  • Pemagaran risiko kurs

Pemagaran risiko kurs (hedging) identik dengan upaya menghindari risiko kurs atau penutupan posisi terbuka. Secara umum risiko kurs dapat dipagari dan posisi  terbuka dalam pasar futures atau pasar option juga dapat ditutup.

Jenis Perubahan Nilai Kurs Valuta Asing
Perubahan nilai kurs valuta asing umumnya berupa:
1. Apresiasi atau depresiasi
Naik atau turunnya nilai mata uang suatu negara terhadap mata uang asing yang sepenuhnya tergantung pada kekuatan pasar (permintaan dan penawaran valuta asing) baik dalam negeri maupun luar negeri.
2. Devaluasi atau revaluasi
Naik atau turunnya nilai mata uang suatu negara terhadap mata uang asing dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah.
Turunnya nilai mata uang suatu negara terhadap mata uang asing yang terjadi harian (depresiasi) sebenarnya mempunyai pengertian sebagaimana devaluasi, tetapi karena perubahan tersebut sangat kecil, maka tidak dirasakan sebagai devaluasi. Yang dianggap sebagai devaluasi adalah penurunan nilai mata uang suatu negara terhadap mata uang asing yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah, dilakukan secara mendadak, dan ada perbedaan selisih kurs yang besar antara sebelum dan sesudah devaluasi. Hal ini berlaku juga untuk apresiasi dan revaluasi.

Transaksi Dalam Valuta Asing
Menurut SAK (1999:10.2), suatu transaksi dalam mata uang asing adalah: “Suatu transaksi yang didenominasi atau membutuhkan penyelesaian dalam suatu mata uang asing.”
Sedangkan menurut Frederick, foreign currency transactions (transaksi mata uang asing) yaitu: “Transactions whose terms are stated in a currency other than the entity’s functional currency.”( Frederick 2002:210)
Jadi, transaksi dalam mata uang asing merupakan transaksi yang terjadi dalam mata uang yang berbeda, dan memerlukan penyelesaian juga dalam mata uang yang berbeda pula. Standar Akuntansi Keuangan menggolongkan transaksi yang termasuk dalam
transaksi mata uang asing. Menurut Standar Akuntansi Keuangan: “Transaksi mata uang asing termasuk transaksi yang timbul ketika suatu badan usaha:
a. Membeli atau menjual barang atau jasa yang harganya didenominasikan dalam suatu mata uang asing.
b. Meminjam (utang) atau meminjamkan (piutang) dana yang didenominasi dalam suatu mata uang asing.
c. Menjadi suatu pihak untuk suatu perjanjian dalam valuta asing yang belum terlaksana, atau
d. Memperoleh atau melepas aktiva, menimbulkan atau melunasi kewajiban, yang didenominasi dalam suatu mata uang asing.” (Standar Akuntansi Keuangan 1999:10.2)
Perbedaan tingkat kurs ini timbul Karena :

  1. Perbedaan antara kurs beli danjual oleh para pedagang valuta asing/Bank.
  2. Perbedaan kurs yang diakibatkan oleh perbedaan dalam waktu pembayarannya.

Perbedaan dalam tingkat keamanan dalam penerimaan hak pembayaran

 

 

Kelebihan Valas (Forex) daripada Investasi lain :

1. Transaksi 24-Jam
Tidak seperti transaksi di pasar modal, pasar valas berjalan 24 jam sehari selama 5 hari dalam seminggu. Berikut ini adalah perkiraan jadwal pasar valas berdasarkan waktu lokal New York:

  • Pasar valas New York buka pada pukul 08:00;
  • Pasar valas Jepang dibuka pada pukul 19:00;
  • Singapura dan Hongkong dibuka pada pukul 21:00;
  • Pasar Eropa dibuka di Frankfurt pada pukul 02:00 dan satu jam kemudian pasar London dibuka;
  • Pasar valas Australia dimulai pada pukul 18:00.

2. Likuiditas
Banyaknya broker/dealer dalam pasar valas menjadikan pasar valas menjadi sangat likuid sekaligus bisa menjadikan harga menjadi lebih stabil. Dengan begitu, trader bisa membuka atau menutup posisi pada fair market price.

3. Rendahnya Biaya Transaksi
Biaya transaksi di pasar valas secara online tidak ada, namun hanya dikenakan biaya yang jumlahnya cukup beragam salah satu contohnya adalah biaya pada saat penarikan dana dari akun forex.

4. Keuntungan dari Kenaikan dan Penurunan Harga
Para trader dapat menarik keuntungan dari kenaikan harga yaitu selisih antara harga beli (ask/offer) dengan harga jual/harga penutupan (bid) pada pesanan beli (buying order). Sedangkan pada pesanan jual (selling order), keuntungan didapat dari selisih antara harga jual (bid) dengan harga beli/penutupan (ask/offer).

5. Marjin Perdagangan
Perdagangan dengan marjin dapat membuat daya beli investor melebihi jumlah modal yang dimiliki.

6. Two way opportunities

Anda dapat menghasilkan keuntungan 2 arah, ketika market naik atau pun ketika market turun. Hal ini tidak berlaku bagi investasi jenis lain (1 way opportunity), sebagai contoh: saham.

Akan lebh jelas jika melihat bursa valuta asing.

7. Fungsi Leverage (daya ungkit/faktor pengali)

 

Dengan modal relatif kecil anda dapat menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar. Contoh : tanpa leverage anda hanya akan mendapatkan $0.01/point dengan modal $100. Tapi dengan leverage 1:100 maka anda dapat menghasilkan $1/point dengan modal yang sama ($100).

Resiko valas (forex)

Kelemahan Pasar Valas:

Selain terdapat keuntungan, perdagangan valas juga mengandung beberapa risiko, yang antara lain sebagai berikut:

1. Risiko Kurs Pertukaran (Exchange Rate Risk)
Risiko ini timbul sebagai akibat dari naik-turunnya nilai tukar (kurs) valas.

2. Risiko Negara Asal
Risiko ini timbul dari akibat campur tangan pemerintah yang mata uangnya di perdagangkan di pasar valas contohnya seperti intervensi bank sentral di negara tersebut dengan menaikkan tingkat suku bunga, melepas obligasi pemerintah, pembelian valuta asing secara besar-besaran oleh pemerintah dan sebagainya.

 

 

 

Perjanjian kapan akan dibayaran dengan menggunakan kurs saat ini atau kurs yang akan datang sudah ditentukan.

Letter of credit pembayaran yang paling aman.

Klo trjadi sesuatu yang bertanggung jawab adalah masing2 bank yang berkecimpung.

By marzocchiahmed

kegiatan bank

Kegiatan Bank

Sebagai lembaga keuangan yang berorientasi bisnis, bank juga melakukan berbagai kegiatan, seperti telah dijelaskan sebelumnya. Sebagai lembaga keuangan, kegiatan bank sehari-hari tidak akan terlepas dari bidang keuangan. Kegiatan perbankan yang paling pokok adalah membeli uang dengan cara menghimpun dana dari masyarakat luas. Kemudian menjual uang yang berhasil dihimpun dengan cara menyalurkan kembali kepada masyarakat melalui pemberian pin­jaman atau kredit.

 

Dari kegiatan jual beli uang inilah bank akan memperoleh ke­untungan yaitu dari selisih harga beli (bunga simpanan) dengan harga jual (bunga pinjaman). Disamping itu kegiatan bank lainnya dalam rangka mendukung kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana adalah memberikan jasa-jasa lainnya. Kegiatan ini ditujukan untuk memperlancar kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana.

 

Dalam praktiknya kegiatan bank dibedakan sesuai dengan jenis bank tersebut. Setiap jenis bank memiliki ciri dan tugas tersendiri da­lam melakukan kegiatannya, misalnya dilihat dari segi fungsi bank yaitu antara kegiatan bank umum dengan kegiatan bank perkreditan rakyat, jelas memiliki tugas atau kegiatan yang berbeda.

 

Kegiatan bank umum lebih luas dari bank perkreditan rakyat. Artinya produk yang ditawarkan oleh bank umum lebih beragam, hal ini disebabkan bank umum mempunyai kebebasan untuk menentukan produk dan jasanya. Sedangkan Bank Perkreditan Rakyat mempunyai keterbatasan tertentu, sehingga kegiatannya lebih sempit. Untuk le­bih jelasnya berikut ini akan dijelaskan kegiatan masing-masing jenis bank dilihat dari segi fungsinya.

 

A. KEGIATAN BANK UMUM

 

Bank umum atau yang lebih dikenal dengan nama bank komersil merupakan bank yang paling banyak beredar di Indonesia. Bank umum juga memiliki berbagai keunggulan jika dibandingkan dengan BPR, baik dalam bidang ragam pelayanan maupun jangkauan wilayah ope­rasinya. Artinya bank umum memiliki kegiatan pemberian jasa yang paling lengkap dan dapat beroperasi diseluruh wilayah Indonesia.

 

Dalam praktiknya ragam produk tergantung dari status bank yang bersangkutan. Menurut status bank umum dibagi kedalam dua jenis, yaitu bank umum devisa dan bank umum non devisa. Masing-masing status memberikan pelayanan yang berbeda. Bank umum devisa misalnya memiliki jumlah layanan jasa yang paling lengkap seperti dapat melakukan kegiatan yang berhubungan dengan jasa luar negeri. Sedangkan bank umum non devisa sebaliknya tidak dapat melayani jasa yang berhubungan dengan luar negeri.

 

Kegiatan bank umum secara lengkap meliputi kegiatan sebagai berikut :

 

1.  Menghimpun Dana (Funding)

 

Kegiatan menghimpun dana merupakan kegiatan membeli dana dari masyarakat. Kegiatan ini dikenal juga dengan kegiatan funding. Kegiatan membeli dana dapat dilakukan dengan cara menawarkan berbagai jenis simpanan. Simpanan sering disebut dengan nama reke­ning atau account. Jenis-jenis simpanan yang ada dewasa ini adalah:

 

  1. Simpanan Giro (Demand Deposit),

Simpanan giro merupakan simpanan pada bank yang penarik­annya dapat dilakukan dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Kepada setiap pemegang rekening giro akan diberikan bunga yang dikenal dengan nama jasa giro. Besarnya jasa giro tergantung dari bank yang bersangkutan. Rekening giro biasa digunakan oleh para usahawan, baik untuk perorangan maupun perusahaannya. Bagi bank jasa giro merupakan dana murah ka­rena bunga yang diberikan kepada nasabah relatif lebih rendah dari bunga simpanan lainnya.

 

b.    Simpanan Tabungan (Saving Deposit),

Merupakan simpanan pada bank yang penarikan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh bank. Penarikan tabungan di­lakukan menggunakan buku tabungan, slip penarikan, kuitansi atau kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Kepada pemegang rekening tabungan akan diberikan bunga tabungan yang meru­pakan jasa atas tabungannya. Sama seperti halnya dengan re­kening giro, besarnya bunga tabungan tergantung dari bank yang bersangkutan. Dalam praktiknya bunga tabungan lebih besar dari jasa giro.

 

c.    Simpanan Deposito (Time Deposit),

Deposito merupakan simpanan yang memiliki jangka wak­tu tertentu (jatuh tempo). Penarikannyapun dilakukan sesuai jangka waktu tersebut. Namun saat ini sudah ada bank yang memberikan fasilitas deposito yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat. jenis depositopun beragam sesuai dengan keinginan nasabah. Dalam praktiknya jenis deposito terdiri dari deposito berjangka, sertifikat deposito dan deposit on call.

 

2.  Menyalurkan Dana (Lending)

 

Menyalurkan dana merupakan kegiatan menjual dana yang ber­hasil dihimpun dari masyarakat. Kegiatan ini dikenal dengan nama kegiatan Lending. Penyaluran dana yang dilakukan oleh bank dila­kukan melalui pemberian pinjaman yang dalam masyarakat lebih dikenal dengan nama kredit. Kredit yang diberikan oleh bank terdiri dari beragam jenis, tergantung dari kemampuan bank yang menya­lurkannya. Demikian pula dengan jumlah serta tingkat suku bunga yang ditawarkan.

 

Sebelum kredit dikucurkan bank terlebih dulu menilai kelayakan kredit yang diajukan oleh nasabah. Kelayakan ini meliputi berbagai aspek penilaian. Penerima kredit akan dikenakan bunga kredit yang besarnya tergantung dari bank yang menyalurkannya. Besar kecilnya bunga kredit sangat mempengaruhi keuntungan bank, mengingat keuntungan utama bank adalah dari selisih bunga kredit dengan bunga simpanan. Secara umum jenis-jenis kredit yang ditawarkan meliputi :

 

a.    Kredit Investasi,

Yaitu merupakan kredit yang diberikan kepada pengusaha yang melakukan investasi atau penanaman modal. Biasanya kredit jenis ini memiliki jangka waktu yang relatif panjang yaitu di atas 1(satu) tahun. Contoh jenis kredit ini adalah kredit untuk mem­bangun pabrik atau membeh peralatan pabrik seperti mesin-mesin.

 

b.    Kedit Modal Kerja,

Merupakan kredit yang digunakan sebagai modal usaha. Biasanya kredit jenis ini berjangka waktu pendek yaitu tidak.lebih dari 1 (satu) tahun. Contoh kredit ini adalah untuk membeli bahan baku, membayar gaji karyawan dan modal kerja lainnya.

 

c.    Kredit Perdagangan,

Merupakan kredit yang diberikan kepada para pedagang dalam rangka memperlancar atau memperluas atau memperbesar kegiatan perdagangannya. Contoh jenis-kredit ini adalah kredit untuk membeli barang dagangan yang diberikan kepada para suplier atau agen.

 

d.    Kredit Produktif,

Merupakan kredit yang dapat berupa investasi, modal keda atau perdagangan. Dalam arti kredit ini diberikan untuk diusahakan kembali sehingga pengembalian kredit diharapkan dari hasil usaha yang dibiayai.

 

e.    Kredit Konsumtif,

Merupakan kredit yang digunakan untuk keperluan pribadi mi­sainya keperluan konsumsi, baik pangan, sandang maupun pa­pan. Contoh jenis kredit ini adalah kredit perumahan, kredit kendaraan bermotor yang kesemuanya untuk dipakai sendiri.

 

f.     Kredit Profesi,

Merupakan kredit yang diberikan kepada para kalangan profe­sional seperti dosen, dokter atau pengacara.

 

3. Memberikan jasa- jasa Bank Lainnya (Services)

 

Jasa-jasa bank lainnya merupakan kegiatan penunjang untuk mendukung kelancaran kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana. Sekalipun sebagai kegiatan penunjang, kegiatan ini sangat banyak memberikan keuntungan bagi bank dan nasabah, bahkan dewasa ini kegiatan ini memberikan kontribusi keuntungan yang tidak sedikit bagi keuntungan bank, apalagi keuntungan dari spread based semakin mengecil, bahkan cenderung negatif spread (bunga sim­panan lebih besar dari bunga kredit).

 

Semakin lengkap jasa-jasa bank yang dapat dilayani oleh suatu bank maka akan semakin baik. Kelengkapan ini  ditentukan dari permodalan bank serta kesiapan bank dalam menyediakan SDM yang handal. Disamping itu ,juga perlu didukung oleh kecanggihan teknologi yang dimilikinya. Dalam praktiknya jasa-jasa bank yang ditawarkan meliputi :

 

a.    Kiriman Uang (Transfer)

 

Merupakan jasa pengiriman uang lewat bank. Pengiriman uang dapat dilakukan pada bank yang sama atau bank yang berlainan. Pengiriman uang juga dapat dilakukan derigan tujuan dalam kota, luar kota atau luar negeri. Khusus untuk pengiriman uang keluar negeri harus melalui bank devisa. Kepada nasabah pengirim dikenakan biaya kirim yang besarnya tergantung dari bank yang bersangkutan. Pertimbangannya adalah nasabah bank yang bersangkutan (memiliki rekening di bank yang bersangkutan) atau bukan. Kemudian juga jarak pengiriman antar bank tersebut.

 

b.    Kliring (Clearing)

 

Merupakan penagihan warkat (surat-surat berharga seperti cek, bilyet giro) yang berasal dari dalam kota. Proses penagihan le­wat kliring hanya memakan waktu 1 (satu) hari. Besarnya biaya penagihan tergantung dari bank yang bersangkutan.

 

c.    Inkaso (Collection)

 

Merupakan penagihan warkat (surat-surat berharga seperti cek, bilyet giro) yang berasal dari luar kota atau luar negeri. Proses penagihan lewat inkaso tergantung dari jarak lokasi penagihan dan biasanya memakan waktu 1 (satu) minggu sampai 1 (satu) bulan. Besarnya biaya penagihan tergantung dari bank yang bersangkutan dengan pertimbangan jarak serta pertimbangan lainnya.

 

d.    Safe Deposit Box

 

Safe Deposit Box atau dikenal dengan istilah safe loket jasa pelayanan ini memberikan layanan penyewaan box atau kotak pengaman tempat menyimpan surat-surat berharga atau barang-­barang berharga milik nasabah. Biasanya surat-surat atau barang-­barang berharga yang disimpan di dalam box tersebut aman dari pencurian dan kebakaran. Kepada nasabah penyewa box di­kenakan biaya sewa yang besarnya tergantung dari ukuran box serta jangka waktu penyewaan.

 

 

e.    Bank Card (Kartu kredit)

 

Bank card atau lebih populer dengan sebutan kartu kredit atau juga uang plastik. Kartu ini dapat dibelanjakan di berbagaf tem­pat perbelanjaan atau tempat-tempat hiburan. Kartu ini juga dapat digunakan untuk mengambil uang tunai di ATM-ATM yang tersebar diberbagai, tempat yang strategis. Kepada pemegang kartu kredit dikenakan biaya iuran tahunan yang besarnya ter­gantung dari bank yang mengeluarkan. Setiap pembelanjaan memiliki tenggang waktu pembayaran dan akan dikenakan bunga dari jumlah uang yang telah dibelanjakan jika melewati tenggang waktu yang telah ditetapkan.

 

f.     Bank Notes

 

Merupakan jasa penukaran valuta asing. Dalam jual beli bank notes bank menggunakan kurs (nilai tukar rupiah dengan mata uang asing).

 

g.    Bank Garansi

 

Merupakan jaminan bank yang diberikan kepada nasabah dalam rangka membiayai suatu usaha. Dengan jaminan bank ini si peng­usaha memperoleh fasilitas untuk melaksanakan kegiatannya dengan pihak lain. Tentu sebelum jaminan bank dikeluarkan bank terlebih dulu mempelajari kredibilitas nasabahnya.

 

h.    Bank Draft

 

Merupakan wesel yang dikeluarkan oleh bank kepada para nasabahnya. Wesel ini dapat diperjualbelikan apabila nasabah membutuhkannya.

 

i.      Letter of Credit (L/C)

 

Merupakan surat kredit yang diberikan kepada para eksportir dan importir yang digunakan untuk melakukan pembayaran atas transaksi ekspor-impor yang mereka lakukan. Dalam tran­saksi ini terdapat berbagai macam jenis L/C, sehingga nasabah dapat meminta sesuai dengan kondisi yang diinginkannya.

 

j.      Cek Wisata (Travellers Cheque)

 

Merupakan cek perjalanan yang biasa digunakan oleh turis atau wisatawan. Cek Wisata dapat dipergunakan sebagai alat pem­bayaran diberbagai tempat pembelanjaan atau hiburan seperti hotel, supermarket. Cek Wisata juga bisa digunakan sebagai hadiah kepada para relasinya.

 

k.    Menerima setoran-setoran.

 

Dalam hal ini bank membantu nasabahnya dalam rangka me­nampung setoran dari berbagai tempat antara lain :

 

–     Pembayaran pajak

–    Pembayaran telepon

–    Pembayaran air

–    Pembayaran listrik          

–    Pembayaran uang kuliah

 

l.      Melayani pembayaran-pembayaran.

 

Sama halnya seperti dalam hal menerima setoran, bank juga melakukan pembayaran seperti yang diperintahkan oleh nasa­bahnya antara lain :

 

–    Membayar Gaji/Pensiun/honorarium

–    Pembayaran deviden Pembayaran kupon

–    Pembayaran bonus/hadiah

 

m.   Bermain di dalam pasar modal.

 

Kegiatan bank dapat memberikan atau bermain surat-surat berharga di pasar modal. Bank dapat berperan dalam berbagai kegiatan seperti menjadi :

 

–    Penjamin emisi (underwriter)

    Penjamin (guarantor)

    Wali amanat (trustee)

    Perantara perdagangan efek (pialang/broker)

    Pedagang efek (dealer)

    Perusahaan pengelola dana (invesment company)

 

 

B. KEGIATAN BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR)

 

Kegiatan BPR pada dasarnya sama dengan kegiatan Bank umum, hanya yang menjadi perbedaan adalah jumlah jasa bank yang dilaku­kan BPR jauh lebih sempit. BPR dibatasi oleh berbagai persyaratan, sehingga tidak dapat berbuat seleluasa bank umum. Keterbatasan kegiatan BPR juga dikaitkan dengan misi pendirian BPR itu sendiri. Dalam praktiknya kegiatan BPR adalah sebagai berikut :

 

1. Menghimpun dana hanya dalam bentuk :

 

–    Simpanan Tabungan

–    Simpanan Deposito

 

2.  Menyalurkan dana dalam bentuk :

 

–    Kredit Investasi

–    Kredit Modal Kerja

–    Kredit Perdagangan

 

Karena keterbatasan yang dimiliki oleh BPR, maka ada beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan BPR. Larangan ini meliputi hal­-hal sebagai berikut :

 

–    Menerima Simpanan Giro

–    Mengikuti Miring

–    Melakukan Kegiatan Valbta Asing

–    Melakukan kegiatan Perasuransian

 

 

C. KEGIATAN BANK CAMPURAN DAN BANK ASING

 

Bank-bank asing dan bank campuran yang bergerak di Indonesia adalah jelas bank umum. Kegiatan bank asing dan bank campuran, memiliki tugasnya sama dengan bank umum lainnya. Yang mem­bedakan kegiatannya dengan bank umum milik Indonesia adalah mereka lebih dikhususkan dalam bidang-bidang tertentu dan ada la­rangan tertentu pula dalam melakukan kegiatannya.

 

Adapun kegiatan bank asing dan bank campuran di Indonesia dewasa ini adalah :

 

  1. Dalam mencari dana bank asing dan bank campuran juga mem­buka simpanan.giro dan simpanan deposito namun dilarang menerima simpanan dalam bentuk tabungan.

 

  1. Dalam hal pemberian kredit yang diberikan lebih diarahkan ke bidang-bidang tertentu saja seperti dalam bidang :

 

–    Perdagangan Internasional

–    Bidang Industri dan Produksi

–    Penanaman Modal Asing/Campuran

–    Kredit yang tidak dapat dipenuhi oleh bank swasta nasional.

 

  1. Sedangkan khusus untuk jasa-jasa bank lainnya juga dapat dilaku­kan oleh bank umum campuran dan asing sebagaimana layaknya bank umum yang ada di Indonesia seperti berikut ini :

 

–    Jasa Transfer­Jasa Miring

–    Jasa Inkaso

–    Jasa Jual Beli Valuta Asing

–    Jasa Bank Card (kartu kredit)

–    Jasa Bank Draft

–    Jasa Safe Deposit Box

–    Jasa Pembukaan dan Pembayaran L/C

–    Jasa Bank Garansi

–    Jasa Bank Notes

–    Jasa Jual Beli Travellers Cheque

–    dan jasa bank umum lainnya

 

 

 


Penilaian Kesehatan Bank dan Penggabungan Usaha Bank

 

Kesehatan merupakan hal yang paling penting di dalam berbagai bidang kehidupan, baik bagi manusia maupun perusahaan. Kondisi yang sehat akan meningkatkan gairah kerja dan kemampuan kerja serta kemampuan lainnya. Sama seperti hanya manusia yang harus selalu menjaga kesehatannya, perbankan juga harus selalu dinilai kesehatannya agar tetap prima dalam melayani para nasabahnya. Bank yang tidak sehat, bukan hanya membahayakan dirinya sendiri, akan tetapi pihak lain. Penilaian kesehatan bank amat penting dise­babkan karena bank mengelola dana masyarakat yang dipercayakan kepada bank. Masyarakat pemilik dana dapat saja menarik dana yang dimilikinya setiap saat clan bank harus sanggup mengembalikan dana yang dipakainya jika ingin tetap dipercaya oleh nasabahnya.

 

Untuk menilai suatu kesehatan bank dapat dilihat dari berbagai segi. Penilaian ini bertujuan untuk menentukan apakah bank terse­but dalam kondisi yang sehat, cukup sehat, kurang sehat atau tidak sehat. Bagi bank yang sehat agar tetap mempertahankan kesehat­annya, sedangkan bank yang sakit untuk segera mengobati penyakit­nya. Bank Indonesia sebagai pengawas dan pembina bank-bank dapat memberikan arahan atau petunjuk bagaimana bank tersebut harus dijalankan atau bahkan kalau perlu dihentikan kegiatan operasinya.

 

Standar untuk melakukan penilaian kesehatan bank telah diten­tukan oleh pemerintah melalui Bank Indonesia. Kepada bank-bank diharuskan membuat laporan baik yang bersifat rutin ataupun secara berkala mengenai seluruh aktivitasnya dalam suatu periode tertentu. Dari laporan ini dipelajari dan dianalisis, sehingga dapat diketahui kondisi suatu bank. Dengan diketahui kondisi kesehatannya akan memudahkan bank itu sendiri untuk memperbaiki kesehatannya

 

Penilaian kesehatan bank dilakukan setiap periode. Dalam se­tiap penilaian ditentukan kondisi suatu bank. Bagi bank yang sudah dinilai sebelumnya dapat pula dinilai apakah ada peningkatan atau penurunan kesehatannya. Bagi bank yang menurut penilaian sehat atau kesehatannya terus meningkat tidak jadi masalah, karena itu­lah yang diharapkan dan supaya tetap dipertahankan terus. Akan tetapi bagi bank yang terus-menerus tidak sehat, maka harus men­dapat pengarahan atau bahkan sangsi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

 

Bank Indonesia sebagai pengawas dan pembina perbankan da­pat saja menyarankan untuk melakukan berbagai perbaikan. Perbaik­an-perbaikan yang akan dilakukan meliputi perubahan manajemen, melakukan penggabungan seperti merger, konsolidasi, akuisisi atau malah dilikuidasi (dibubarkan) keberadaannya jika memang sudah parah kondisi bank tersebut. Pertimbangan untuk hal ini sangat tergantung dari kondisi yang dialami bank yang bersangkutan. Jika kondisi bank sudah sedemikian parah, namun masih memiliki be­berapa potensi, maka sebaiknya dicarikan jalan keluarnya dengan model penggabungan usaha dengan bank lainnya. Sedangkan lang­kah likuidasi merupakan jalan keluar terakhir dalam rangka menye­lamatkan uang masyarakat.

 

 

A. ASPEK-ASPEK PENILAIAN

 

Penilaian untuk menentukan kondisi suatu bank; biasanya meng­gunakan berbagai alat ukur. Salah satu alat ukur yang utama yang digunakan untuk menentukan kondisi suatu bank dikenal dengan nama analisis CAMEL. Analisis ini terdiri dari aspek capital, assets, management, earning dan liquidity. Hasil dari masing-masing aspek ini kemudian akan menghasilkan kondisi suatu bank.

 

1.  Aspek Permodalan (Capital)

 

Penilaian pertama adalah aspek permodalan (capital) suatu hank. Dalam aspek ini yang dinilai adalah permodalan yang dimiliki oleh bank yang didasarkan kepada kewajiban penyediaan modal minimum bank. Penilaian tersebut didasarkan kepada CAR (Capital Adequacy Ratio) yang telah ditetapkan BI. Perbandingan rasio CAR adalah rasio modal terhadap Aktiva Tertimbang Menurut Resiko (AMTR). Sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah, maka CAR perbankan untuk tahun 2002 minimal harus 8%. Bagi bank yang memiliki CAR di bawah 8% harus segera memperoleh perhatian dan penanganan yang serius untuk segera diperbaiki. Penambahan CAR untuk mencapai seperti yang ditetapkan memerlukan waktu, se­liingga pemerintahpun memberikan waktu sesuai dengan ketentuan. Apabila sampai waktu yang telah ditentukan target CAR tidak tercapai, maka bank yang bersangkutan akan dikenakan sangsi.

 

2.  Aspek Kualitas Aset (Asets)

 

Aspek yang kedua adalah mengukur kualitas aset bank. Dalam hal ini upaya yang dilakukan adalah untuk menilai jenis-jenis aset y;ing dimiliki oleh bank. Penilaian aset harus sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia dengan memperbandingkan antara aktiva produktif yang diklasifikasikan terhadap aktiva produktif. Kemudian rasio penyisihan penghapusan aktiva produktif terhadap aktiva pro­duktif diklasifikasikan. Rasio ini dapat dilihat dari neraca yang telah dilaporkan secara berkala kepada Bank Indonesia.

 

3.  Aspek Kualitas Manajemen (Management)

 

Penilaian yang ketiga meliputi penilaian kualitas manajemen bank. Untuk menilai kualitas manajemen dapat dilihat hari kualitas manusianya dalam mengelola bank. Kualitas manusia juga dilihat dari segi pendidikan serta pengalaman para karyawannya dalam me­nangani berbagai kasus yang terjadi. Dalam aspek ini yang dinilai adalah manajemen permodalan, manajemen kualitas aktiva, mana­jemen umum, manajemen rentabilitas dan manajemen likuiditas. Penilaian didasarkan kepada jawaban dari 250 pertanyaan yang di­ajukan mengenai manajemen bank yang bersangkutan.

 

4.  Aspek Earning

 

Merupakan aspek yang digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam meningkatkan keuntungan. Kemampuan ini dilapokan dalam suatu periode. Kegunaan aspek ini juga untuk mengukur tingkat efi­siensi usaha dan profitabilitas yang dicapai bank bersangkutan. Bank yang sehat adalah bank yang diukur secara rentabilitas terus meningkat di atas standar yang telah ditetapkan. Penilaian ini meliputi juga hal-hal seperti :

a.  Rasio laba terhadap Total Aset (ROA).

b.  dan Perbandingan biaya operasi dengan pendapatan operasi (BOPO).

 

5.  Aspek Likuiditas (Liquidity)

 

Aspek kelima adalah penilaian terhadap aspek likuiditas bank. Suatu bank dapat diikatakan likuid, apabila bank yang bersangkutan mampu membayar semua hutangnya terutama hutang-hutang jangka pendek. Dalam hal ini yang dimaksud dengan hutang-hutang jangka pendek yang ada di bank antara lain adalah simpanan masyarakat se­perti simpanan tabungan, giro dan deposito. Dikatakan likuid jika pada saat ditagih bank mampu membayar. Kemudian bank juga harus dapat pula memenuhi semua permohonan kredit yang layak dibiayai. Penilaian aspek ini meliputi :

  1. Rasio kewajiban bersih Call Money terhadap Aktiva Lancar
  2. Rasio kredit terhadao dana yang diterima bank seperti KLBI, giro, tabungan, deposito dan lain-lain.

 

Disamping dengan penilaian analisis CAMEL, Kesehatan bank juga dipengaruhi hasil penilaian lainnya yaitu penilaian terhadap :

 

  1. Ketentuan pelaksanaan pemberian Kredit Usaha Kecil (KUK) dan Pelaksanaan Kredit Ekspor.
  2. Pelanggaran terhadap ketentuan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) atau sering disebut Legal Lending Limit.
  3. Pelanggaran Posisi Devisa Netto.

 

Penentuan bobot didasarkan kepada masing-masing aspek di­atas diberikan nilai, kemudian dijumlahkan secara keseluruhan dari komponen yang dinilai. Secara garis besar hasil dari penilaian ini ditetapkan ke dalam 4 golongan predikat kesehatan bank.

 

Hasil penilaian terhadap analisis CAMEL, kemudian dituangkan dalam bentuk angka yang diberikan bobot sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Bobot nilai ini diberkan sebagai nilai kredit. Dari bobot nilai ini clapat dipastikan kondisi suatu bank. Batas minimal clan maksimal untuk menentukan predikat suatu bank dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

 

 

Nilai Kredit

Predikat

 

81  –  100

66  –  <81

51  –  < 66

0   –  < 51

 

Sehat

Cukup Sehat

Kurang Sehat

Tidak Sehat

 

              

        

B. PENGGABUNGAN USAHA BANK

 

Hasil penilaian yang diumumkan pemerintah sangat menen­tukan masa depan perbankan yang bersangkutan, mengingat dunia perbankan yang mengelola bisnis kepercayaan. Masalah kepercayaan adalah masalah sensitif, oleh karena itu harus tetap dijaga dari hal-­hal yang bersifat negatif. Artinya kalau masyarakat sudah tidak per­caya lagi kepada salah satu bank, karena penilaian yang jelek terhadap kondisinya, maka dampaknya akan merugikan bank tersebut. Keper­cayaan ini disebabkan karena kegiatannya menyangkut uang masya­rakat. Bagi bank yang dinyatakan sehat justru sangat menguntungkan karena dapat menaikkan pamornya dimata para nasabahnya atau calon nasabahnya. Namun bagi bank yang tidak sehat untuk beberapa periode maka disarankan untuk melaksanakan penggabungan usaha dengan bank lainnya.

 

Dalam praktiknya penggabungan dalam dunia perbankan tidak hanya bagi bank yang dinilai tidak sehat saja, akan tetapi bank yang sehatpun dapat pula bergabung dengan bank lainnya sesuai dengan tujuan bank tersebut. Sebagai contoh bank dapat bergabung dengan tujuan untuk menguasai pasar. Namun biasanya penggabungan antar bank yang tidak sehat lebih diutamakan.

 

Terdapat beberapa bentuk penggabungan yang dapat dipilih suatu bank. Pertimbangannya adalah tergantung dari kondisi bank dan keinginan pemilik bank lama. Masing-masing bentuk mempunyai keunggulan dan kerugian sendiri. Tentu saja pemilihan bentuk penggabungan ini didasarkan kepada tujuan perbankan tersebut. Jenis-jenis penggabungan yang dapat dipilih dan yang biasa dilakukan di Indonesia adalah sebagai berikut :

 

1. Merger

Merger adalah penggabungan dari dua bank atau lebih dengan cara tetap mempertahankan berdirinya salah sate dari bank yang ikut merger dan membubarkan bank-bank lainnya tanpa melikuidasi terlebih dulu.

Penggabungan tersebut dapat dilakukan dengan cara meng­gabungkan seluruh saham bank lainnya yang ikut bergabung menjadi satu dengan bank yang dipilih untuk dijadikan bank yang akan dipertahankan. Biasanya bank hasil merger memakai salah satu nama yang dipilih secara bersama. Sebagai contoh: Bank Maras melakukan merger dengan Bank Menumbing dan disepakati memakai nama Bank Maras, maka nama Bank Me­numbing diganti menjadi bank Maras.

 

2. Konsolidasi

Yaitu penggabungan dari dua bank atau lebih dengan cara mendirikan bank baru dan membubarkan hank-bank yang ikut konsolidasi tersebut tanpa melikuidasi terlebih dulu. Contoh konsolidasi, misalnya Bank Maras melakukan konsolidasi dengan Bank Menumbing, maka nama kedua bank tersebut dibubarkan dan menamakan bank yang baru, misalnya Bank Mangkol.

 

3. Akuisisi

Merupakan pengambil-alihan kepemilikan suatu bank yang ber­akibat beralihnya pengendalian terhadap bank. Dalam pengga­bungan dengan bentuk akuisisi biasanya nama bank yang diakui­sisi tidak berubah dan yang berubah hanyalah kepemilikannya. Contoh di atas misalnya Bank Maras diakuisisi oleh Bank Menum­bing maka nama Bank Maras tidak berubah dan yang berubah adalah kepemilikannya saja yaitu menjadi milik Bank Menumbing.

 

Usaha penggabungan model di atas sering disebut dengan penggabungan model horizontal. Jenis penggabungan lainnya yang sering dilakukan penggabungan secara vertikal yaitu dengan cara menggabungkan beberapa usaha mulai dari usaha yang bergerak da­lam industri hilir ke usaha yang bergerak dalam usaha industri hulu. Dengan kata lain mulai dari perusahaan penyedia bahan baku sampai dengan perusahaan yang menjual barang jadi dari bahan baku tersebut.

 

C. ALASAN PENGGABUNGAN

 

Untuk memutuskan bergabung dengan perusahaan lain bukan­lah perkara yang mudah. Keputusan bergabung diambil karena suatu alasan yang sangat kuat. Jadi sebelum melakukan penggabungan badan usahanya, setiap perusahaan tentu mempunyai maksud ter­tentu yang ingin dicapainva. Demikian pula jenis penggabungan yang akan dipilih juga dilakukan dengan berbagai macam pertimbangan.

 

Terdapat beberapa alasan suatu bank atau suatu perusahaan untuk melakukan penggabungan baik penggabungan secara Merger, Konsolidasi maupun Akuisisi. Alasan yang biasa dipakai yaitu antara lain :

 

1.  Masalah Kesehatan

Apabila bank sudah dinyatakan tidak sehat oleh Bank Indonesia setelah melalui beberapa perbaikan sebelumnya, maka sebaik­nya bank tersebut melakukan penggabungan. Pilihan pengga­bungan tentunya dengan bank yang sehat. Jika bank yang diga­bungkan sama-sama dalam kondisi tidak sehat maka sebaiknya pilihan penggabungan adalah konsolidasi atau dapat pula diakui­sisi oleh bank lain yang sehat.

 

2.  Masalah Permodalan

Apabila modal suatu bank dirasakan kecil sehingga sulit untuk melakukan perluasan usaha, maka bank dapat bergabung dengan satu atau beberapa bank sehingga modal dimiliki menjadi be­sar. Sebagai contoh Bank Maras hanva memiliki modal 5 milyar dengan 12 buah cabang bergabung dengan Bank Mangkol yang memiliki modal 10 milyar clan memiliki 20 cabang. Gabungan kedua bank tersebut sekarang memiliki modal 15 milyar dan 32 cabang. Dengan adanya penggabungan atau usaha peleburan otomatis lebih mudah untuk mengembangkan usahanya. Yang jelas setelah melakukan penggabungan modal dan cabang dari beberapa bank yang ikut bergabung akan bertambah besar.

3.  Masalah Manajemen

Manajemen bank yang sembrawut atau kurang profesional se­hingga, perusahaan terus merugi dan sulit untuk berkembang. Jenis bank inipun sebaiknya melakukan penggabungan usaha atau peleburan usaha dengan bank yang lebih profesional yang terkenal dengan kualitas manajemennya.

 

4.  Teknologi dan Administrasi.

Bank yang menggunakan teknologi yang masih tradisional sa­ngat menjadi masalah. Dalam perkembangan yang sedemikian cepat diperlukan teknologi yang canggih. Untuk memperoleh teknologi yang canggih diperlukan modal yang tidak sedikit. Ja­Ian keluar yang dipilih adalah melakukan penggabungan dengan bank yang sudah memiliki teknologi yang canggih. Demikian pula bagi bank yang kurang teratur dan masih tradisional dalam hal administrasinya, sebaiknya bank melakukan penggabungan atau peleburan sehingga diharapkan administrasinya menjadi lebih baik.

 

5.  Ingin Menguasai Pasar.

Tujuan ingin menguasai pasar tidak diumumkan secara jelas kepada pihak luar dan biasanya hanya diketahui oleh mereka yang hendak ikut bergabung. Dengan adanya penggabungan dari beberapa bank, maka jumlah cabang dan jumlah nasabah yang dimiliki bertambah. Tujuan ini juga dilakukan untuk meng­hilangkan atau melawan pesaing yang ada.

 

Keinginan untuk mengadakan penggabungan bank, baik pengga­bungan secara merger, konsolidasi atau akuisisi dapat dilakukan atas :

 

1)    Inisiatif bank yang bersangkutan atau

2)    Permintaan Bank Indonesia atau

3)    Inisiatif badan khusus Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

 

Dalam melakukan penggabungan, maka pihak perbankan hen­daknya memenuhi beberapa peraturan dan persyaratan yang telah ditetapkan. Izin untuk melakukan Merger, Konsolidasi atau Akuisisi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

 

1)    Telah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bagi bank yang berbentuk badan hukum Perse­roan Terbatas atau rapat sejenis bagi bank yang berbentuk lainnya.

2)    Memenuhi rasio kecukupan modal yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia.

3)    Calon anggota Direksi dan Dewan Komisaris tidak termasuk daftar orang yang tercela dibidang perbankan.

4)    Dalam hal akuisisi, maka bank wajib memenuhi ketentuan mengenai pengertian modal oleh bank yang diatur oleh Bank Indonesia.

 

 

By marzocchiahmed

jenis bank

Jenis – Jenis Bank

Pada dasarnya bank dibangi menjadi 3, yaitu Bank Sentral, Bank Umum  dan Bank Pengkreditan Rakyat.

Bank Sentral, merupakan bank yang mengatur berbagai kegiatan yang berkaitan dengan

dunia perbankan dan dunia keuangan disuatu negara. Disetiap negara hanya ada satu bank sentral yang dibantu oleh cabang-cabangnya.

Indonesia memiliki Bank Sentral yaitu Bank Indonesia yang merupakan bank yang dapat membuat uang kartal baik dalam bentuk kertas atupun logam. Bank Indonesia memiliki tugas-tugas sebagai Bank Sentral Indonesia yaitu :

  • Mengatur peredaran uang di Indonesia ( Bank Sirkulasi )
  • Sebagai tempat penyimpanan terakhir (Lender of the last resort )
  • Mengatur perbankan Indonesia ( Bank to Bank )
  • Mengatur perkreditan
  • Menjaga stabilitas mata uang
  • Mengajukan pencetakan / penambahan mata uang rupiah, dll

Bank Umum, merupakan bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Tetapi lepas dari itu Bank Umum merupakan suatu lembaga profit yang tujuan utamanya adalah mencari keuntungan. Bank umum menawarkan berbagai layanan produk dan jasa kepada masyarakat dengan fungsi seperti menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam berbagai bentuk, memberi kredit pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan, jual beli valuta asing / valas, menjual jasa asuransi, jasa giro, jasa cek, menerima penitipan barang berharga, dan lain sebagainya.

Yang membedakan Bank Umum dengan Bank Sentral adalah Bank Sentral dapat menerbitkan Uang Kartal sedangkan Bank Umum hanya dapat menerbitkan Uang Giral.

Bank Perkreditan Rakyat, merupakan bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Serta Bank Perkreditan Rakyat juga merupakan bank penunjang yang memilik keterbatasan wilayah operasional dan dana yang dimiliki dengan layanan yang terbatas pula seperti memberikan kridit pinjaman dengan jumlah yang terbatas, menerima simpanan masyarakat umum, menyediakan pembiayaan dengan prinsip bagi hasil, penempatan dana dalam sbi / sertifikat bank indonesia, deposito berjangka, sertifikat / surat berharga, tabungan, dan lain sebagainya.

Pada Bank Pengkreditan Rakyat, sistem yang digunakan hamper sama dengan system yang digunakan pada koprasi yaitu dengan cara bagi hasil pada setiap bulannya kepada setiap anggotanya. Serta yang membedakan Bank Pengkreditan Rakyat dengan Bank Umum yaitu pada Bank Umun dapat menerbitkan Uang Giral sedangkan untuk BPR tidak dapat menerbitkan Uang Giral baik itu dalam bentuk rekening atau giro.

 

Daftar Nama dan Jenis Bank di Indonesia

Bank KONVENSIONAL

A. Bank Persero

1. PT BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO)
2. PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK
3. PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), TBK.
4. PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO)
5. PT. BANK MANDIRI (PERSERO), TBK.

B. BUSN Devisa

1. PT ARTAMEDIA BANK
2. PT BANK AGRONIAGA, TBK.
3. PT BANK ANTARDAERAH
4. PT BANK ARTA NIAGA KENCANA
5. PT BANK ARTHA GRAHA
6. PT BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, Tbk.
7. PT BANK BUANA INDONESIA Tbk.
8. PT BANK BUKOPIN
9. PT BANK BUMI ARTA
10. PT BANK BUMIPUTERA INDONESIA,Tbk
11. PT BANK CENTRAL ASIA Tbk.
12. PT BANK CENTURY, Tbk
13. PT BANK DAGANG BALI
14. PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk
15. PT BANK EKONOMI RAHARJA
16. PT BANK GANESHA
17. PT BANK HAGA
18. PT BANK HAGAKITA
19. PT BANK HALIM INDONESIA
20. PT BANK IFI
21. PT BANK INTERNASIONAL INDONESIA Tbk
22. PT BANK KESAWAN Tbk
23. PT BANK LIPPO, TBK
24. PT BANK MASPION INDONESIA
25. PT BANK MAYAPADA INTERNATIONAL Tbk
26. PT BANK MEGA, Tbk
27. PT BANK MESTIKA DHARMA
28. PT BANK METRO EXPRESS
29. PT BANK NIAGA, Tbk
30. PT BANK NISP, Tbk
31. PT BANK NUSANTARA PARAHYANGAN,Tbk
32. PT BANK PERMATA Tbk
33. PT BANK PIKKO, Tbk
34. PT BANK SINARMAS
35. PT BANK SWADESI Tbk
36. PT BANK UNIBANK Tbk
37. PT BANK UNIVERSAL Tbk.
38. PT BANK WINDU KENTJANA
39. PT PAN INDONESIA BANK, Tbk
40. PT PRIMA EXPRESS BANK

C. BUSN Non Devisa

1. PT ANGLOMAS INTERNASIONAL BANK
2. PT BANK AKITA
3. PT BANK ALFINDO
4. PT BANK ARTOS INDONESIA
5. PT BANK ASIATIC
6. PT BANK BINTANG MANUNGGAL
7. PT BANK BISNIS INTERNASIONAL
8. PT BANK DANPAC
9. PT BANK DIPO INTERNATIONAL
10. PT BANK EKSEKUTIF INTERNASIONAL
11. PT BANK FAMA INTERNASIONAL
12. PT BANK HARDA INTERNASIONAL
13. PT BANK HARFA
14. PT BANK HARMONI INTERNATIONAL
15. PT BANK HIMPUNAN SAUDARA 1906
16. PT BANK INA PERDANA
17. PT BANK INDEX SELINDO
18. PT BANK INDOMONEX
19. PT BANK JASA ARTA
20. PT BANK JASA JAKARTA
21. PT BANK KESEJAHTERAAN EKONOMI
22. PT BANK MAYORA
23. PT BANK MITRANIAGA
24. PT BANK MULTI ARTA SENTOSA
25. PT BANK PATRIOT
26. PT BANK PERSYARIKATAN INDONESIA
27. PT BANK PRASIDHA UTAMA
28. PT BANK PURBA DANARTA
29. PT BANK RATU
30. PT BANK ROYAL INDONESIA
31. PT BANK SINAR HARAPAN BALI
32. PT BANK SRI PARTHA
33. PT BANK SWAGUNA
34. PT BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL
35. PT BANK UIB
36. PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL, Tbk
37. PT BANK YUDHA BHAKTI
38. PT CENTRATAMA NASIONAL BANK
39. PT GLOBAL INTERNATIONAL BANK
40. PT LIMAN INTERNATIONAL BANK
41. PT PRIMA MASTER BANK

D. B.P.D

1. BPDJAMBI
2. BPDKALIMANTAN SELATAN
3. BPDKALIMANTAN TIMUR
4. BPDSULAWESI TENGGARA
5. BPDYOGYAKARTA
6. BPD SUMATERA BARAT
7. PTBANK DKI
8. PT BANKLAMPUNG
9. PT BANK KALTENG
10. PT BPDACEH
11. PT BPDSULAWESI SELATAN
12. PT.BPDJAWA BARAT
13. PT.BPDKALIMANTAN BARAT
14. PT.BPDMALUKU
15. PT.BPD BENGKULU
16. PT.BPD JAWA TENGAH
17. PT.BPD JAWA TIMUR
18. PT.BPD NUSA TENGGARA BARAT
19. PT.BPD NUSA TENGGARA TIMUR
20. PT.BPD SULAWESI TENGAH
21. PT.BPD SULAWESI UTARA
22. PT. BPD BALI
23. PT. BPD PAPUA (d/h BPDIRIAN JAYA)
24. PT. BPD RIAU
25. PT. BPD SUMATERA SELATAN
26. PT. BPD SUMATERA UTARA

E. Campuran

1. PT ANZ PANIN BANK
2. PT BANKCOMMONWEALTH
3. PT BANK BNP PARIBAS INDONESIA
4. PT BANK CAPITAL INDONESIA
5. PT BANK DAI-ICHI KANGYO INDONESIA
6. PT BANK DBS INDONESIA
7. PT BANK FINCONESIA
8. PT BANK IBJ INDONESIA
9. PT BANK KEB INDONESIA
10. PT BANK MAYBANK INDOCORP
11. PT BANK MERINCORP
12. PT BANK MIZUHO INDONESIA
13. PT BANK MULTICOR
14. PT BANK OCBC – INDONESIA
15. PT BANK PARIBAS – BBD INDONESIA
16. PT BANK RABOBANK INTERNASIONAL INDONESIA
17. PT BANK RESONA PERDANIA
18. PT BANK SAKURA SWADHARMA
19. PT BANK SOCIETE GENERALE INDONESIA
20. PT BANK UOB INDONESIA
21. PT BANK WOORI INDONESIA
22. PT ING INDONESIA BANK
23. PT TOKAI LIPPO BANK
24. PT. BANK CHINA TRUST INDONESIA
25. PT. BANK CREDIT AGRICOLE INDOSUEZ
26. PT. BANK SUMITOMO MITSUI INDONESIA
27. PT. BANK UFJ INDONESIA
28. PT.KEPPEL TAT LEE BUANA BANK

F. Asing

1. ABN AMRO BANK
2. AMERICAN EXPRESS BANK LTD.
3. BANK OF AMERICA, N.A
4. BANK OF CHINA LIMITED
5. CITIBANK N.A.
6. DEUTSCHE BANK AG.
7. JP. MORGAN CHASE BANK, N.A.
8. STANDARD CHARTERED BANK
9. THE BANGKOK BANKCOMP. LTD
10. THE BANK OF TOKYO MITSUBISHI UFJ LTD
11. THE HONGKONG & SHANGHAI B.C.

Bank SYARIAH

A. BUSN Devisa

1. PT BANK MUAMALAT INDONESIA
2. PT BANK SYARIAH MANDIRI

B. BUSN Non Devisa

1. PT BANK SYARIAH MEGA INDONESIA

C. Bank Persero (UUS) [1]

1. PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK
2. PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO), TBK.
3. PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO)

D. BUSN Devisa (UUS)

1. PT BANK BUKOPIN
2. PT BANK DANAMON INDONESIA Tbk
3. PT BANK IFI
4. PT BANK INTERNASIONAL INDONESIA Tbk
5. PT BANK NIAGA, Tbk
6. PT BANK PERMATA Tbk

E. B.P.D (UUS)

1. BPDKALIMANTAN SELATAN
2. PTBANK DKI
3. PT . BPDACEH
4. PT.BPDJAWA BARAT
5. PT.BPDKALIMANTAN BARAT
6. PT.BPD NUSA TENGGARA BARAT
7. PT. BPD RIAU
8. PT. BPD SUMATERA SELATAN
9. PT. BPD SUMATERA UTARA

F. Asing (UUS)

1. THE HONGKONG & SHANGHAI B.C.

By marzocchiahmed

makalah bank dan lembaga keuangan lain

MAKALAH BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN

 KESEHATAN DAN RAHASIA BANK

“ Aplikasi Pada Bank Jateng“

Disusun Oleh :

1.    Khofifatuddahliyah                 B.111.09.0084

  1. 2.    Surya Kumala Sari                  B.111.09.0085
  2. 3.    Ahmad Marzuqi                       B.111.09.0086
  3. 4.    Andry Rais Pratama                B.111.09.0087
  4. 5.    Rizki komariah                         B.111.09.0089
  5. 6.    Irine ariestika p                        B.111.09.0090
  6. 7.    Desi hindun shina                     B.111.09.0093
  7. 8.    Abdullah alwi                           B.111.09.0097

 PROGRAM STUDY S1 MANAJEMEN

UNIVERSITAS SEMARANG

2011

BAB I.  PEMDAHULUAN

1.1  Latar belakang

Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang . Sedangkan menurut undang-undang perbankan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Didalam perjalanannya, bank perlu di lakukan pemeriksaan apakah bank tersebut dalam keadaan sehat atau tidak. Kesehatan bank sendiri adalah Kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal & mampu memenuhi semua kewajibannya dengan baik dan sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku. Selain bank juga mempunyai beberapa rahasia yang tidak perlu dipublikasikan sehinga masyarakat tidak perlu mengetahuinya. sebagaimana diatur dalam Pasal 1 angka 28 Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 yang lengkapnya berbunyi sebagai berikut: Rahasia bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan mengenai NasabahPenyimpan dan Simpanannya. Sementara itu, Pasal 40 ayat (1) dari Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 mewajibkan Bank untuk menjaga rahasia Bank, yaitu berbunyi sebagai berikut: Bank wajib merahasiakan keterangan mengenai Nasabah Penyimpan dan Simpanannya, kecuali dalam hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41, Pasal 41A, Pasal 42, Pasal 43, Pasal 44 dan Pasal 44A.

Dari rumusan Pasal 40 Undang-Undang No. 10 Tahun 1998, secara eksplisit disebutkan bahwa lingkup rahasia bank adalah menyangkut bukan saja simpanan nasabah tetapi juga (identitas) Nasabah Penyimpan yang memiliki simpanan itu. Bahkan dalam rumusan Pasal 40 itu, “Nasabah Penyimpan” disebut lebih dahulu daripada “Simpanannya”. Nampaknya dalam pikiran pembuat Undang-Undang, justru identitas Nasabah Penyimpannya lebih penting daripada Simpanannya. Atau mungkin pula dalam pikiran pembuat Undang-Undang, “Nasabah Penyimpan” sengaja disebut lebih dahulu daripada “Simpanannya”, untuk menekankan bahwa merahasiakan identitas Nasabah Penyimpannya sama pentingnya dengan merahasiakan Simpanannya. Dibeberapa negara memang lingkup dari rahasia bank tidak ditentukan hanya terbatas kepada keadaan keuangan nasabah saja, tetapi meliputi pula identitas nasabah yang bersangkutan.

Dilain pihak, bank jateng merupakan badan usaha milik daerah Jawa Tengah yang bergerak dibidang finansial dengan fungsi yang sama dengan bank-bank lain. Dalam perjalanannya sampai saat ini, bank jateng telah banyak meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam berbagai bidang. Tapi disisi lain, bank jateng juga memiliki beberapa kasus dan masalah yang mungkin dapat mempengaruhi kinerja bank jateng itu sendiri. Maka dari itu, kami sebagai bagian dari masyarakat jawa tengah ingin mengkaji tentang kesehatan bank jateng serta memahami rahasia-rahasia yang ada pada bank jateng.

1.2  Tujuan penyusunan

Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah belajar bersama dalam memahami kesehatan sebuah bank terutama bank jateng yang menjadi objek penelitian kami serta rahasia – rahasia dalam dunia perbankan.

1.3  Ruang lingkup pembahasan

ruang lingkup dalam pembahasan masalah ini adalan mengenai kesehatan dan rahasia bank baik itu dalam teori maupun aplikasinya dalam objek bank riil. Dan sebagai bagian dari masyarakat jawa tengah, kami mengambil objek bank jateng sehingga kami bisa mngetahui sehatkah bank jateng tersebut.

BAB II.  GAMBARAN UMUM DAN TINJAUAN TEORITIS

 

2.1  SEJARAH

Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah adalah Bank milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama-sama dengan Pemerintah Kota/Kabupaten Se-Jawa Tengah.
Bank Jateng pada awal beroperasi pada tahun 1963 menempati Gedung Bapindo Jl. Pahlawan No.3 Semarang. Tujuan pendirian bank adalah untuk mengelola keuangan daerah yaitu sebagai pemegang kas daerah dan membantu meningkatkan ekonomi daerah dengan memberikan kredit kepada pengusaha kecil. Persiapan pendirian bank dilakukan oleh Drs. Harsono Sandjoyo yang kemudian menjadi Direktur Utama Pertama Bank Jateng, dibantu Drs. Mud Sukasan. Rekruitmen karyawan pertama berjumlah 13 orang untuk on the job training di Kantor Bank Indonesia Semarang. Modal Disetor pada awal pendirian bank sebesar Rp 20 juta yang terdiri dari Daerah Swatantra Tk. I sebesar Rp 9,2 juta, 34 Daerah Swatantra Tk. II sebesar Rp 6,8 juta, dan Hadi Soejanto sebesar Rp 4 juta. Seiring dengan berjalannya waktu, Bank Jateng terus berkembang hingga memiliki kantor cabang di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Dan setelah berpindah-pindah lokasi, sejak tahun 1993 Kantor Pusat Bank Jateng menempati Gedung Grinatha Jl. Pemuda 142 Semarang.

Serangkaian peraturan dan perundang-undangan yang berkaitan dengan pendirian dan status Bank antara lain terdiri dari :

  • Peraturan Daerah Tingkat I Jawa Tengah No. 6 tahun 1963 sebagai landasan hukum pendirian bank.
  • Surat Persetujuan Menteri Pemerintah Umum & Otonomi Daerah No. DU 57/1/35 tanggal 13 Maret 1963 dan ijin usaha dari Menteri Urusan Bank Sentral No. 4/Kep/MUBS/63 tanggal 14 Maret 1963 sebagai landasan operasional.
  • Undang-undang No.14 tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perbankan sebagai dasar penyempurnaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No. 3 tahun 1969 yang menetapkan bahwa bank adalah milik Pemerintah Daerah (BUMD).
  • Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 25/34/DIR tanggal 1 Juli 1992 adalah penetapan status Bank sebagai Bank Devisa.
  • Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No. 1 tahun 1993 tentang perubahan bentuk hukum Bank menjadi Perusahaan Daerah dengan mengacu pada Undang-undang No.7 tahun 1992 sebagai pengganti Undang-undang No. 14 tahun 1967.
  • Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No. 6 tahun 1998 dan akte pendirian Perseroan Terbatas No. 1 tanggal 1 Mei 1999 serta pengesahan berdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C2.8223.HT.01.01 tahun 1999 tanggal 5 Mei 1999, bentuk hukum Bank Jateng berubah dari Perusahaan Daerah (Perusda) menjadi Perseroan Terbatas (PT).
  • Dengan telah ditandatanganinya perjanjian Rekapitalisasi tanggal 7 Mei 1999 maka Bank Jateng telah sah mengikuti Program Rekapitalisasi Perbankan, dengan modal disetor menjadi Rp 583.754 milyar.
  • Pada tanggal 7 Mei 2005 Bank Jateng telah menyelesaikan program rekapitalisasi, disertai pembelian kembali kepemilikan saham yang dimiliki Pemerintah Pusat oleh Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten / Kota se Jawa Tengah.

Seiring dengan terus berkembangnya perusahaan dan untuk lebih menampilkan citra positif perusahaan terutama setelah lepas dari program rekapitalisasi, maka manajemen Bank Jateng berkeinginan untuk mengubah logo dan call name perusahaan yang merepresentasikan wajah baru Bank Jateng. Berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar No.68 tanggal 7 Mei 2005 Notaris Prof. DR. Liliana Tedjosaputro dan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. C.17331 HT.01.04.TH.2005 tanggal 22 Juni 2005 maka nama sebutan (call name) PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah berubah dari sebelumnya Bank BPD Jateng menjadi Bank Jateng

 2.3 Bidang Usaha

Bank Jawa Tengah adalah Bank milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama-sama dengan Pemerintah Kota/Kabupaten Se-Jawa Tengah. Dengan Alamat KANTOR PUSAT :  Jl. Pemuda No. 4A Semarang, Telp. (024) 3554025, 3547541. Fax. (024) 3540170, 3520186, 3556529  Telex. 22301 BPD JTG IA,22660 BPD JTG IA.

Didirikan

6 April 1963

Visi Perusahaan

“Terwujudnya bank yang sehat dengan memberikan jasa perbankan kepada masyarakat secara luas, efektif dan efisien dengan mengutamakan retail banking.”

Misi Perusahaan

“Membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah di segala bidang dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat serta untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.”

Modal Dasar

Rp. 700.000.000.000,00

Pemilik

  • Pemerintah Propinsi Jawa Tengah
  • Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Jateng
  • Pemerintah Pusat

Jumlah Aktiva

Rp. 5.109.753.124.962,00

Jaringan Operasional

  • 1 Kantor Pusat
  • 1 Kantor Cabang Utama
  • 6 Cabang Koordinator
  • 27 Cabang
  • 84 Cabang Pembantu
  • 80 Kantor Kas

Contoh produk atau jasa yang ditawarkan:

  1. Tabungan BIMA
  2. Tabungan SIMPEDA
  3. Deposit On Call
  4. DPLK setia
  5. Tabingan Haji
  6. Tabungan Kurban
  7. Kredit Kewirausahaan
  8. Kredit Investasi, dll.

 BAB III  PEMBAHASAN

KESEHATAN BANK

Pengertian Kesehatan Bank

Kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan operasinal perbankan secara normaldan mampu memenuhi semua kewajibannya dengan baik dan sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku.

Kegiatan tersebut antara lain:

  1. Kemampuan menghimpun dana
  2. Kemampuan mengelola dana
  3. Kemampuan untuk menyalurka n dana ke masyarakat
  4. Kemampuan memenuhi kewajiban kepada pihak lain
  5. Pemenuhan peraturan yang berlaku

MANFAAT PENILAIAN KESEHATAN

  1. Bank    : salah satu sarana untuk menetapkan strategi usaha
  2. BI        : pengawasan

 FAKTOR-FAKTOR PENILAIAN (CAMELS)

  1. a.      Permodalan (capital)

–          Kecukupan pemenuhan “kewajiban pemenuhan modal minimum”(KPMM) terhadap ketentuan yang berlaku,

–           komposisi permodalan

–          Kemampuan bank memelihara kebutuhan penambahan modal yang berasal dari keuntungan(laba ditahan)

–          Rencana permodalan bank untuk mendukung pertumbuhan usaha bank

–          Akses kepada sumber permodalan

–          Kinerja keuangan pemegang saham untuk meningkatkan permodalan

Bank Jateng juga harus berani mengambil peran optimal dalam menjalankan fungsi intermediasi. Yakni intensif menyerap dana masyarakat, kemudian disalurkan kembali dalam bentuk kredit modal kerja, investasi maupun konsumsi. Kalu fungsi ini benar-benar dijalankan efektif, praktis akan membawa kemajuan besar bagi perkembangan ekonomi Jateng. Disinilah Bank Jateng harus berperan aktif untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Perbankan itu jualan kepercayaan. Sepanjang mampu meningkatkan kepercayaan nasabah, maka sukses akan mudah diraih. Saya melihat Bank Jateng telah mampu “menjual” kepercayaan ini dengan baik. Terbukti dari pencapaian kinerja keuangan selama 2007 yang tumbuh pesat. Kalau asset selama 2006 hanya Rp.11.35 triliun, maka tahun 2007 naik menjadi Rp.12,21 triliun.

 

  • b.      Kualitas asset (assets quality)

 

–          Debitur inti kredit diluar pihak terkait dibandingkan dengan total kredit

–          Perkembangan aktiva produktif bermasalah (non performing asset) dibandingkan aktifa produktif

–          Tingkat kecukupan pembentukan penyisihan penghapusan aktiva produktif(PPAP)

–          Kecukupan kebijakan dan prosedur aktiva produktif

–          Kecukupan pedoman pelaksanaan kebijakan perkreditan bank(PPKPB)

–          Standard operating prosedures (SOP)

–          Sistem kaji ulang(review) internal terhadap aktiva produktif

–          Dokumentasi aktiva produktif

–          Kinerja penanganan aktiva produktif bermasalah

  • Restrukturisasi
  • Penyertaan modal sementara

 

  • c.       Manajemen (management)

 

–          Manajement umum

–          Good corporate Governance

–          Penerapan sistem manajemen risiko

–          Pengawasan

–          SIM risiko

–          Pengendalian internal

–          Kepatuhan bank

Semarang, CyberNews. Terkuaknya kredit fiktif yang terjadi di Bank Jateng maupun Bank Jateng Syariah menunjukkan betapa lemah dan amburadulnya sistem manajemen bank milik rakyat Jateng tersebut. Kalangan DPRD Jateng mendesak, segera dilakukan pembenahan manajemen secara menyeluruh agar pembobolan bank melalui kredit fiktif itu tak terulang.

Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jawa Tengah Dwi Yasmanto menuturkan, gampangnya debitur memperoleh kredit untuk pembiayaan proyek dengan menunjukkan Surat Perintah Kerja (SPK) bisa dipahami. Namun demikian, bukan berarti semua SPK bisa diterima dan langsung dibiayai.

“Dari berbagai kredit bermasalah yang terjadi, ternyata tidak sedikit yang merupakan SPK fiktif atau tidak ada proyeknya. Lalu di mana peran kontrol dan pengawasan dari Bank Jateng? Apa mereka tidak ngecek dulu bener tidaknya suatu proyek,” jelas Dwi.

Dirinya mencontohkan, kredit fiktif yang terjadi di Bank Jateng Koordinator Semarang di mana nilai kredit yang dikucurkan mencapai Rp 18 miliar. Fasilitas kredit yang diberikan mencapai 89 fasilitas dengan jumlah rekening sebanyak 16 buah.

Dalam operandinya, selaku debitur utama adalah CV Enh dengan direksi Mrs Elf. CV Enh tersebut meminjam bendera pada beberapa CV lainnya dan dari CV itulah diterbitkan SPK yang ditandatangani oleh pimpinan proyek atau kepala dinas terkait.

Dijelaskan, untuk mempermudah pencairan, pemberian kredit dipecah-pecah dengan fasilitas kredit antara Rp 500 juta-750 juta. “Lolosnya SPK fiktif hingga disetujuinya pengajuan kredit merupakan keteledoran Bank Jateng. Seharusnya kan ada pengecekan terhadap SPK itu,” jelas Dwi Yasmanto yang juga anggota Komisi E itu.

Selain itu, lanjutnya, sistem pengawasan terhadap calon debitur dinilai lemah di mana itu menunjukkan ketidakmampuan pimpinan dalam mengelola perbankan. Tuntutan perubahan manajemen juga diungkapkan Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Jateng Masruchan Syamsurie.

Menurutnya, perbuatan kredit fiktif itu merupakan pelanggaran UU Perbankan dan UU Korupsi, karena menyangkut kerugian negara dan upaya memperkaya diri sendiri. “Harus segera ada perubahan pada manajemen dan direksi Bank Jateng. Kalau terus dibiarkan, kepercayaan masyarakat terhadap Bank Jateng akan terus terdegradasi,” terangnya.

( Saptono Joko Sulistyo / CN31 / JBSM )

 

  • d.      Rentabilitas (earnings)

 

Rasio Rentabilitas bertujuan untuk mengetahui kemampuan bank dalam menghasilkan laba selama periode tertentu, juga bertujuan untuk mengukur tingkat efektifitas manajemen dalam menjalankan operasional perusahaannya.

–          ROA (Return On Asset), ROE (Return On Equity), NIM (Net Interest Margin)

–          BOPO ( Biaya Operasional Pendapatan Operasional)

–          Pertumbuhan laba usaha : pendapatan operasional-biaya operasional.

–          Komposisi portofolio aktiva produktif dan diversifikasi pendapatan.

–          Fee Based Income Ratio

–          Penerapan prinsip aktiva dalam pengakuan pendapatan dan biaya.

–          Prospek laba operasional.

 Kinerja Bank Jateng pada kuartal I/2010 meningkat menyusul pembukaan kantor cabang di Jakarta 2 bulan lalu, sementara itu rentabilitas dividen 2009 mencapai 25%. Dirut Bank Jateng Hariyono mengatakan kinerja kuartal I tahun ini nampak dari sejumlah indikator, terutama aset pada Maret 2010 mencapai Rp17,56 triliun, tumbuh sekitar 19% dari akhir tahun lalu Rp14,78 triliun.

Posisi dana pihak ketiga (DPK) Bank Jateng pada Maret 2010 mencapai Rp15,1 triliun, tumbuh 26% dari akhir 2010 hanya Rp11,98 triliun.
“Kantor Jakarta yang baru dibuka 1,5 bulan lalu hingga Maret ini memberikan kontribusi DPK sebesar Rp170 miliar dan targetnya hingga akhir tahun ini bisa mencapai Rp1 triliun,” ujarnya kepada Bisnis,com hari ini.
Hariyono menjelaskan tingginya DPK kantor Jakarta karena dorongan sentimen kedaerahan warga asal Jateng yang sukses merantau di Ibu Kota sebagai pengusaha, terutama berskala kecil dan menengah, untuk mengembangkan ekonomi provinsi ini.
Potensi penghimpunan dana di Jakarta, menurut Hariyono, sangat besar karena jumlah perantau di Jakarta yang tergabung dalam paguyuban warga Jateng mencapai 4 juta orang.

Direktur Operasional Bank Jateng Joko Sambodo menambahkan penghimpunan dana kantor Jakarta akan difokuskan hingga semester I/2010, setelah itu akan dimulai pengucuran kredit modal kerja untuk warga Jateng yang merantau di Jakarta. “Banyak UMKM asal Jateng di Jakarta yang potensinya besar untuk dibiayai, seperti warung tegal, tukang jamu dan lainnya,” tegasnya. Joko menyebutkan hingga akhir Maret 2010 Bank Jateng membukukan total pembiayaan (termasuk syariah) Rp10,9 triliun, tumbuh sekitar 2% dari posisi akhir tahun lalu Rp10,69 triliun.
Tahun ini, tuturnya, Bank Jateng merencanakan ekspansi kredit UMKM sebesar Rp1,2 triliun, dengan fokus terbanyak mencapai Rp820 miliar dialokasikan untuk modal kerja.

Menyinggung soal laba, Hariyono mengungkapkan hingga Maret 2010 dicapai Rp169,25 miliar. Tahun lalu laba sebelum pajak tercapai Rp612,11 miliar, naik sekitar 2% dari periode sama 2008 hanya Rp600,7 miliar.
Meski peningkatan laba relatif kecil, tuturnya, namun tingkat rentabilitas dividen terhadap modal pemegang saham pda tahun lalu mencapai di atas 25%, jauh melampaui rata-rata bunga deposito maupun tabungan pada 2009 sekitar 5%-8%.
“Hal itu lah yang menjadikan Bank Jateng belum terpikir untuk go public, karena rentabilitas dividen tinggi, maka jika butuh modal pemegang saham masih bersedia menambahknya,” tukas Hariyono.

 

  • e.       Liquidity

 

Penilaian terhadap faktor likuiditas dilakukan dengan menilai dua buah rasio, yaitu rasio Kewajiban Bersih Antar Bank terhadap Modal Inti dan rasio Kredit terhadap Dana yang Diterima oleh Bank. Yang dimaksud Kewajiban Bersih Antar Bank adalah selisih antara kewajiban bank dengan tagihan kepada bank lain. Sementara itu yang termasuk Dana yang Diterima adalah Kredit Likuiditas Bank Indonesia, Giro, Deposito, dan Tabungan Masyarakat, Pinjaman bukan dari bank yang berjangka waktu lebih dari tiga bulan (tidak termasuk pinjaman subordinasi), Deposito dan Pinjaman dari bank lain yang berjangka waktu lebih dari tiga bulan, dan surat berharga yang diterbitkan oleh bank yang berjangka waktu lebih dari tiga bulan.

Liquidity yaitu rasio untuk menilai likuiditas bank. Penilaian likuiditas bank didasarkan atas dua maca rasio, yaitu :

1)      Rasio jumlah kewajiban bersih call money terhadap Aktiva Lancar. Rumusnya adalah :

 Penilaian likuiditas dapat dilakukan sebagai berikut untuk rasio sebesar 100% atau lebih diberi nilai kredit 0, dan untuk setiap penurunan sebesar 1% mulai dari nilai kredit ditambah 1 dengan maksimum 100.

2)      Rasio antara Kredit terhadap dana yang diterima oleh bank. Rumusnya adalah :

 Penilaian likuiditas 2 dapat dilakukan sebagai berikut untuk rasio 115 atau lebih diberi nilai kredit 0 dan untuk setiap penurunan 1% mulai dari rasio 115% nilai kredit ditambah 4 dengan nilai maksimum 100.

 

  • f.       Sensitifity of risk

 

–          Analisa terhadap resiki-resiko yang mungkin terjadi

Dasar hukum ketentuan rahasia bank di Indonesia, mula-mula adalah undang-undang no.7 tahun1992 tentang perbankan, tetapi kemudian diubah dengan undang-undang no.10/1998.

 RAHASIA BANK

Rahasia bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan mengenai Nasabah Penyimpan dan Simpanannya.

Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul adalah : Apakah yang harus dirahasiakan ini hanya terbatas kepada keuangan nasabah penyimapan dana saja? Apakah juga menyangkut keadaan keuangan nasabah debitur?Apakah lingkup rahasia bank hanya mecangkup pasiva ( liabilities ) bank berupa dana nasabah bank, ataukah juga meliputi aktiva (assets) bank berupa kredit bank kepada nasabah. Apakah juga menyangkut pengguna jasa-jasa bank yang lain, selain jasa penyimpanan dana dan jasa pemerian kredit?

Dari rumusan pasal 40 Undang-undang No. 10/1998, secara eksplisit disebutkan bahwa lingkup rahasia bank adalah bukan saja menyangkut simpanan nasabah, tetapi juga ( identitas) nasabah menyimpang yang memiliki simpanan tersebut. Bahkan dalam rumusan pasal 40. “ Nasabah Penyimpang” disebut lebih dahulu dari pada “Simpanannya”.

Di beberapa, lingkup dari rahasia bank tidak ditentukan hanya terbatas kepada keadaan keuanagan nasabah, tetapi meliputi juga identitas nasabah yang bersangkutan.

Informasi mengenai mantan nasabah

Di dalam praktek perbankan atau praktek bisnis, sangat lazim seorang nasabah berpindah-pindah atau berganti-ganti bank, seperti juga adalah lazim seorang nasabh mempunyai simpnan pada beberpa bank. Timbul pertanyaan, apakah bank masih terikat terhadap kewajiban rahasia bank setelah nasabahnya tidak lagi menjadi nasabah bank yang bersangkutan? Hal ini ternyata tidak diatur atau ditentukan oleh undang-undang, baik oleh undang-undang No.7/1992 maupun undang-undang No.10/1998.

Mengingat tujuan dari diadakannya ketentuan mengenai kewajiban rahasia bank, sebaiknya perundang-undang perbankan Indonesia menentukan kewajiban rahasia bank tetap diberlakukan sekalipun nasabah yang bersangkutan telah tidak lagi menjadi nasabah yang bersangkutan.

Siapa yang berkewajiban memegang teguh rahasia bank?

Menurut pasal 47 ayat (2) Undang-undang No.10/1998, yang berkewajiban memegang teguh rahasia bank adalah:

–          Anggota Dewan Komisaris Bank

–          Anggota Direksi Bank

–          Pegawai Bank

–          Pihak Terafiliasi lainnya dari Bank

 Tegorikan sebagai “pegawai Bank”

Menurut penjelasan pasal 47 ayat (2) yang dimaksudkan “pegawai bank” adalah”semua pejabat dan karywan bank”. Lingkup sasaran tindak pidana rahasia bank menurut pasal tsb terlalu luas, karena berarti rahasia bank berlaku bagi siapa saja yang  menjadi pegawai bank. Sekalipun pegawai bank tersebut tidak mewmpunyai akses atau tak mempunyai hubungan sama sekali dengan nasabah penyimpanan dan simpanannya, seperti: pramubakti, saptam, pengemudi, pegawai di unit yang mengurusu kendaraan dan masih bnyak lagi.

 Kewajiban merahasiakan bagi mantan pegawai bank

Seorang pegawai bank, ada kemungkinan tak selamanya menjadi pegawai bank tersebut, bisa karena telah tiba masa pensiun, keluar dan menjadi pegawai di perusahaan lain, meninggal dan sebagainya. Pada krisis moneter, banyak pegawai bank yang terkena PHK karena banknya terkena likuidasi.

Pertanyaan yang muncul, apakah mantan pegawai bank masih tetap terkena oleh kewajiban memegang teguh rahasia bank yang menjadi kewajibannya sewaktu yang bersangkutan masih menjadi pegaway aktif di bank yang bersangkutan? Ternyata Undang-undang No.7/1992 maupun Undang-undang No. 10/1998 tak mengaturnya.

Beberapa negara menentukan bahwa mantan pengurus dan pegawai bank terikat oleh kewajiban rahasia bank. Ada yang menentukan keterikatannya itu berakhir setelah beberapa tahun sejak saat yang bersangkutan berhenti sebagai pengurus atau pegawai bank, ada pula yang menentukan kewajiban tersebut melekat terus sampai seumur hidup.

 Pengertian pihak terafiliasi lainnya

Sebagai ditentukan dalam pasal 1 ayat (22) Undang-undang No.10/1998, yang dimaksud pihak terafiliasi adalah:

  1. Anggota dewan komisaris,pegawai,pengelola atau kuasanya,pejabat atau karyawan bank
  2. Anggota pengurus,pengawas, pengelola, atau kuasanya, pejabat atau karyawan bank, kusus bagi bank yang berbentuk hukum koperasi sesuai dengan peraturan perundang-undang yang berlaku
  3. Pihak yang memberikan jasanya kepada bank, antara lain:angkuntan publik , penilai, konsultan, hukum, da konsultan lainnya
  4.  Pihak yang menurut penilaian bank indonesia, turut serta mempengaruhi pengelolaan bank, antara lain pemegang saham dan keluarga komisaris, keluarga pengawas, keluarga direksi, keluarga pengurus

 Pengecualian atas kewajibanrahasia bank

Undang-undang no.10/1998 memberikan pengecualian dalam 7(tujuh)hal.

Pengecualian tersebut tidak bersifat limitatif, artinya diluar 7(tujuh) hal yang telah dikecualikan itu tida terdapat pengecualian yang lain. Dikecualikan itu tidak terdapat pengecualian yang lain.Pengecualian itu adalah:

  1. Untuk penyelesaian piutang bank yang sudah diserahkan kepada Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara/Panitia Urusan Negara, dapat diberikan pengecualikan kepada penjabat Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara/PUPN atas izin pimpinan Bank Indonesia (pasal 41A)
  2. Untuk kepentingan peradilan dalam perkara pidana dapat di berikan pengecualian kepada polisi, jaksa atau hakim atas izin pimpinan Bank Indonesia (pasal 42)
  3. Dalam perkara perdata antara bank denagan nasabahnya dapat diberikan pengecualian tanpa harus memperoleh izin Pimpinan Bank Indonesia (pasal 43)
  4. Dalam rangka tukar menukar informasi di antara bank kepada bank kepada bank lain dapat diberikan pengecualian tanpa harus memperoleh izin dari pimpinan Bank Indonesia (pasal 44)
  5. Atas persetujuan , permintaan atau kuasa dari nasabah penyimpan secara tertulis dapat diberikan pengecualian tanpa harus memperoleh izin Pimpinan Bank Indonesia (pasal 44A ayat 1)
  6. Atas permintaan ahli waris yang sah dari nasabah penyimpan dana yang telah meninggal dunia (pasal 44A ayat 2)

 BAB IV KESIMPULAN    

            Sistem perbankan yang tangguh dan sehat tetunya juga akan sanggup Memobilisasi dana dari dan keseluruh lapisan masyarakat sehingga perekonomian masyarakat tumbuh dan berkembang, yang pada gilirannya di harapkan dapat memakurkan masyarakat. Jadi jelas sistem perbankan yang tangguh dan sehat adalah syarat terciptanya sistem ekonomi yang tumbuh dan berkembang.

Agar bank dapat tumbuh dan melaju dengan baik, pertama perlu modal yang cukup (capital adequacy ratio) sebagai bamper untuk menanggung resiko kredit macet yang sewaktu-waktu harus dihapus bukukan, kedua, kualitas aktiva produktif (quality assets productive) harus tinggi, indikatornya kredik macet kecil. Mengapa harus berkualitas tinggi? Karena fungsi assets produktif adalah sebagai mesin bank yang harus menghasilkan imbal hasil (return) yang cukup. Manajemen bank sebagai pengendalian jalannya operasional bank harus solid, penuh kejati-hatian dan cukup pengalaman. Keempat, earnings, laba yng diperoleh bank harus memadahi sebagai alat pemacu pertumbuhan modal dan asset. Kelima, likuiditas harus terjaga baik dalam jangka pendek maupun jangka penjang. Supaya kepercayaan masyarakat meningkat.kelima pilar tersebut sering disebut CAMEL yang sekarang menjadi CAMELS, yang Snya adalah sensitivity. Menurut bank indonesia, sensitifitas adalah sensitifitas bank terhadap resiko pasar.

            Cara untuk melihat sebuah bank sehat atau tidak adalah dengan cara pertama, mengganti tingkat bunga. Makintinggi tingkat bunga yang ditawarkan terutama dibanding dengan bank yang jumlah asetnya sama maka semakin tinggi pula resiko bank tersebut. Kedua,  struktur kepemilikan dan manajemen. Banyak bank yang bermasalah adalah bank-bank yang manajemen dan pemiliknya memiliki pertalian yang erat. Ketiga,   serta penjualan asetnya, semakin tinggi tngkat penjualan asetnya maka semakin tidak sehat pula bank tersebut.

            Dapat disimpulkan bahwa secara fundamental bank sehat jika mempunyai cukup modal (CAR minimal 8%), kualitas aset yang tinggi, manajemen yang solid, laba yang memadai dan likuiditas yng cukup dan jika di tinjau secara tehnikal mempunyai pertumbuhan harga yang stabil dan tinggi.  Alternatif penilaian adalah melalui tinjauan terhadap suku bunga yang ditawarkan normal, konsentrasi kepemilikan tidak terkonsentrasi pada satu golongan serta pertumbuhan asetnya tidak spektakuler. Ahirnya bank yang sehat akan deperlukan agar dapat mempercepat mobilitas dana masyarakat untuk pertumbuhan ekonomi.

DAFTAR PUSTAKA

Etty M. Nasser, Titik Aryani. 2000. “Model Analisis CAMEL Untuk Memprediksi Financial Distress Pada Sektor Perbankan Yang Go Public”. Jurnal Auditing dan Akuntansi Indonesia. Volume 4. No. 2 Desember. Jakarta.

By marzocchiahmed